Berapa Banyak Ketersediaan Golongan Darah yang Ada di Dunia? Cek di Sini

Oleh Afra Augesti pada 02 Apr 2019, 19:05 WIB
Diperbarui 02 Apr 2019, 19:05 WIB
Ilustrasi golongan darah
Perbesar
Ilustrasi golongan darah (US Navy/Public Domain)

Liputan6.com, Jakarta - Menurut ilmuwan, golongan darah seseorang didasarkan pada molekul atau protein tertentu --disebut antigen-- yang biasanya ditemukan di permukaan sel darah merah, demikian kata National Institutes of Health.

Dua antigen utama yang digunakan untuk mengklasifikasikan golongan darah dikenal sebagai "antigen A" dan "antigen B". Orang dengan darah golongan darah A hanya memiliki antigen A pada sel darah merahnya dan orang dengan darah golongan B cuma mempunyai antigen B.

Sedangkan individu dengan golongan darah AB, memiliki keduanya dan orang dengan darah golongan darah O tidak mempunyainya.

Protein lain, "faktor Rh" --juga dikenal sebagai sistem "Rhesus"-- pun ada atau tidak ada pada sel darah merah. Golongan darah seseorang ditetapkan sebagai "positif" jika terkandung protein Rh pada sel darah merah orang itu, dan "negatif" jika seseorang tersebut tidak memiliki protein Rh.

Golongan darah manusia bergantung pada genetik masing-masing yang diwarisi dari orang tuanya, menurut Palang Merah.

Mengetahui jenis golongan darah sangat penting untuk melakukan transfusi darah, karena antigen tertentu pada sel darah dapat memicu sistem kekebalan seseorang untuk menyerang darah yang disumbangkan.

Orang-orang dengan "negatif Rh" hanya dapat menerima darah "negatif Rh", tetapi mereka yang punya "positif Rh" dapat menerima darah "positif Rh" atau "negatif-Rh", kata Palang Merah.

Terlebih lagi, golongan darah A dapat digunakan untuk transfusi pada orang dengan golongan A atau AB; golongan darah B dapat digunakan untuk orang dengan golongan darah B atau AB; dan golongan darah AB hanya dapat menerima dan memberikan transfusi untuk orang dengan golongan AB saja.

Sedangkan mereka yang bergolongan darah O disebut "pendonor universal" karena tipe ini dapat digunakan untuk seluruh dengan golongan darah apa pun.

Kendati demikian, golongan darah O dikatakan sering kekurangan pasokan di rumah sakit, karena banyaknya permintaan untuk golongan darah serba guna ini, menurut Palang Merah.

Secara khusus, golongan darah "O-negatif" adalah golongan darah yang kerap dimintai pasokannya lantaran jenis ini paling sering digunakan untuk keadaan darurat, ketika mungkin tidak ada waktu untuk menentukan golongan darah pasien.

Berikut rincian jenis darah yang paling umum dan paling tidak umum berdasarkan etnis, menurut Palang Merah Amerika yang dikutip dari Live Science, Selasa (2/3/2019).

 

Saksikan video pilihan berikut ini: 

Ketersediaan Golongan Darah

Ilustrasi sel darah merah
Perbesar
Ilustrasi sel darah merah (iStock)

1. O-positif:

Afrika-Amerika: 47 persen

Asia: 39 persen

Kaukasia: 37 persen

Amerika Latin: 53 persen

 

2. O-negatif:

Afrika-Amerika: 4 persen

Asia: 1 persen

Kaukasia: 8 persen

Amerika Latin: 4 persen

 

3. A-positif:

Afrika-Amerika: 24 persen

Asia: 27 persen

Kaukasia: 33 persen

Amerika Latin: 29 persen

 

4. A-negatif:

Afrika-Amerika: 2 persen

Asia: 0,5 persen

Kaukasia: 7 persen

Amerika Latin: 2 persen

 

5. B-positif:

Afrika-Amerika: 18 persen

Asia: 25 persen

Kaukasia: 9 persen

Amerika Latin: 9 persen

 

6. B-negatif:

Afrika-Amerika: 1 persen

Asia: 0,4 persen

Kaukasia: 2 persen

Amerika Latin: 1 persen

 

7. AB-positif:

Afrika-Amerika: 4 persen

Asia: 7 persen

Kaukasia: 3 persen

Amerika Latin: 2 persen

 

8. AB-negatif:

Afrika-Amerika: 0,3 persen

Asia: 0,1 persen

Kaukasia: 1 persen

Amerika Latin: 0,2 persen

Lanjutkan Membaca ↓