Detik-Detik Angin Pusar Melontar Wahana Permainan di China yang Tewaskan 2 Anak

Oleh Tanti Yulianingsih pada 02 Apr 2019, 16:40 WIB
Diperbarui 02 Apr 2019, 18:17 WIB
Ilustrasi Bendera China (AFP/STR)

Liputan6.com, Beijing - Dust Devil atau angin pusar dahsyat melanda sebuah taman di Provinsi Henan, China. Menurut pihak berwenang setempat, hal itu mengakibatkan kematian dua anak, dan membuat sekitar 20 orang lainnya terluka.

Pada Minggu 31 Maret 2019 sore, embusan angin kencang dari wahana kastil yang terbuat karet di salah satu taman bermain China porak-poranda. Dua anak terperangkap di dalam dan yang lainnya mengalami luka dengan tingkat keparahan berbeda.

"Pada sore hari sekitar pukul 15.00 sore, embusan pasir tiba-tiba terbentuk di depan kami, membumbung tinggi," kata seorang saksi mata, seperti dikutip dari Beijing Times, Selasa (2/4/2019).

Menurut laporan South China Morning Post, Shi Jinghan, seorang pejabat pemerintah distrik, mengatakan kedua anak itu tewas di tempat kejadian, tetapi dia tidak memiliki perincian lebih lanjut tentang mereka.

"Penyebab kecelakaan ini juga belum diketahui, karena masih belum jelas apakah ... itu adalah insiden yang sebagian disebabkan oleh faktor manusia," kata Shi.

Sebanyak 18 anak lain dan dua orang dewasa terluka dalam insiden itu. Semua telah dibawa ke rumah sakit, dengan salah satu anak dalam kondisi serius sementara yang lain dirawat karena cedera ringan, kata pihak berwenang setempat.

Sebuah video insiden di Thepaper.cn menunjukkan adegan kacau sebagai angin puyuh vertikal, mirip dengan angin puting beliung, membawa debu dan puing-puing ke udara di lokasi wisata.

Seorang penonton terdengar berteriak, "Ada seorang anak yang jatuh", ketika kastil yang melenting itu melambung ke udara.

Saksikan juga video berikut ini:

 

2 of 2

Bukan Tornado...

15-5-1896: Tornado 'Ganas' Porak-porandakan 1 Kota di AS
Ilustrasi tornado level F5. (Wikimedia)

Seorang pejabat dari Kota Tianmiao, tempat lokasi yang indah itu berada, mengatakan kepada situs berita bahwa itu adalah "bencana alam". "Angin datang dari barat daya dan tiba-tiba mengumpulkan kekuatan ketika mencapai situs," kata pejabat itu, yang tidak disebutkan identitasnya.

Zhang Xia, peramal cuaca senior di biro provinsi, mengkonfirmasi bahwa fenomena cuaca itu adalah dust devil bukan tornado. Dia mengatakan kepada Dahe News bahwa kondisinya tidak tepat untuk tornado terbentuk saat kecelakaan itu - tanpa ada massa udara yang tidak stabil dan tidak ada kemungkinan badai.

Zhang mengatakan dust devil kerap terjadi pada hari-hari cerah, sering melanda padang pasir atau dasar sungai kering, sementara tornado yang lebih kuat umumnya terbentuk pada hari-hari hujan. Dust devil dapat memiliki lebar hingga 10 meter dan tinggi lebih dari 1 km dan bertahan selama tiga hingga empat menit.

Lanjutkan Membaca ↓