AS Gelar Serangan Udara di Yaman, Tewaskan 3 Orang Petinggi Al Qaeda

Oleh Rizki Akbar Hasan pada 02 Apr 2019, 17:13 WIB
Pesawat tanpa awak atau drone militer Amerika Serikat, MQ-1 Predator (U.S. Air Force photo/Lt Col Leslie Pratt)

Liputan6.com, Sana'a - Militer Amerika Serikat telah melakukan enam serangan udara dengan drone di Distrik Al Sawma'ah, Provinsi Al Bayda, Yaman pekan lalu yang menargetkan afiliasi lokal Al Qaeda di sana.

Itu adalah serangan udara AS pertama di Yaman sejak 1 Januari, ketika AS melakukan dua serangan, termasuk yang menewaskan Jamal al-Badawi, seorang anggota Al Qaeda yang terkait dengan serangan terhadap kapal AL AS, USS Cole pada 2000.

AS telah berupaya mencegah Al Qaeda dari mengeksploitasi kekacauan perang saudara Yaman untuk membangun tempat yang aman, tetapi jumlah serangan militer AS telah menurun tajam selama beberapa tahun terakhir.

"Dalam koordinasi dengan pemerintah Yaman, pasukan AS terus mendukung operasi kontraterorisme yang sedang berlangsung terhadap AQAP (Al Qaeda di Semenanjung Arab) dan ISIS-Y (ISIS di Yaman) untuk mengganggu dan menghancurkan upaya serangan-serangan, jaringan, dan kebebasan manuver militan di kawasan itu," Letnan Kolonel Earl Brown, juru bicara Komando Pusat AS (USCENTCOM), mengatakan dalam sebuah pernyataan, dikutip dari CNN, Selasa (4/3/2019).

USCENTCOM merupakan komando militer AS yang bertanggungjawab atas operasi di Timur Tengah.

AS tidak merilis rincian korban apa pun dari serangan baru-baru ini. Namun, situs surat kabar daring Al Masdar News melaporkan, 3 petinggi Al Qaeda di Yaman tewas akibat serangan itu, yakni; Abu Ammar Al-Hadrami, Abu Abdullah Al-Monzari, dan Abu Al-Fahtani.

 

Simak video pilihan berikut:

2 of 2

Ratusan Serangan Udara AS di Yaman

Pesawat tanpa awak atau drone militer Amerika Serikat, MQ-9 Reaper (U.S. Air Force photo/Lt Col Leslie Pratt)
Pesawat tanpa awak atau drone militer Amerika Serikat, MQ-9 Reaper (U.S. Air Force photo/Lt Col Leslie Pratt)

Militer AS melakukan 131 serangan udara di Yaman pada 2017 dan melakukan 36 serangan pada 2018, hampir semuanya menyerang target-target Al Qaeda di Semenanjung Arab.

CIA juga melakukan setidaknya satu serangan di Yaman dan para pejabat AS mengatakan kepada CNN pada Agustus tahun lalu bahwa serangan pesawat tak berawak CIA 2017 menewaskan Ibrahim al-Asiri, seorang pembuat bom senior Al-Qaeda di balik "bom pakaian dalam" upaya untuk meledakkan sebuah penerbangan di atas langit Detroit pada Hari Natal tahun 2009.

Upaya AS untuk memerangi Al Qaeda di Semenanjung Arab terpisah dari upaya AS untuk mendukung pertempuran koalisi yang dipimpin Saudi dalam perang saudara Yaman.

Dewan Perwakilan Rakyat AS diperkirakan akan memberikan suara minggu ini pada resolusi Senat yang akan membatasi dukungan AS untuk koalisi yang dipimpin Saudi yang berjuang melawan Houthi yang didukung Iran.

Lanjutkan Membaca ↓