Jokowi: Indonesia Negara Muslim Terbesar, Modal Utama Diplomasi Internasional

Oleh Teddy Tri Setio Berty pada 30 Mar 2019, 21:44 WIB
Diperbarui 01 Apr 2019, 01:14 WIB
Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo mengajak masyarakat untuk aktif dalam upaya perdamaian dunia (Liputan6.com/Capture)

Liputan6.com, Jakarta - Calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) menyebut keunggulan Indonesia dalam urusan diplomasi internasional adalah negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia.

Menurut Jokowi, ini adalah modal besar bagi Indonesia dalam upaya membangun hubungan secara internasional.

"Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbanyak. Ini adalah kekuatan diplomasi dalam forum internasional," ujar Jokowi dalam debat keempat Pemilihan Presiden 2019 yang berlangsung di Hotel Shangri-La Jakarta, Sabtu (30/3/2019) malam.

"Oleh karenanya, hal ini selalu saya tekankan dalam forum dunia karena banyak negara yang belum tahu," tambahnya.

Selain itu, Jokowi menekankan sebagai negara muslim bisa jadi modal besar dalam diplomasi perdagangan. Terutama dalam upaya memperkenalkan produk dalam negeri ke negara lain.

"Kekuatan kita sebagai negara muslim ini bisa jadi modal besar dalam upaya diplomasi. Terutama dalam upaya memperkenalkan produk dari negara kita ke negara lain," kata Jokowi.

Diplomasi ekonomi yang dilakukan oleh Indonesia kepada negara lain kerap dikemas dalam pameran dagang dunia. Pada pameran dagang Trade Expo Indonesia 2017 yang bertempat di Indonesia Convention Exhibition, 11-15 Oktober 2017, Indonesia sukses menghasilkan transaksi bisnis dengan Rusia sekitar USD 50 juta dari sawit dan kopi.

Adapun beberapa produk yang ditransaksikan pada kesempatan itu yakni Kopi Kapal Api sebanyak 25 kontainer USD 850 ribu, dan 12 kontainer kopi roasting dari Malang sebesar USD 1,2 juta per tahun. Total pendapatan yang diterima ialah USD 52,05 juta.

Selanjutnya, penyelenggaraan Indonesia-Africa Forum 2018 pada 10-11 April 2018 di Nusa Dua, Bali. Pertemuan ini berhasil meraih transaksi sebesar USD 586,55 juta dan business announcement senilai USD 1,3 miliar.

Diplomasi ekonomi juga terjadi pada Indonesia Fair 2018 yang diselenggarakan di Dhaka, Bangladesh, pada 26-28 April 2018. Kegiatan promosi terpadu yang menggabungkan misi dagang, pertunjukan budaya dan promosi pariwisata ini lantas menghasilkan kesepakatan bisnis sebesar Rp 3,76 triliun.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

2 of 2

Mekanisme Debat

Kehangatan Jokowi - Prabowo Awali Debat Keempat Pilpres 2019
Capres nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi (dua kiri) berpelukan dengan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto (dua kanan) saat mengikuti debat keempat Pilpres 2019 di Hotel Shangri-La, Jakarta, Sabtu (30/3). (Liputan6.com/JohanTallo)

Secara umum, mekanisme dan aturan debat keempat ini hampir sama dengan sebelumnya.

"Untuk debat keempat, format dan mekanisme sama dengan debat ketiga. Hanya untuk sesi empat dan lima, sesi debat itu diatur penggunakaan waktunya," ujar Komisioner KPU, Wahyu Setiawan di lokasi, Jakarta.

Pada sesi empat dan lima, moderator memberikan kesempatan kedua kandidat untuk saling bertanya dan menjawab. Setiap pertanyaan diberikan waktu selama delapan menit. Dari waktu tersebut dibagi secara adil kepada Jokowi dan Prabowo masing-masing empat menit.

"Sehingga dengan pengaturan waktu ini, kedua calon mendapat alokasi waktu yang sama, dan prinsip keadilan dapat diterapkan dalam debat keempat ini," tuturnya.

Sesi pertama debat akan diisi dengan pemaparan visi, misi, serta program dari masing-masing kandidat. Kemudian di sesi dua dan tiga dilakukan pendalaman visi, misi, dan program melalui beberapa pertanyaan yang diajukan moderator.

Sementara sesi keenam diisi dengan penyampaian pernyataan penutup oleh masing-masing kandidat.

Lanjutkan Membaca ↓