Ibu Ini Tak Bisa Menyentuh Air Usai Melahirkan, Ada Apa?

Oleh Teddy Tri Setio Berty pada 28 Mar 2019, 19:40 WIB
Ilustrasi Ibu Hamil Minum Kopi (iStockphoto)

Liputan6.com, Wales - Seorang wanita di Wales mengalami hal yang tak biasa usai melahirkan. Biasanya, pantangan seorang ibu yang baru selesai melahirkan adalah nyeri pada tubuh dan harus istirahat beberapa hari, apalagi mereka yang menjalankan proses persalinan secara caesar.

Dikutip dari laman New York Post, Kamis (28/3/2019) Cherelle Farrugia (26) mengalami gatal-gatal dan alergi disekujur tubuhnya apabila terkena air.

Cherelle Farrugia dari Cardiff, Wales, didiagnosis alergi air atau yang sering disebut urtikaria aquagenik.

"Sebelum memiliki anak, saya tidak punya masalah dengan air. Saya mandi tiga hari sekali seperti biasa. Namun, setelah melahirkan muncul ruam dan gatal-gatal di sekujur tubuh apabila bersentuhan dengan air," jelas Cherelle Farrugia.

"Secara fisik itu sangat menyakitkan dan sangat gatal. Rasanya seperti tertusuk duri dan kemudian penuh ruam," tambahnya.

Ruam sebagian besar keluar di perut, bahu, punggung, dan leher, tetapi kadang-kadang akan menyebar ke wajahnya jika dia mengalami reaksi yang sangat buruk.

Dokter percaya itu bisa dikaitkan dengan perubahan hormon Farrugia setelah melahirkan Willow, anak perempuannya.

Alergi itu sangat langka, hanya ada 40 kasus yang dilaporkan di seluruh dunia. Sebagai gantinya, mereka menyarankan agar dia mencoba mengganti sabunnya dan mengatakan bahwa dia mungkin alergi terhadap handuknya.

Tetapi Farrugia yakin air menyebabkan gejala-gejalanya, jadi dia bereksperimen sendiri dengan mandi di suhu air yang berbeda dan juga air osmosis, yang melalui proses penghilangan zat kimia - meskipun tidak ada metode yang berhasil.

Meski begitu, Cherelle Farrugia tak pernah merasa alergi apabila ia minum air. Ia hanya alergi apabila bersentuhan dengan air.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

2 of 2

Kasus Serupa

Bila Tak Diatasi, Alergi Bisa Habiskan Uang Negara
Ilustrasi alergi. Foto:

Hal yang kurang lebih mirip juga dialami oleh seorang perempuan berusia 22 tahun asal Nottingham, Inggris. Ia alergi terhadap semua benda, bahkan oleh air mata dan rambutnya sendiri.

Natasha Coates mengalami kelainan imunologi yang disebut mast cell activation syndrome atau sindrom aktivasi sel mast (MCAS). Kelainan ini menyebabkan tubuhnya mengalami reaksi buruk terhadap pemicu spesifik.

Jenis pemicu itu bervariasi, tergantung pada tingkat keparahan kondisi pengidap dan perubahan dari waktu ke waktu. Kelainan ini disebabkan ketika sel mast -- sejenis sel darah -- di dalam tubuh bereaksi terhadap pemicu tersebut dengan melepaskan histamin dan bahan kimia lainnya.

Tubuh Coates memiliki reaksi alergi terhadap air matanya sendiri, pertumbuhan rambutnya, perubahan cuaca, makanan dan pencernaan.

"Reaksi alergiku bisa bermacam-macam. Ada yang disebabkan oleh cuaca, gatal, kelelahan atau lidah dan tenggorokan yang bengkak," ungkap Coates, dilansir New York Post.

Saat rambutnya tumbuh, kulit kepalanya melepuh dan mengalami luka bakar. Saat dia menangis, air mata menyebabkan ruam merah di wajahnya dan beberapa makanan tertentu bahkan hampir bisa membunuhnya.

"Suatu hari saya makan sandwich keju dan saya baik-baik saja. Keesokan harinya, saya makan makanan sama dan tubuh saya bereaksi. Rasanya seperti mau mati. Lusa, saya juga makan makanan yang sama, tapi saya baik-baik saja. Saya tidak tahu reaksi apa selanjutnya," katanya melanjutkan.

"Ada begitu banyak reaksi yang ditimbulkan dari tubuh saya; karena perubahan suhu, alat mandi, produk kecantikan, deodoran, semprotan, makeup yang berbeda, barang di sekitar rumah. Saya tidak bisa melakukan banyak hal seperti yang kebanyakan orang lakukan. Saya tidak bisa minum alkohol. Saya bahkan tidak bisa mengoleskannya di kulit," ucapnya.

Lanjutkan Membaca ↓