Dikira Sampo, Pria Ini Ternyata Keramas Pakai Pestisida

Oleh Teddy Tri Setio Berty pada 27 Mar 2019, 19:05 WIB
Ilustrasi Pestisida (iStock)

Liputan6.com, Jakarta - Dokter di rumah sakit China harus mencukur kepala pasien yang mengalami insiden cukup serius. Pasien yang tak disebutkan namanya itu dilarikan ke rumah sakit usai membersihkan rambutnya dengan pestisida.

Dikutip dari laman South China Morning Post, Rabu (27/3/2019) kejadian itu terjadi karena unsur ketidaksengajaan. Semula, pria itu mengira jika botol berisi cairan yang ia gunakan adalah sampo. Namun salah, itu pestisida.

Namun, ia baru menyadari jika itu adalah cairan kimia berbahaya setelah merasakan efeknya. Pria itu mengalami berbagai gejala, termasuk menggigil dan berkeringat.

Ia sudah berusaha untuk menghilangkan efek itu. Tetapi upayanya gagal. Oleh karenanya ia memilih untuk mencari perawatan di Rumah Sakit Pengobatan Tradisional Tiongkok Yunnan.

"Dia mencoba mencucinya dengan air dan cuka. Sebenarnya, dalam situasi itu, itu adalah hal yang salah untuk dilakukan," ujar Wu Ying, Wakil Direktur Departemen Darurat Rumah Sakit.

Salah satu langkah awal yang diambil oleh pihak rumah sakit adalah dengan memotong habis rambut pria itu guna menghilangkan residu dari cairan pestisida.

"Kami harus menggunakan pisau cukur sekali pakai. Beberapa dokter memotong rambut dengan gunting dan kemudian dicukur," kata Wu.

Untungnya pria itu datang tepat waktu sehingga dia cepat mendapat perawatan, dan dikabarkan telah pulih setelah beberapa hari berselang.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

2 of 2

Telan Pil Pestisida

Ilustrasi pil (Pixabay)
Ilustrasi pil (Pixabay)

Jika sebelumnya ada pria yang selamat lantaran menggunakan pestisida untuk keramas, maka beda dengan empat remaja ini. Mereka meninggal dunia setelah keracunan pestisida, yang sebelumnya mereka kira adalah pelet pembesar penis.

Dikutip dari laman mirror.co.uk, keempat bocah itu diketahui menelan pelet phostoxin -- pestisida yang mematikan.

Semula, keempat empat remaja ini mengira jika itu adalah pil pembesar penis. Insiden ini terjadi di Mokoallong, Lesotho -- negara yang terletak di Afrika.

Masih belum jelas bagaimana bocah-bocah itu menemukan informasi yang menyesatkan terkait pil itu mampu memperbesar penis.

Padahal, pelet itu digunakan untuk melindungi komoditas (perkebunan) dari kerusakan yang disebabkan oleh serangga dan tikus.

Sebenarnya ada lima orang yang turut mencoba itu. Namun, yang satu lagi berhasil selamat dari maut.

Usai ditemukan lemas tak berdaya, keempat remaja ini langsung dilarikan ke rumah sakit.

"Cucu saya meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit," ujar salah satu nenek korban.

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait