American Airlines Batalkan 90 Penerbangan Terkait Boeing 737 MAX 8

Oleh Teddy Tri Setio Berty pada 25 Mar 2019, 12:26 WIB
Pesawat Tergelincir dan Jatuh

Liputan6.com, New York - Maskapai penerbangan American Airlines membatalkan 90 penerbangan hingga 24 April 2019 lantaran Boeing 737 MAX 8 masih dilarang beroperasi.

Dikutip dari laman cnbc.com, Senin (25/3/2019), menurut keterangan dari pihak American Airlines, pembatalan itu dilakukan dalam upaya menghindari kejadian yang tak diinginkan, terutama menyangkut keamanan pengguna.

"Meski membatalkan penerbangan yang telah dipesan, kami juga memberikan layanan yang lebih baik kepada pelanggan kami dengan ketersediaan opsi pemesanan ulang.

American Airlines mengatakan pihaknya terus menunggu informasi dari Administrasi Penerbangan Federal, Departemen Transportasi, Dewan Keselamatan Transportasi Nasional dan otoritas pengawas lainnya terkait penggunaan kembali atau tidak dari pesawat jenis Boeing 737 MAX 8.

Boeing 737 Max diterbangkan oleh otoritas penerbangan di seluruh dunia, termasuk FAA. Namun, sudah ada dua kecelakaan serupa dalam beberapa bulan terakhir yang melibatkan sistem perangkat lunak penerbangan di pesawat yang dikenal sebagai MCAS.

Jet Ethiopian Airlines yang jatuh pada 10 Maret, menewaskan semua 157 orang dan Lion Air yang jatuh di Indonesia pada 29 Oktober menewaskan 189 penumpang dan awak, keduanya adalah tipe Boeing 737 Max 8.

Atas kejadian dua insiden itu, Departemen Perhubungan Dunia meminta audit persetujuan Administrasi Penerbangan Federal atas kelayakan Boeing 737 MAX 8.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

2 of 2

FAA: Mei Jadi Batas Penangguhan Sementara Boeing 737 MAX

Ilustrasi pesawat (iStock)
Ilustrasi pesawat (iStock)

Otoritas penerbangan Amerika Serikat mengatakan, bulan Mei akan menjadi batas meng-grounded (tidak mengizinkan terbang) sementara semua pesawat Boeing 737 MAX 8 dan 9.

Hal itu diumumkan setelah Federal Aviation Administration AS (FAA) mengikuti langkah puluhan negara dan entitas untuk meng-grounded MAX menyusul kecelakaan fatal Ethiopian Airlines ET 302 pada Minggu 10 Maret 2019.

Pesawat tidak akan terbang sampai pembaruan perangkat lunak dapat diuji dan di-install, kata regulator AS tersebut, seperti dikutip dari BBC.

Anggota DPR AS (House of Representatives) Rick Larsen mengatakan upgrade perangkat lunak akan memakan waktu beberapa pekan untuk selesai, dan meng-install-nya di semua pesawat akan memakan waktu "setidaknya hingga April" atau paling lambat Mei.

FAA mengatakan pada hari Rabu bahwa perbaikan perangkat lunak untuk Boeing 737 MAX yang telah dikerjakan Boeing sejak kecelakaan Lion Air JT 610 akan memakan waktu berbulan-bulan untuk diselesaikan.

Kecelakaan ET 302, tak lama setelah lepas landas dari Addis Ababa, menewaskan 157 orang dari 35 negara.

Itu adalah kecelakaan kedua yang melibatkan 737 MAX 8 dalam enam bulan. Terakhir adalah Lion Air JT 610 yang berpesawat serupa.

Beberapa pihak telah menggarisbawahi kesamaan antara kedua insiden tersebut, dengan beberapa ahli mengutip data satelit dan bukti dari lokasi kecelakaan untuk menunjukkan hubungan antara bencana hari Minggu dengan JT 610 yang menewaskan 189 orang.

Kotak Hitam ET 302 Telah Diterima Prancis

Sementara itu, penyelidik di Prancis mengambil alih kotak hitam pesawat Ethiopian Airlines ET 302 yang jatuh saat mereka berusaha mengungkap apa yang menyebabkan bencana pada penerbangan berpesawat Boeing 737 MAX 8.

Biro Penyelidikan dan Analisis untuk Keselamatan Penerbangan Sipil (BEA) menerima data penerbangan dan perekam suara kokpit pada hari Kamis.

Pembacaan pertama bisa memakan waktu berhari-hari, tetapi banyak tergantung pada kondisi kotak.

Seorang juru bicara BEA mengatakan dia tidak tahu dalam kondisi apa kotak hitam itu berada.

"Pertama kita akan mencoba membaca data," kata juru bicara itu, seraya menambahkan bahwa analisis pertama bisa memakan waktu antara setengah hari dan beberapa hari.

Lanjutkan Membaca ↓