Bus Wisata China Meledak Lalu Terbakar, 26 Orang Tewas

Oleh Teddy Tri Setio Berty pada 23 Mar 2019, 12:28 WIB
Diperbarui 23 Mar 2019, 13:17 WIB
20160224-Ilustrasi Mobil Terbakar-iStockphoto

Liputan6.com, Changde - Sebuah bus wisata yang membawa turis menuju Mao Zedong, China tiba-tiba meledak dan membakar seluruh bagian kendaraan pada Jumat 22 Maret 2019 malam.

Dikutip dari laman New York Times, Sabtu (23/3/2019), akibat kejadian itu sedikitnya 26 orang dilaporkan meninggal dunia. Sementara 30 orang lainnya mengalami luka.

Semula, bus bertenaga diesel itu berangkat dari Provinsi Henan menuju kawasan Mao Zedong yang berlokasi di Hunan Selatan, China.

Namun tiba-tiba, mobil itu meledak dan terbakar tepat di kawasan Changde -- sebuah kota yang ada di Hunan. Sambaran api melahap satu bus dengan cepat. Banyak korban tewas dikarenakan terperangkap dalam kendaraan.

Petugas yang mengetahui insiden ini langsung mengevakuasi korban dan berupaya mematikan api. Rincian lain soal kecelakaan itu tidak dijelaskan.

Pengemudi selamat dalam kejadian. Namun, ia ditahan oleh petugas kepolisian guna melakukan penyelidikan.

Kecelakaan mobil adalah lumrah di China, karena pemerintah kesulitan untuk menegakkan peraturan keselamatan.

Berdasarkan data yang terakhir kali bisa diperbarui pada 2015, total 58 ribu orang tewas dalam kecelakaan lalu lintas pada tahun itu. Pelanggaran peraturan lalu lintas disebut menjadi penyebab 90 persen kecelakaan yang mengakibatkan korban tewas atau terluka pada tahun itu.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

2 dari 2 halaman

Mobil Tabrak Kerumunan Orang di China

Tabrakan mobil
Ilustrasi tabrakan mobil. (Sumber Pixabay)

Sebelumnya, ada insiden merenggut nyawa yang juga terjadi di jalan raya. Sedikitnya enam orang dilaporkan meninggal dunia setelah sebuah mobil menabrak kerumunan orang di kota Zaoyang, China, pada Jumat (22/3).

Dikutip dari Japan Times, tak hanya menyebakan korban jiwa, sekitar tujuh orang lainnya juga dilaporkan mengalami luka-luka.

Menurut keterangan dari pihak berwajib, pelaku disebutkan tewas setelah ditembak oleh polisi.

Merek yang terluka langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Dalam tahun ini, China telah dilanda serentetan insiden serupa dalam satu bulan tahun terakhir.

September lalu, 11 orang dilaporkan tewas dan belasan lainnya terluka ketika sebuah mobil menabrak kerumunan orang di lapangan umum di kota Hengdong, provinsi Hunan.

Polisi menahan pengemudi yang merupakan seorang pria berusia 40-an. Pada akhir November 2018, sebuah mobil menabrak sekelompok anak-anak menyeberang jalan di depan sebuah sekolah dasar di provinsi Liaoning timur laut, China.

Insiden tersebut menewaskan lima orang dan melukai sedikitnya 19 orang. Pengemudi mengatakan dia "memilih korbannya secara acak". Ternyata pelaku frustasi lantaran rumah tangganya diterpa masalah terus menerus.

Lanjutkan Membaca ↓