Ragu Bermotif Teror, Turki Selidiki Penembakan di Utrecht Belanda

Oleh Siti Khotimah pada 19 Mar 2019, 10:03 WIB
Diperbarui 19 Mar 2019, 10:03 WIB
Angkat Bicara, Pejabat Dunia Kecam Kebijakan Trump Soal Yerusalem
Perbesar
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memberi keterangan saat menggelar pertemuan di Ankara, Turki (5/12). Karena kebijakan Trump soal Yerusalem, Erdogan akan memutus semua hubungan diplomatik dengan Israel. (Yasin Bulbul / Pool via AP)

Liputan6.com, Ankara - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa badan intelijen Turki tengah menyelidiki insiden penembakan di Utrecht Belanda yang terjadi pada Senin 18 Maret, tiga hari setelah serangan masjid di Selandia Baru.

Penyelidikan Ankara akan berfokus terkait motif penembakan, apakah alasan pribadi atau terorisme.

Seorang jaksa penuntut baru-baru ini mengatakan insiden kemungkinan terjadi karena "alasan keluarga," sebagaimana diwartakan oleh AFP dikutip dari The Jerusalem Post, Selasa (19/3/2019).

Segera setelah pernyataan diberikan, kantor berita Turki Anadolu yang dikelola pemerintah mengutip saudara laki-laki pelaku bahwa ia telah menembak seorang kerabat di trem lalu menyerang orang-orang yang mencoba membantu.

Namun sebelumnya, otoritas Belanda sempat mengeluarkan peringatan ancaman terorisme di provinsi Utrecht ke tingkat tertinggi. Sekolah diperingatkan untuk menutup pintu mereka, dengan polisi paramiliter meningkatkan keamanan di kawasan bandara dan infrastruktur vital lainnya, termasuk masjid-masjid.

Tingkat ancaman itu berkurang setelah Badan Penanggulangan Terorisme Nasional menyatakan telah menangkap tersangka, Gokmen Tanis (37). Penangkapan berhasil dilakukan setelah perburuan selama berjam-jam dengan sebelumnya berselisih dengan pihak berwenang di Belanda.

Sebelum penangkapan itu, Perdana Menteri Belanda Mark Rutte sempat mengadakan pembicaraan darurat terkait serangan itu. Tampak serangan yanag terjadi tiga hari pascapenembakan masjid di Selandi Baru yang menewaskan 50 orang telah membuatnya cemas.

"Negara kita hari ini dikejutkan oleh serangan di Utrecht ... Motif teroris tidak bisa dikesampingkan," kata Rutte.

"orang-orang tak bersalah telah dilanda kekerasan," lanjutnya.

Hingga saat ini, kasus penembakan trem di Utrecht masih berada di bawah penyelidikan, baik otoritas Belanda maupun intelijen Turki. Penyelidikan berfokus untuk memastikan motif di balik serangan.

 

Simak pula video pilihan berikut:

2 dari 2 halaman

Kronologi Penembakan

Tersangka penembakan di trem Utrecht, Belanda. (@POLITIEUTRECHT/Twitter)
Perbesar
Tersangka penembakan di trem Utrecht, Belanda. (@POLITIEUTRECHT/Twitter)

Seorang pria menembaki sebuah trem di kota Utrecht, Belanda pada Senin 18 Maret 2019 siang waktu lokal. Insiden penembakan yang terjadi sekitar pukul 10.45 waktu setempat (09.45 GMT) itu melukai beberapa orang, sebagaimana disampaikan oleh polisi setempat.

"Seorang pria mulai menembak dengan liar," kata seorang saksi mata kepada situs berita Belanda, NU.nl.

Insiden itu terjadi di sekitar persimpangan 24 Oktoberplein, Utrecht.

Otoritas transportasi Utrecht mengatakan layanan trem di kota semuanya telah dibatalkan.

Sebuah alun-alun dekat stasiun trem di barat kota juga telah ditutup oleh pihak berwenang, dengan petugas layanan darurat berada di lokasi, beberapa saat setelah kejadian, demikian seperti dikutip dari BBC.

Pelaku serangan berstatus buron kala itu, dan saat ini telah berhasil diringkus aparat pascaoperasi yang berlangsung hampir seharian.

Sebelumnya, dalam operasi berburu tersangka, tiga helikopter telah dikerahkan.

Polisi mengatakan mereka sedang menyelidiki "kemungkinan motif terorisme" dalam penembakan itu. Mereka meminta orang-orang menjaga agar jalanan tetap bersih agar para petugas darurat dapat melintas.

 

Lanjutkan Membaca ↓