Sampel DNA WNI Korban Kecelakaan Ethiopian Airlines Diserahkan ke Penyelidik

Oleh Rizki Akbar Hasan pada 18 Mar 2019, 11:11 WIB
Lokasi jatuhnya maskapai Ethiopian Airlines (AFP)

Liputan6.com, Addis Ababa - KBRI Addis Ababa, pada Jumat 15 Maret 2019 telah menerima sampel DNA almarhumah Harina Hafitz, WNI salah seorang korban kecelakaan pesawat Ethiopian Airlines ET 302 yang terjadi Minggu 10 Maret 2019.

"Sampel DNA tersebut akan segera disampaikan KBRI Addis Ababa kepada pihak berwenang setempat demi kepentingan identifikasi," kata Duta Besar RI untuk Ethiopia, Al Busyra Basnur dalam siaran pers yang dimuat Liputan6.com, Senin (18/3/2019).

Duta Besar Al Busyra Basnur mengatakan bahwa Sabtu 16 Maret 2019 bertempat di Kementerian Luar Negeri Ethiopia, Menteri Transportasi Ethiopia, Dagmawit Mogess dan Menteri Luar Negeri Ethiopia, Markos Tekle, menyampaikan briefing kepada para Duta Besar tentang perkembangan terakhir dan langkah-langkah yang akan diambil oleh pemerintah Ethiopia sehubungan dengan kecelakaan pesawat tersebut.

Pemerintah Ethiopia saat ini membentuk High Steering Committee untuk menangani kecelakaan pesawat Ethiopian Airlines itu.

Komite dipimpin oleh Menteri Transportasi, dengan anggota Menlu, Menkeu, Menkes, Jaksa Agung, Komisaris Polisi Federal, Ethiopian Civil Aviation Authority dan Ethiopian Airlines. Komite tersebut memiliki 6 sub komite yaitu Accident Investigation, Victim Identification and Family Support, Legal Issues, Accident Site, Communication and PR, Finance and Logistic.

Duta Besar Al Busyra Basnur, yang menghadiri briefing tersebut mengatakan bahwa proses identifikasi korban kecelakaan Ethiopian Airlines diperkirakan akan selesai dalam waktu 5-6 bulan.

 

Simak video pilihan berikut:

2 of 2

Dubes RI ke Lokasi Jatuhnya Pesawat

Yusron Fahmi/Liputan6.com
Pesawat maskapai Ethiopian Airlines dibajak sekelompok orang (The Guardian).

Sebelumnya, Rabu 13 Maret 2019, Duta Besar Al Busyra Basnur dan staf KBRI Addis Ababa, berkunjung ke lokasi jatuhnya pesawat, sekitar 125 km selatan kota Addis Ababa dan memimpin doa berasama untuk almarhum Ibu Harina Hafitz.

Sementara itu, Jumat malam (15/3), bertempat di Wisma Indonesia Addis Ababa, Duta Besar Al Busyra Basnur juga memimpin doa bersama masyarakat Indonesia di Addis Ababa untuk almarhumah Harina Hafitz.

Agenda itu sekaligus menjadi perkenalan masyarakat Indonesia di sana dengan Duta Besar RI Al Busyra Basnur, yang baru tiba dan memulai tugas di Addis Ababa 12 Maret 2019.

KBRI Addis Ababa terus melakukan koordinasi erat dengan Kemlu dan pihak-pihak terkait lainnya di Ethiopia, Kemlu RI dan keluarga almarhumah Harina Hafitz.

Lanjutkan Membaca ↓