AS dan Kanada Resmi Kandangkan Boeing 737 MAX Menyusul Jatuhnya Ethiopian Airlines

Oleh Siti Khotimah pada 14 Mar 2019, 02:43 WIB
Boeing 737 MAX

Liputan6.com, Jakarta - Menyusul keputusan otoritas penerbangan dari sejumlah negara yang menghentikan operasi Boeing 737 MAX, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan surat perintah darurat pada Rabu 13 Maret 2019. Perintah yang dimaksud bersubstansi untuk menangguhkan penerbangan Boeing 737 MAX, menanggapi jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines pada Minggu, akhir pekan lalu.

Administrasi penerbangan Federal sebelumnya bersikukuh pada status quo,  yakni tetap mengoperasikan tipe pesawat yang sama dengan Ethiopian Airlines ET302, serta Lion Air JT 610 yang jatuh di Indonesia pada Oktober tahun lalu.

Mengutip BBC News pada Kamis (14/3/2019), keputusan Trump akan dijalankan hingga Boeing "memberikan solusi," demikian bagian akhir surat perintah darurat yang dimaksud.

Sebagai maskapai yang terdampak oleh keputusan itu, American Airlines mengatakan telah mengetahui terlebi dulu dari otoritas terkait.

Maskapai pemilik 24 pesawat yang terkena suspensi tersebut mengatakan bahwa pihaknya akan segera mencari alternatif terbaik bagi para pelanggannya.

"Tim kami akan bekerja agar para pelanggan memesan ulang secepat mungkin, dan kami mohon maaf apabila terdapat ketidaknyamanan," kata pihak American Airlines.

Penangguhan operasi pesawat Boeing 737 MAX di sejumlah negara ini adalah tanggapan atas jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines ET302 pada Minggu, akhir pekan lalu, beberapa menit setelah lepas landas dari Bandara Addis Ababa. Dalam insiden itu 157 orang tewas.

 

Simak pula video pilihan berikut:

 

2 of 2

Kanada Juga Berkeputusan Sama

Ilustrasi bendera Kanada (AFP/Geoff Robins)
Ilustrasi bendera Kanada (AFP/Geoff Robins)

Kanada relatif lebih dulu menangguhkan operasi Boeing 737 MAX dibandingkan dengan AS. Negara yang sempat menerbangkan armada Boeing 737 MAX 8 pascakecelakaan Ethiopian Airlines itu, akhirnya menemukan “bukti” yang relevan untuk mengandangkan ti pesawat itu.

Menteri Transportasi Kanada, Marc Garneau mengatakan bahwa data satelit menunjukkan adanya kesamaan pola penerbangan pesawat Boeing 737 MAX yang beroperasi di Kanada dan pesawat Ethiopian Airlines yang jatuh.

"Sebagai hasill dari data baru yang kami terima pagi ini, dan memiliki kesempatan untuk menganalisis, dan atas saran para ahli saya, serta sebagai upaya pencegahan, ssaya mengeluarkan pemberitahuan keselamatan," kata Garneau.

Pemberitahuan keselamatan yang dimaksud berisi bahwa tiga maskapai penerbangan di Kanada yang mengoperasikan 41 pesawat MAX 8, tidak akan dapat menggunakannya di wilayah Kanada.

"Pemberitahuan ini akan efektif berlaku dengan segera dan dijalankan hingga. Pemberitahuan lebih lanjut," pungkas pengumuman itu.

Pelarangan yang dimaksud merujuk pada penerbangan menuju,  dari, dan melintasi wilayah udara Kanada.

Lanjutkan Membaca ↓