Usai Jatuhnya Ethiopian Airlines, Boeing Tunda Peluncuran Pesawat Terbarunya

Oleh Rizki Akbar Hasan pada 11 Mar 2019, 11:31 WIB
Diperbarui 11 Mar 2019, 11:31 WIB
Ilustrasi pesawat yang berada di dekat bendara (AFP Photo)
Perbesar
Ilustrasi pesawat (AFP Photo)

Liputan6.com, Seattle - Boeing telah menunda peluncuran tipe pesawat 777X terbarunya yang direncanakan pekan ini. Meski tidak menyebut alasan, penundaan itu diumumkan segera setelah kecelakaan nahas Ethiopian Airlines ET 302 pesawat Boeing 737 MAX 8 pada Minggu 10 Maret 2019.

Sebuah Boeing 737 MAX 8 yang dioperasikan oleh Ethiopian Airlines jatuh pada Minggu pagi, hanya beberapa menit setelah lepas landas dari Addis Ababa. Semua 157 orang di dalamnya tewas.

Bencana itu terjadi kurang dari lima bulan setelah Boeing 737 MAX 8 lainnya jatuh di lepas pantai Jakarta, Indonesia pada akhir Oktober 2018, menewaskan 189 orang.

Boeing mengumumkan minggu lalu bahwa 777X, yang dapat mengangkut sebanyak 425 penumpang, akan melakukan "debutnya ke dunia" pada Rabu pekan ini, demikian seperti dikutip dari CNN, Senin (11/3/2019).

Pihak perusahaan menggambarkannya sebagai "jet mesin kembar terbesar, paling efisien di planet ini."

Tetapi seorang juru bicara Boeing mengatakan Minggu 10 Maret malam bahwa perusahaan tersebut menunda pengumuman peluncuran 777X. Dia tidak mengatakan kapan peluncuran itu akan dilaksanakan, tetapi menambahkan bahwa tidak ada perubahan lain pada jadwal.

Boeing berencana untuk mengirimkan 777X pertama tahun depan.

 

Simak video pilihan berikut:

2 dari 2 halaman

China Kandangkan Seluruh Pesawat Boeing 737 MAX 8

Pesawat Ethiopian Airlines
Perbesar
Pemeriksaan terhadap awak Pesawat B 7777 F kargo Ethiopian Airlines yang dipaksa mendarat masih terus berlanjut. (Liputan6.com/ M Syukur)

Pemerintah China memerintahkan penghentian operasional semua pesawat Boeing 737 MAX 8 untuk penerbangan domestik di negara itu, menyusul tragedi jatuhnya Ethiopian Airlines pada Minggu pagi, yang menewaskan seluruh penumpang dan awak kabin.

Perintah tersebut dikeluarkan oleh Otoritas Penerbangan Sipil China (CAAC) pada hari Senin, pukul 09.00 waktu setempat, di mana menguraikan kesamaan kecelakaan itu dengan tragedi jatuhnya Lion Air JT 610 di Laut Jawa, Oktober lalu, yang menewaskan 189 orang di dalamnya. Baca selengkapnya...

Lanjutkan Membaca ↓