Kisah Tragis Pemerkosa India, Tewas Terbakar di Tangan Korban

Oleh Siti Khotimah pada 07 Mar 2019, 11:42 WIB
Diperbarui 09 Mar 2019, 11:13 WIB
20151019-Ilustrasi-Kebakaran-Hutan

Liputan6.com, New Delhi - Seorang pria pelaku kekerasan seksual di India tewas terbakar pasca-memperkosa korbannya. Kepolisian setempat melaporkan pada Rabu, 6 Maret 2019 bahwa ia dibakar oleh sang korban.

Perempuan berstatus janda tiga anak yang tidak disebutkan namanya, mengatakan kepada polisi bahwa pria itu (42) menyerang dan memperkosanya di sebuah rumah di bagian utara Kolkata, India Timur, pada Senin 5 Maret 2019. Saat itu, putrinya sedang tidak berada di rumah.

"Kemudian dia menuangkan minyak tanah ke tubuhnya dan membakarnya," kata Sajal Kanti Biswas, seorang petugas kepolisian, mengutip pernyataan wanita itu.

Asap yang muncul dari tempat kejadian perkara, mengundang perhatian warga setempat. Sejumlah orang segera bergegas mendatangi sumber asap, dan menemukan dua orang terbakar dengan jeriken minyak tanah terlihat berada di sebuah ruangan.

Keduanya segera dilarikan ke rumah sakit setempat, sebelum akhirnya dibawa ke Malda Medical College and Hospital, mengutip Channel News Asia pada Rabu (7/3/2019).

Pelaku perkosaan dinyatakan meninggal karena luka-lukanya pada Selasa pagi, 6 Maret 2019. Sedangkan sang wanita selamat dengan luka bakar di wajah dan tangannya.

India memang disebut-sebut memiliki peradilan yang lambat, khususnya dalam menangani kasus perkosaan. Hal itu mengecewakan para korban.

Dalam beberapa tahun terakhir, terdapat beberapa insiden miris di mana korban nekat mengambil tindakan ekstrem untuk mencari "keadilan instan".

Pada Desember lalu, seorang janda dua anak (47) di India memotong penis penguntitnya. Ia melakukannya karena marah, setelah pelaku yang berusia 27 tahun berulang kali membuntutinya dan melakukan kekerasan seksual.

 

Simak pula video pilihan berikut:

2 of 2

Insiden Korban Perkosaan yang Dibakar

Unjuk rasa di India menuntut hukuman mati bagi pelaku pemerkosaan (Ajit Solanki / AP Photo)
Unjuk rasa di India menuntut hukuman mati bagi pelaku pemerkosaan (Ajit Solanki / AP Photo)

Jika pada kasus sebelumnya pelaku perkosaan dibakar oleh korban, pada Mei 2018 terjadi insiden di mana pelaku tega membakar korbannya. Seorang remaja putri berusia 16 tahun di India tewas dibakar hidup-hidup, usai orangtuanya melaporkan bahwa anak mereka telah diperkosa oleh sejumlah pria.

Peristiwa mengerikan itu bermula ketika korban dan keluarganya menghadiri pernikahan kerabat mereka ke desa tetangga. Remaja dari desa Chatra, di timur negara bagian Jharkhand, India itu diculik oleh segerombolan pria.

Sebelum dikembalikan ke tempat pesta, gadis 16 tahun itu diperkosa ramai-ramai.

Tak terima dengan kondisi putri mereka, orangtua sang korban melapor ke petinggi desa setempat. Lalu, para petinggi itu memerintahkan menghukum sejumlah pria yang diduga pelaku pemerkosa.

Dikutip dari ABC.net.au, para petinggi desa di India itu menghukum para pelaku dengan 100 kali sit-up dan denda 500 rupee atau sekitar Rp 10,5 juta.

Rupanya, para pelaku tak terima dengan hukuman itu.

"Alih-alih marah kepada petinggi, mereka justru mengamuk kepada keluarga korban. Para pelaku lalu memukuli orangtua gadis itu lalu membakar korban hidup-hidup hingga tewas," kata hakim distrik India, Jitendera Singh.

Singh mengatakan polisi India telah menangkap 14 pria yang melakukan tindak kekerasan itu. Namun, mereka masih mencari pelaku utamanya.

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait