KBRI Kairo Mendampingi 32 Relawan Indonesia ke Jalur Gaza

Oleh Siti Khotimah pada 26 Feb 2019, 16:35 WIB
Diperbarui 26 Feb 2019, 17:17 WIB
Dubes Kairo menerima perwakilan MER-C

Liputan6.com, Kairo - Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Mesir (KBRI Kairo) mendampingi 32 relawan menuju Jalur Gaza. Mereka mengemban misi untuk menyelesaikan pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Palestina.

Seluruh relawan yang berasal dari Medical Emergency Rescue Comiittee (MER-C) tersebut telah berada di Negeri Piramida sejak Sabtu, 23 Februari 2019.

Para relawan bertolak menuju Gaza pada Senin dini hari, 25 Februari 2019 melalui pintu perbatasah Rafah di Mesir. Mereka berangkat dengan bus sekitar pukul 04.00 waktu setempat.

Dalam kesempatan itu, Koordinator Fungsi Protokol KBRI Kairo Ninik Rahayu mendampingi rombongan hingga perbatasan Mesir-Israel.

Tidak hanya mendampingi, pihak KBRI Kairo mengaku telah membantu pengurusan visa dan proses perizinan masuk (entry permit) bagi relawan menuju Jalur Gaza, melalui perbatasan Rafah.

Hal itu menurut Helmy Fauzi, Duta Besar Indonesia untuk Mesir, dilakukan untuk membuktikan konsistensi politik luar negeri Indonesia dalam permasalahan Palestina.

"Apa yang kami lakukan ini semata-mata menjalankan sikap serta konsistensi politik luar negeri pemerintahan Joko Widodo dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina," kata Helmy.

Dalam kesempatan yang sama ,Helmy juga menyatakan bahwa pihaknya menyambut baik aksi bantuan kemanusiaan yang ditujukan kepada Palestina. Di sisi lain, ia mengapresiasi sikap pemerintah Mesir yang membuka akses MER-C menuju Gaza.

 

Simak pula video pilihan berikut:

2 dari 2 halaman

Bangun Rumah Sakit di Jalur Gaza

KBRI Kairo Dampingi Relawan MER-C Masuk Gaza (Dokumentasi KBRI Kairo)
Medical Emergency Rescue Comiittee (MER-C) mengirimkan 32 relawan menuju Jalur Gaza, Palestina, (25/2) pagi. Kedatangan tim MER-C ke Palestina ini bertujuan untuk melanjutkan pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Bayt Lahiya, Gaza Utara. (Dok. KBRI Kairo)

Sebanyak 32 relawan dari MER-C mengemban misi untuk menuntaskan pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Bayt Lahiya, Gaza Utara. Rencananya, mereka akan berada di sana hingga pembangunan selesai.

Dalam rombongan tersebut, terdapat dua Presidium MER-C yakni Arief Rachman dan Faried Thailb --yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Pembangunan Tahap 2 Rumah Sakit Indonesia.

Arsitek Rumah Sakit Indonesia, Rizal Syarifudin, juga turut serta dalam rombongan itu.

Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza dibangun dalam rangka menambah kapasitas layanan medis bagi masyarakat di wilayah Gaza bagian utara.

Dengan demikian, penderitaan Palestina diharapkan semakin ringan. Mengingat, sering kali warga di Jalur Gaza terpaksa tewas dalam konflik, akibat fasilitas kesehatan yang kurang memadai.

"Kami mendoakan proses perjalanan masuk ke Jalur Gaza aman dan lancar sehingga niat baik meringankan beban masyarakat Palestina, terutama yang berada di Jalur Gaza dapat terlaksana," pungkas Helmy.

Lanjutkan Membaca ↓