Pasangan Sejenis Perdana Menteri Serbia Melahirkan Bayi Laki-laki

pada 24 Feb 2019, 11:01 WIB
Diperbarui 24 Feb 2019, 11:01 WIB
Perdana Menteri Serbia, Ana Brnabic. (AP)
Perbesar
Perdana Menteri Serbia, Ana Brnabic. (AP)

Belgrade - Pasangan hidup Perdana Menteri Ana Brnabic dari hubungan sejenis melahirkan bayi laki-laki. Kantor PM menyebutnya sebagai peristiwa bersejarah meskipun negara konservatif itu tidak secara hukum mengakui pernikahan atau kemitraan sesama jenis.

Ana Brnabic adalah salah seorang perdana menteri pertama yang pasangannya melahirkan saat ia masih menjabat.

"Pertama di dunia sebagai pasangan sesama jenis," demikian pernyataan kantor Perdana Menteri Brnabic.

Salah seorang pejabat kantor PM Brnabic mengatakan bahwa persalinan berjalan dengan lancar.

"Persalinan berjalan dengan baik. Ibu dan bayinya baik-baik saja".

Menurut media setempat, bayinya diberi nama Igor, sebagaimana dikutip dari DW Indonesia pada Sabtu (23/2/2019).

Brnabic (43) menjadi salah satu dari sedikit pemimpin pemerintahan yang menyatakan diri sebagai gay atau lesbian secara terbuka ketika ia diangkat sebagai perdana menteri pada Juni 2017.

 

Simak pula video berikut:

2 dari 2 halaman

Menolak Berkomentar Soal Legalisasi

Ilustrasi pernikahan sesama jenis
Perbesar
Ilustrasi pernikahan sesama jenis (AFP Photo/Odd Andersen)

Meskipun Perdana Menteri Serbia Ana Brnabic melakukan pernikahan sesama jenis, dia belum menjadi advokat vokal tentang masalah LGBT di negara di mana homofobia tersebar luas.

Pada Februari saja, setidaknya ada dua tindakan vandalisme di pusat LGBT di Beograd.

Saat menghadiri Pride Parade di Beograd pada 2017, Brnabic menolak untuk mengomentari apakah dia ingin melihat pernikahan sesama jenis dilegalkan di negaranya.

"Saya tidak bisa memberikan pendapat pribadi saya sekarang karena saya di sini sebagai perdana menteri yang mewakili pemerintah Serbia," katanya saat itu.

Meskipun negara tersebut memiliki berbagai tindakan hukum yang menangani identitas gender dan diskriminasi anti-gay, aktivis HAM mengatakan bahwa implementasinya buruk.

Kampanye untuk mengadopsi undang-undang tentang kemitraan sesama jenis, di mana para aktivis berharap mendapatkan dukungan perdana menteri, belum berhasil.

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait