Waspada, Ini 4 Pertanda Sang Kekasih Akan Menghancurkan Hati Anda

Oleh Teddy Tri Setio Berty pada 18 Feb 2019, 19:45 WIB
Diperbarui 18 Feb 2019, 20:16 WIB
Putus Cinta atau Putus Hubungan

Liputan6.com, Jakarta - Salah satu risiko dalam menjalin sebuah hubungan adalah putus cinta. Jika Anda merasa hubungan dengan pasangan baik-baik saja, itu tidak menjamin patner Anda merasakan hal yang sama.

Oleh karenanya, komunikasi sangatlah penting dalam hubungan demi memastikan sang kekasih baik-baik saja. Jangan sampai terucap kata putus cinta dan Anda menyesal belakangan.

Tanda-tanda, tingkah laku, dan tindakan seseorang yang mulai tidak bisa melihat masa depan dengan pasangannya memang samar, dan bisa jadi terlihat normal-normal saja.

Kendati demikian ada sejumlah tanda-tanda yang akan terlihat apabila pasangan Anda akan menyakiti perasaan Anda, meski Anda sudah meminta untuk tidak putus. Seperti dikutip dari laman Brightside.me, Senin (18/2/2019), berikut empat di antaranya yang harus Anda waspadai.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

2 of 5

1. Terlalu Cepat Melangkah

Ilustrasi putus cinta (iStockphoto)
Ilustrasi putus cinta (iStockphoto)

Cinta terlalu buru-buru itu juga tidak baik. Meski terasa indah, cara seperti ini dianggap sebagai awal mula timbulnya rasa sakit hati akibat dihancurkan sang kekasih.

Pada hari pertama misalnya mengajak ketemuan. Hari kedua sudah berani panggil sayang atau bermesraan dan hari berikutnya meminta untuk dijadikan kekasih.

Pasangan semacam ini biasanya sudah terbiasa dengan pola dan situasi tersebut. Oleh karenanya, perlu pemikiran yang matang sebelum meresmikan hubungan.

3 of 5

2. Tak Memberi Ruang untuk Kekasih

Ilustrasi putus cinta (iStockphoto)
Ilustrasi putus cinta (iStockphoto)

Dalam membangun hubungan dengan kekasih, chemistry memang diperlukan. Sebab, dengan hubungan baik Anda dan kekasih bisa membangun hubungan ke ranah yang lebih serius.

Namun, kedekatan yang terlalu berlebihan seperti butuh pelukan setiap saat dianggap sebagai cikal bakal keretakan sebuah hubungan.

Mengapa itu buruk: Sebab, Anda tidak memberi ruang pada pasangan Anda. Padahal, kehidupan seseorang butuh privasi.

Cara memperbaikinya: Jadi, jika Anda benar-benar ingin hubungan Anda bertahan lama, teruslah berprilaku mandiri. Andalkan diri sendiri meski punya kekasih.

 

4 of 5

3. Terlalu Posesif

Ilustrasi putus cinta (iStockphoto)
Ilustrasi putus cinta (iStockphoto)

Upaya untuk mengendalikan hidup pasangan biasanya merupakan tanda bahwa Anda memiliki masalah kepercayaan yang serius.

Rasa cemburu yang berlebihan atau posesif juga dinilai sebagai cikal bakal keretakan dan pendeknya usia hubungan percintaan tersebut.

Mengapa itu buruk: Jika Anda ingin mengontrol atau mengomentari setiap gerakan yang dilakukan orang lain, pasangan Anda mungkin merasa bahwa Anda mencoba membatasi dunia pribadi mereka.

5 of 5

4. Berpura-pura Menjadi Orang Lain

Ilustrasi putus cinta (iStockphoto)
Ilustrasi putus cinta (iStockphoto)

Dalam menjalin hubungan, sebaiknya saling jujur. Bukan hanya jujur dalam aktivitas sehari-hari, tetapi juga jujur akan diri sendiri. Jangan menjadi orang lain, karena itu semua akan menghambat Anda dalam mengenal satu sama lain.

Selain itu, keterbukaan penting guna menghindari hal yang tidak diinginkan. Apabila Anda melangkah ke jenjang yang lebih jauh. Jika sudah membangun rumah tangga, tentu akan saling kenal satu sama lain.

Lanjutkan Membaca ↓