Minum Teh Hijau hingga Urine Sapi, 4 Cara Ini Bisa Sembuhkan Kanker Darah?

Oleh Siti Khotimah pada 15 Feb 2019, 20:10 WIB
[Fimela] Teh Hijau

Liputan6.com, Jakarta - Baru-baru ini, perhatian publik tertuju pada penyakit kanker darah yang diderita oleh Ani Yudhoyono. Warganet juga berbondong-bondong mencari tahu tentang gejala hingga pengobatan penyakit yang dimaksud.

Selain pengobatan medis yang biasa ditempuh oleh banyak orang, ada pula yang menerapkan metode penyembuhan dengan menggunakan beberapa jenis obat herbal, yang disinyalir mampu mengobati kanker darah.

Berikut informasi obat herbal untuk mencegah dan mengobati kanker darah tersebut, dikutip dari berbagai sumber.

 

 

Simak video pilihan berikut:

2 of 5

1. Teh Hijau

Ilustrasi Teh Hijau
Ilustrasi Teh Hijau (iStock)

Dilansir dari situs Huffington Post pada Jumat (15/2/2019), beberapa penelitian tentang populasi di Asia Afrika telah menemukan bahwa teh hijau dapat mengurangi risiko leukimia.

Menurut studi epidemiologi, di antara penduduk perkotaan bagian barat daya Taiwan, pengonsumsi teh hijau memiliki risiko leukimia yang lebih rendah.

Selain itu, berdasarkan hasil penelitian yang dipublikasikan dalam British Journal of Cancer, konsumsi teh hijau dengan dosis yang tepat dapat menurunkan potensi leukimia.

Ternyata, hal itu disebabkan oleh kandungan epigallocatechin-3-gallate (EGCG) dalam teh hijau yang lebih tinggi, jika dibandingkan dengan jenis teh lainnya. EGCG itu memberikan efek anti-kanker terhadap beragam jenis kanker.

Meskipun demikian, konsumsi EGCG dalam dosis banyak (4.000 miligram) tidak diperbolehkan, kecuali dengan pengawasan dokter. Begitu juga wanita hamil, yang dilarang meminum teh hijau atau suplemen EGCG.

Bagi yang ingin mengonsumsi teh hijau untuk mencegah atau mengobati kanker darah, pastikan hanya dua cangkir teh hijau setiap hari dan tidak sedang dalam kondisi mengandung.

3 of 5

2. Rumput Gandum

Rumput Gandum atau Wheatgrass (iStock)
Rumput Gandum atau Wheatgrass (iStock)

Mengonsumsi jus ekstrak rumput gandum atau wheatgrass sebanyak dua sendok makan tiap dua kali sehari, dianggap bisa menyembuhkan kanker darah.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Rucha Diwakar Gore, Sangeeta Jayant Palaskar, dan Anirudha Ratnadeep Bartake yang dipublikasikan dalam Journal of Clinical and Diagnostic Research, rumput gandum muda dari tanaman gandum Tritcumaestivum linn, keluarga Poaceae (Gramineae) mengandung 41,4 persen penghambat sel OSCC --diamati pada 1.000 mikrogram per-mililiter.

Rumput gandum juga memiliki sejumlah nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh, di antaranya adalah vitamin, mineral, asam amino, serta enzim-enzim vital yang memainkan peran penting dalam antikanker.

Tanaman itu juga disebut sebagai 'darah hijau', karena memiliki klorofil yang tinggi yang mampu menyuplai oksigen ke seluruh tubuh.

4 of 5

3. Gulma Laut Bermuda

Gulma Rumput Laut Bermuda atau Cynodon Dactylon L. (iStock)
Gulma Rumput Laut Bermuda atau Cynodon Dactylon L. (iStock)

Konsumsi dua sendok makan jus Cynodon dactylon atau gulma rumput laut bermuda sebanyak tiga kali sehari, dipercaya dapat mengobati kanker darah.

Menurut sebuah hasil penelitian yang diterbitkan dalam South Asian Journal of Cancer berjudul "Anticancer activity of Cynodon Dactylon L. Root Extract Against Diethyl Nitrosamine induced Hypatic Carcinoma" dikatakan bahwa ekstrak metanol dari tumbuhan ini memiliki sifat antikanker yang signifikan.

Hal tersebut didapatkan dari hasil uji enzim antioksidan mengenai peningkatan aktivitas glutathione peroxidase (GPx), glutathione-S-transferase (GST), dan katalase (CAT).

5 of 5

4. Urine Sapi

Urine sapi (AFP photo)
Urine sapi (AFP photo)

Sebuah situs Herbpathy merilis informasi bahwa urine sapi yang diminum dua kali sehari dapat mengobati kanker darah. Begitu pula menurut mitos yang beredar, yang salah satunya sempat menggegerkan warga di India.

Namun, menurut informasi dari media India, CNN-News18 yang telah melakukan wawancara terhadap Venkatraman Rashakrishnan, seorang profesor di bidang Medical and Pediatric Oncology(onkologi medis dan pediatrik), air seni hewan tersebut tidak terbukti mampu mengobati kanker darah.

"Tidak ada bukti ilmiah untuk itu (kencing sapi). Rekan-rekan ahli kanker saya dan saya sendiri belum melihat seorang pasien yang secara eksklusif mengkonsumsi urine sapi dan dia sembuh total dari kanker," kata Rashakrishnan. Fakta ini pun dibenarkan oleh Dr. Amit Agarwal, ahli onkologi di New Delhi India.

Lanjutkan Membaca ↓