Mengenal 7 Gejala Kanker Darah, Penyakit yang Diidap Ani Yudhoyono

Oleh Happy Ferdian Syah Utomo pada 14 Feb 2019, 19:05 WIB
Ilustrasi golongan darah

Liputan6.com, Jakarta - Kabar dirawatnya mantan Ibu Negara Ani Yudhoyono di Rumah Sakit National Unniversity Singapura tengah menjadi sorotan, termasuk soal kanker darah yang diidapnya. 

Istri dari Presiden Republik Indonesia ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono itu berobat di Negeri Singa sejak 2 Februari 2019, dan masih harus menjalani berbagai perawatan kesehatan hingga sekarang.

Meski begitu, masih banyak masyarakat yang belum familiar dengan kanker darah.

Dikutip dari Express.co.uk pada Senin (14/2/2019), kanker darah adalah istilah umum untuk serangan kanker yang mempengaruhi kondisi darah, sumsum tulang, dan sistem limfatik.

Kanker darah memiliki lebih dari 130 jenis penyakit, termasuk di antaranya leukemia, lymphoma, dan myeloma. Untuk itu, statistik biasanya disajikan secara individual, namun sayangnya, dampak keseluruhan dari penyakit ini kerap kali diremehkan.

Padahal, penyakit ini telah disebut oleh riset Harvard Medical School sebagai salah satu dari lima kanker paling mematikan di dunia.

Kanker darah dapat terjadi jika seseorang tidak memiliki keseimbangan yang tepat dari berbagai jenis sel darah, jelas sebuah lembaga amal di isu terkait, Bloodwise.

Seseorang mungkin memiliki terlalu banyak jenis sel darah, atau bisa juga sebaliknya, di mana kedua hal tersebut bisa memicu gangguan fungsionalitas yang berdampak pada turunnya performa tubuh.

Tiga Jenis Kanker Darah Paling Umum

Dari tiga jenis utama kanker darah, leukemia adalah yang paling sering menyerang manusia. Kondisi tersebut mempengaruhi sel-sel darah putih, yang merupakan bagian penting dari sistem kekebalan tubuh, dan tameng alami melawan infeksi.

Adapun Limfoma terjadi ketika kesalahan formasi sel darah putih berjuluk limfosit, yang ditemukan dalam darah, sumsum tulang dan kelenjar getah bening.

Sedangkan Myeloma, tipe paling umum berikutnya, adalah ketika sel-sel plasma di sumsum tulang, yang membantu melawan infeksi, menjadi rusak.

Gejala kanker darah seringkali tidak jelas, sehingga membuat diagnosis dini menjadi sulit.

Meski begitu, ada beberapa tanda umum yang bisa mengindikasikan serangan kanker darah, seperti misalnya tujuh hal di bawah ini.

 

Simak video pilihan berikut:

2 of 4

1. Kelelahan ekstrem

Stres - sakit kepala - lelah (iStock)
Ilustrasi stres - sakit kepala - lelah (iStockphoto)

Salah satu gejala kanker darah adalah anemia, yang dapat muncul dengan sendirinya sebagai kelelahan akut dalam jangka waktu tertentu.

Kondisi ini juga dapat menyebabkan sesak napas (bahkan ketika Anda sedang beristirahat), pucat, nyeri dada, dan pusing.

 

2. Memar dan berdarah

Ilustrasi Luka Gores (iStockphoto)​

Rendahnya tingkat sel pembekuan darah dapat menyebabkan bintik-bintik merah seukuran pin pada kulit manusia, atau bisa juga memunculkan ruam ungu.

"Ini juga dapat menyebabkan pendarahan dari hidung, gusi, luka, haid yang berat, atau darah di kotoran Anda," kata Bloodwise.

3 of 4

3. Benjolan dan pembengkakan

Ilustrasi Bentol, Kulit, Bentol-Bentol (iStockphoto)
Haruskah Bentol Kecil Dicurigai Sebagai Kanker Sarkoma Ewing? (iStockphoto)

Benjolan di leher, ketiak atau selangkangan bisa menjadi tanda bahwa sel darah putih abnormal menumpuk di kelenjar getah bening Anda.

Benjolan biasanya tidak menimbulkan rasa sakit, tetapi dapat menyebabkan ketidaknyamanan jika mereka menekan ke dalam organ internal seperti paru-paru.

 

4. Penurunan berat badan yang tidak bisa dijelaskan

Ilustrasi timbangan (iStock)

Penurunan berat badan yang signifikan, di mana lebih dari lima persen atas berat badan Anda tanpa diet atau olahraga ekstra, bisa menjadi tanda kanker darah. Hal ini disebabkan oleh pembelahan sel yang menghabiskan banyak energi, sehingga memicu peningkatan metabolisme hingga melebihi ambang batas.

4 of 4

5. Sakit perut

Ilustrasi diare (iStockphoto)
Ilustrasi diare (iStockphoto)

Peningkatan sel-sel darah abnormal di limpa Anda dapat menyebabkan masalah perut. Pada kasus umum, penderita mungkin merasa kenyang setelah makan sedikit, atau merasa tidak nyaman di sisi kiri tulang rusuk mereka.

 

6. Infeksi dan suhu tinggi

Ilustrasi sakit flu (iStock)

Kanker darah dapat menyebabkan gejala serupa flu, seperti batuk atau sakit tenggorokan, karena berkurangnya tingkat sel darah putih penangkal infeksi. Kurangnya sel-sel penting ini juga dapat menyebabkan sering demam.

 

7. Berkeringat di malam hari

Ilustrasi mimpi buruk saat tidur (iStockphoto/demaerre)

Keringat malam yang basah kuyup bisa mengindikasikan seseorang menderita kanker darah. Gejala ini paling umum di antara orang-orang dengan limfoma. Perawatan untuk kanker darah jenis ini termasuk kemoterapi dan radioterapi.

Lanjutkan Membaca ↓