Pendukung Trump Serang Jurnalis BBC

Oleh Liputan6.com pada 14 Feb 2019, 09:30 WIB
Diperbarui 14 Feb 2019, 09:30 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan pidato kenegaraan tahunan State of the Union 2019 (AP PHOTO)

Liputan6.com, Texas - Ron Skeans, juru kamera media Inggris, British Broadcasting Corporation (BBC) diserang oleh salah satu pendukung Donald Trump dalam sebuah rapat umum pada Senin 11 Februari 2019 malam waktu setempat. Dalam kejadian di El Paso, Texas tersebut, pelaku melompat ke pentas dan mendorong fotografer dengan kasar.

Korban tidak mengalami cedera akibat serangan pemilik topi bertuliskan ‘Make America Great Again’ itu, dikutip dari VOA Indonesia pada Rabu (13/2/2019).

Reporter BBC, Gary O’Donoghue, mengatakan pelaku mencoba membanting kamera sebelum dapat dikuasai. Selain itu, ia juga mengucapkan kata-kata tak senonoh pada reporter dan awak televisi sebelum seorang pendukung Trump lainnya menarik pria itu.

 

Presiden Trump berhenti sejenak dan bertanya apakah baik-baik saja, lalu meneruskan pidatonya tentang membangun tembok dan berbicara tentang ‘media yang tidak jujur’.

Atas kejadian itu, pihak BBC meminta Gedung Putih untuk meningkatkan pengamanan.

Juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders mengatakan pada Selasa 12 Februari 2019 bahwa “Presiden Trump mengutuk semua tindak kekerasan terhadap individu atau kelompok orang termasuk anggota pers. Kami minta semua yang menghadiri suatu acara agar tetap bersikap tenteram dan hormat”.

Menteri Luar Negeri Inggris Jeremy Hunt mengatakan wartawan jangan sampai pernah diserang dalam melaksanakan tugas mereka.

Sejak masih berkampanye Trump sudah menjadikan media sasaran penghinaan. Ia mencaci-maki wartawan sewaktu konferensi pers, menuduh jaringan televisi berbohong, dan terus-menerus mencap harian New York Times sebagai ‘gagal dan pengecut’.

Simak pula video berikut:

 

2 dari 2 halaman

Jurnalis Juga Ditembak di Meksiko

Bendera Meksiko (AP/Marco Ugarte)
Bendera Meksiko (AP/Marco Ugarte)

Kasus penyerangan jurnalis bukan kali pertamanya terjadi. Beberapa waktu lalu, Jesus Eugenio Ramos Rodriguez, sorang jurnalis tewas ketika diserang saat sarapan pagi pada Sabtu, 9 Februari 2019.

CNN melaporkan bahwa pihak berwenang Meksiko mengkonfirmasi kematian Rodriguez pada hari Sabtu. Mereka mengatakan dia berada di sebuah restoran pagi itu di Kota Tabasco ketika dia dibunuh dengan cara ditembak.

Rodriguez merupakan pembawa acara radio yang mengudara dua kali sehari. Menurut pemerintah memimpin Notimex (kantor berita resmi Meksiko), ia adalah jurnalis kedua yang terbunuh di Meksiko pada 2019.

Sejauh ini motif penembakan belum diketahui.

Pihak berwenang Tabasco sedang menyelidiki penembakan itu. Pemerintah Meksiko telah berjanji untuk memperkuat langkah-langkah keamanannya bagi para jurnalis dan pekerja hak asasi manusia.

Koordinator Bidang Komunikasi Meksiko untuk kantor Presiden, Jesus Ramirez, mentwit tentang pentingnya melindungi jurnalis.

"Kebebasan berekspresi adalah hak dan elemen fundamental untuk demokrasi, keadilan, dan kebebasan," kata Ramirez di Twitter.

Dengan sembilan wartawan terbunuh pada 2018, Meksiko menjadi negara paling mematikan keempat di dunia untuk wartawan, menurut laporan oleh Reporters Without Borders yang dikenal secara internasional sebagai Reporters Sans Frontières (RSF).

Amerika Serikat, tahun lalu, berada di urutan kelima. Wartawan yang meliput korupsi politik dan kejahatan terorganisasi sering menjadi target kekerasan di Meksiko, menurut RSF.

Lanjutkan Membaca ↓