Selain Indonesia, Putra Mahkota Arab Saudi Akan Melawat ke 4 Negara Asia Ini?

Oleh Rizki Akbar Hasan pada 13 Feb 2019, 14:05 WIB
Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman

Liputan6.com, Kuala Lumpr - Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman dikabarkan akan melaksanakan rangkaian kunjungan ke negara-negara Asia pada pekan ini hingga beberapa hari mendatang.

Sebelumnya, sejumlah media mengabarkan sang pangeran akan singgah di Indonesia dalam beberapa hari mendatang, kabar lain juga menyebut bahwa putra mahkota juga berencana melawat ke India, Pakistan China dan Malaysia, demikian seperti dilansir The Star Malaysia pada Rabu (13/2/2019).

Mengejar Kerja Sama di Sektor Energi?

Mohammed bin Salman diperkirakan akan segera mengumumkan investasi dalam energi dan infrastruktur selama kunjungan ke India dan Pakistan sebagai bagian dari upayanya untuk menyapih ekonomi Saudi dari ekspor minyak.

Pangeran MBS --singkatan nama sang putra mahkota yang karib ditulis media-- diperkirakan akan menandatangani memorandum kesepahaman (MoU) dengan pemerintah Pakistan, sebagian besar terkait dengan kilang minyak dan sektor listrik, selama perjalanannya ke negara Asia Selatan itu akhir pekan ini, kata para pejabat di Islamabad.

Memorandum kesepahaman akan mencakup proyek-proyek energi terbarukan dan investasi dalam petrokimia dan sumber daya mineral, kata kantor berita Arab Saudi, SPA.

Sebagai sesama negara Muslim, Pakistan telah lama mempertahankan hubungan yang kuat dengan Arab Saudi. Pada akhir Oktober 2018, Riyadh menawarkan kepada Pakistan pinjaman US$ 6 miliar untuk membantu menjaga ekonominya yang sakit tetap bertahan.

Pekan depan, Pangeran MBS juga diperkirakan akan tiba di New Delhi bersama dengan para pengusaha Saudi terkemuka, atas undangan Perdana Menteri Narendra Modi, kata kementerian luar negeri India pada Selasa 12 Februari 2019.

PM Modi bertemu sang pangeran pada November 2018, ketika mereka berdua menghadiri KTT G20 di Buenos Aires. Arab Saudi adalah pemasok utama minyak mentah India, tetapi kedua negara telah memperluas hubungan selain energi, dan pemerintah mereka telah sepakat untuk membangun kemitraan strategis, kata kementerian luar negeri.

Dalam sebuah pernyataan, ia mengutip kerjasama di berbagai bidang termasuk keamanan energi, perdagangan dan investasi, infrastruktur, pertahanan dan keamanan.

India mengharapkan Pangeran MBS untuk mengumumkan investasi awal dalam Dana Investasi dan Infrastruktur Nasional (NIIF), dana kekayaan semu, untuk membantu mempercepat pembangunan pelabuhan dan jalan raya, kata seorang pejabat India.

Media pemerintah Saudi mengatakan para pejabat Saudi akan membahas investasi di NIIF.

Arab Saudi juga telah menandai keinginan untuk berinvestasi di sektor pertanian Negeri Bollywood, dengan produk yang akan diekspor ke Saudi, kata pejabat lain di kementerian perdagangan India.

Sementara itu, belum jelas apa agenda Pangeran Mohammed bin Salman di China dan Malaysia --jika memang benar ia akan melawat ke dua negara itu sebagaimana diberitakan oleh The Star Malaysia.

 

Simak video pilihan berikut:

2 of 2

Bisnis Minyak Infrastruktur, Kesehatan hingga Telekomunikasi?

Putra Mahkota Arab Saudi Temui PM Inggris Theresa May
Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman mengunjungi Perdana Menteri Inggris Theresa May di 10 Downing Street, London, Rabu (7/3). Kunjungan ini dirancang untuk meningkatkan hubungan keamanan dan perdagangan kedua negara. (AP/Alastair Grant)

Arab Saudi juga telah mengumumkan rencana untuk kilang dan kompleks petrokimia senilai US$ 10 miliar di kota pesisir Gwadar, Pakistan di mana China membangun pelabuhan sebagai bagian dari inisiatif Belt and Road yang luas.

"Mereka melihat sektor energi, pada beberapa rencana privatisasi kami yang mungkin mereka tawarkan melalui proses privatisasi kami," kata menteri investasi Pakistan Haroon Sharif seperti dikutip dari The Star Malaysia.

Sharif, yang mengetuai Dewan Investasi Pakistan, mengatakan ada juga minat Saudi terhadap sektor pertambangan Pakistan.

"Arab Saudi memiliki sumber daya yang besar. Dana investasi mereka lebih dari US$ 1 triliun, jadi kami hanya menginginkan sebagian kecil dari itu," kata seorang menteri junior Pakistan, yang tidak ingin disebutkan namanya.

Kantor berita pemerintah Saudi mengatakan para pejabat Saudi akan membahas investasi dengan China, Korea Selatan dan Indonesia, di sektor-sektor termasuk layanan kesehatan dan telekomunikasi, tanpa memberikan perincian lebih lanjut.

Lanjutkan Membaca ↓