Kawanan Beruang Kutub Menginvasi Sebuah Kota di Rusia, Pertanda Apa?

Oleh Afra Augesti pada 12 Feb 2019, 21:00 WIB
Ilustrasi beruang kutub (AFP/Mario Hoppman)

Liputan6.com, Moskow - Sebanyak 52 beruang kutub (Ursus maritimus) yang diduga kelaparan telah menduduki Guba, sebuah pemukiman terpencil di kepulauan Arktik Rusia.

Hewan-hewan itu dilaporkan menyerang penduduk setempat, mengobrak-abrik tempat pembuangan sampah dan menerobos masuk ke dalam bangunan tempat tinggal warga, menurut pernyataan pemerintah yang diterjemahkan dari bahasa Rusia dan dirilis akhir pekan ini.

Invasi besar-besaran beruang kutub itu, mendorong pejabat daerah untuk menetapkan status darurat sejak hari Sabtu, 9 Februari 2019.

"Orang-orang khawatir, mereka takut meninggalkan rumah ... cemas melihat anak-anak mereka pergi ke sekolah," ungkap Zhigansha Musin, seorang pengurus sekolah setempat, seperti dikutip dari Live Science, Selasa (12/2/2019). "Secara konstan di desa ini ada enam hingga 10 beruang kutub."

Belushya Guba adalah pemukiman yang dihuni sekitar 2.000 orang di kepulauan Novaya Zemlya, Rusia. Kawasan ini terkenal karena menjadi lokasi uji bom nuklir apokaliptik pada masa lalu.

Orang-orang di sekitar daerah tersebut mengaku bahwa tidak jarang melihat beruang kutub berkeliaran di dekat pantai selatan, tempat satwa-satwa itu secara rutin berkumpul di musim dingin untuk berburu anjing laut, menurut situs berita pemerintah, TASS.

Namun, menipisnya lapisan es laut karena pemanasan global, kemungkinan menjadi penyebab utama beruang-beruang tersebut menggeruduk ke pedalaman untuk mencari makanan lain, menurut para peneliti dari A.N. Severtsov Institute of Ecology and Evolution, cabang dari Russian Academy of Sciences.

Daya pikat limbah yang dapat dikonsumsi di tempat sampah dan tempat pembuangan akhir di Belushya Guba, kemungkinan menghentikan beruang dari migrasi lebih jauh ke utara, kata para ilmuwan.

Mirisnya, kawanan beruang kutub itu tak hanya mengais sisa makanan di tempat sampah. Foto dan video yang diunggah di Twitter selama akhir pekan kemarin menunjukkan, beruang-beruang itu berjalan melalui halaman sekolah yang kosong. Bahkan sampai menyusup ke koridor gedung perkantoran untuk mencari makanan.

Untuk melindungi kota dan diri mereka sendiri, penduduk setempat telah membangun pagar tambahan di sekitar sekolah dan situs lainnya.

Sementara itu, patroli khusus diadakan untuk menakuti beruang dengan mobil dan anjing, meski langkah-langkah ini tidak membuahkan hasil nyata.

 

Saksikan video pilihan berikut ini:

PRABOWO SEBUT PERUSAHAAN PERUSAK LINGKUNGAN RAMAI DI ERA JOKOWI

Tutup Video
2 of 2

Larangan Pemerintah

Beruang kutub kelaparan saat es Kutub Utara mencair (Antara)
Beruang kutub kelaparan saat es Kutub Utara mencair (Antara)

Menembak atau membunuh beruang kutub, adalah tindakan yang dilarang keras oleh pemerintah Rusia. Kendati demikian, melihat kasus yang terjadi di Belushya Guba, pemusnahan terhadap beruang yang agresif mungkin menjadi satu-satunya cara dan langkah alternatif untuk memastikan keselamatan warga lokal.

Sementara itu, beruang kutub dianggap sebagai spesies yang paling rentan terdampak pemanasan global, sebab habitat mereka di suhu dingin dan es, terus menyusut drastis.

Misalnya saja di Kutub Utara. Diperkirakan 22.000 hingga 33.000 ekor beruang kutub masih hidup, di antara suhu rata-rata yang memanas dua kali lebih cepat dari tahun-tahun sebelumnya.

Data tesebut berdasarkan laporan yang dirilis oleh National Oceanographic and Atmospheric Administration (NOAA) pada Desember 2018.

Saat es laut mencair, beruang kutub harus melakukan perjalanan lebih jauh (bermigrasi) dan bekerja lebih ekstra untuk menangkap anjing laut.

Inilah faktor yang diduga menjadi penyebab banyak beruang kutub yang mati akhir-akhir ini, karena kelaparan.

Lanjutkan Membaca ↓