Peristiwa Langka, Anomali Cuaca Picu Turunnya Hujan Salju di Hawaii

Oleh Happy Ferdian Syah Utomo pada 12 Feb 2019, 12:04 WIB
Sebuah peristiwa langka, hujan salju jatuh di Pulau Maui, Hawaii, pada Senin 11 Februari 2019 (AP/Lance Endo)

Liputan6.com, Honolulu - Anomali sistem cuaca mendatangkan malapetaka di wilayah barat laut Amerika Serikat (AS), dan bahkan membawa salju ke Kepulauan Hawaii yang beriklim tropis.

Seluruh sekolah ditutup di negara bagian Washington, dan dewan legislatif setempat membatalkan semua sidang pada hari Senin, menyusul datangnya badai salju di wilayah tersebut.

Dikutip dari The Guardian pada Selasa (12/2/2019), wilayah metropolitan Seattle dilanda tiga kali badai salju sejak awal Februari, dan Layanan Cuaca Nasional melaporkan bahwa Bandara Internasional Seattle-Tacoma dilanda salju dengan ketebalan 14,1 inci (setara 36 cm), di mana menjadikannya sebagai bulan paling bersalju dalam 30 tahun terakhir.

Badai yang menghantam Seattle pada hari Minggu menumpahkan salju setinggi 4 inci (setara 15 cm), dan ramalan cuaca mengatakan akan lebih banyak kejadian serupa pada pekan ini.

Perkiraan cuaca juga mengatakan bahwa aliran angin yang tersisa menggerakkan dinginnya udara arktik ke wilayah yang biasanya beriklum sedang, seperti California dan Hawaii.

Bahkan, khusus di Hawaii yang cenderung beriklim tropis, salju dilaporkan turun di Taman Nasional Polipoli Spring pada ketinggian 6.200 kaki atau setara 1.900 meter.

Selain itu, Layanan Cuaca Nasional Hawaii juga melaporkan munculnya gelombang 60 kaki (setara 18 meter) di utara Kauai dan Oahu, di mana sekaligus menandai puncak badai yang terjadi pada Senin 11 Februari.

Ketinggian gelombang yang signifikan --ukuran rata-rata ombak yang lebih besar-- dilaporkan mencapai rekor 38 kaki (setara 11,5 meter) di hampir seluruh wilayah Kepulauan Hawaii.

"Kami jarang mendapati kombinasi rekor gelombang tinggi, angin kencang, dan hujan salju. Ii adalah sesuatu yang sangat langka terjadi di Hawaii," ujar Sam Lemmo dari Kementerian Pertanahan dan Sumber Daya Alam setempat.

 

Simak video pilihan berikut: 

2 of 2

Sebagian Suhu Arktik Bergerak ke Selatan

Ilustrasi badai salju (iStock)
Ilustrasi badai salju (iStock)

Joe Zagrodnik, seorang ilmuwan atmosfer di University of Washington mengatakan, anomali sistem cuaca yang lebih besar bersinggungan dengan aliran jet dingin, yang menggerakan sebagian suhu arktik ke daerah-daerah lebih hangat di selatan.

Ditambah dengan pertemuan tekanan tinggi antara suhu hangat dan dingin di lepas pantai negara bagian Washington dan Kanada barat, mendorong suhu di beberapa bagian Alaska Amerika barat daya membeku.

"Udara dingin bertekanan rendah, memisahkan diri dari aliran utama, melayang ke barat dan menyebabkan salju di Pulau Maui," kata Zagrodnik, merujuk pada salah satu pulau utama di Kepulauan Hawaii.

Sementara di negara bagian Washington, kata Zagrondik, tercatat Februari sebagai bulan paling bersalju, setelah kondisi serupa terjadi pada November 1985 silam.

Karl Hadland, dari Kota Bellingham, sekitar satu jam di utara Seattle, menggambarkan suhu dingin ekstrem membuat banyak rak-rak pangan di supermarket habis diserbu konsumen, yang mengaku panik dengan ketidakpastian cuaca beberapa waktu ke depan.

Tempat lainna di AS, terutama wilayah Midwest yang belum pulih dari hantaman Polar Vortex, diprediksi akan menghadapi lebih banyak badai es.

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait