Tak Hanya Membuat Madu, Lebah Juga Bisa Matematika?

Oleh Afra Augesti pada 08 Feb 2019, 08:00 WIB
Diperbarui 09 Feb 2019, 22:13 WIB
Lebah Madu

Liputan6.com, California - Tahun lalu, sekelompok peneliti di Australia melaporkan bahwa lebah memahami konsep "nol". Sekarang, sebuah studi baru yang dilakukan oleh kelompok yang sama menunjukkan, serangga tersebut juga dapat berhitung (penambahan dan pengurangan dasar). Tim itu melaporkan temuannya pada 6 Februari di jurnal Science Advances.

Beberapa dekade yang lalu, para ilmuwan berpikir bahwa proses semacam itu hanya bisa terjadi pada manusia dan beberapa primata.

Tetapi kemudian, para periset mengungkapkan bahwa lumba-lumba, "Alex si Burung Beo" dan bahkan beberapa laba-laba, dapat memahami arti angka nol dan melakukan aritmatika dasar.

"Temuan ini membuat tanda tanya besar, bahwa ada sesuatu yang istimewa tentang otak manusia," kata penulis studi baru itu, Adrian Dyer, yang merupakan seorang profesor di RMIT University di Melbourne, Australia.

Sampai akhirnya, munculah lebah madu. Otak serangga ini hanya memiliki kurang dari 1 juta neuron, dibandingkan dengan sekitar 86 miliar neuron di otak manusia.

"Lebah memiliki otak yang sangat kecil dan arsitekturnya sangat berbeda dengan milik kita," papar Dyer, seperti dikutip dari Live Science, Jumat (8/2/2019). Namun, serangga berbisa itu ternyata mampu melakukan tugas yang sebelumnya hanya mungkin dilaksanakan oleh manusia.

Untuk studi baru tersebut, Dyer dan timnya menggunakan 14 ekor lebah madu. Lebah yang mencari makanan akan memasuki labirin berbentuk "Y", di mana mereka akan melihat satu hingga lima bentuk yang berwarna biru atau kuning.

Keempat belas lebah itu kemudian diberi pilihan untuk terbang ke sisi kiri atau kanan dari labirin. Satu sisi terdapat satu elemen lebih banyak, sedangkan sisi yang lain mengandung lebih sedikit elemen.

Para peneliti ingin lebah-lebah itu menyelesaikan tugas tertentu: Jika bentuknya biru, lebah harus menambahkan sebuah elemen; jika kuning, lebah harus menguranginya.

Peneliti memberi hadiah pada lebah-lebah itu dengan air gula, ketika mereka memilih dengan benar. Namun, ada pula hukuman untuk lebah yang melakukan kesalahan, yakni memberikan larutan kina yang rasanya pahit.

Setelah 4 hingga 7 jam "pelatihan", para peneliti mengulangi tantangan yang sama untuk menguji pengetahuan lebah, tetapi tanpa menggunakan hukuman atau hadiah.

Dalam dua tes penjumlahan dan dua pengurangan, lebah memilih jawaban yang benar 60 hingga 75 persen, para peneliti menemukan.

 

Saksikan video pilihan berikut ini:

2 of 2

Mengapa Lebah Berhitung?

Ratusan Koloni Lebah Madu di Hutan Lindung India
Sarang lebah madu liar bergantungan pada sebuah batu di hutan lindung Bamunigaon di distrik Kamrup, India (5/4). Di hutan lindung ini ada sekitar 100 individu koloni lebah madu liar yang tersebar di bawah permukaan batu. (AFP Photo/Kulendu Kalita)

Peneliti berspekulasi bahwa lebah mengembangkan kemampuan ini karena mereka sedang memproses banyak informasi kompleks di lingkungan mereka, saat mereka beranjak dari bunga ke bunga, mengumpulkan serbuk sari dan nektar.

"Lebah memiliki banyak neuroplastisitas, yakni koneksi baru di otak yang dapat dengan mudah berkembang di antara neuron," Dyer menerangkan.

Dengan kata lain, lebah biasanya tidak melakukan matematika, tetapi otak mereka cukup fleksibel untuk mempelajari keterampilan baru, mirip dengan cara manusia saat mempelajari kubus Rubik atau instrumen.

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by