AS Berencana Beli Sistem Penghalau Rudal Canggih Israel

Oleh Siti Khotimah pada 07 Feb 2019, 13:31 WIB
Diperbarui 07 Feb 2019, 14:16 WIB
Ilustrasi bendera Amerika Serikat (AFP Photo)

Liputan6.com, Washington DC - Amerika Serikat (AS) berencana membeli sistem penghalau rudal bernama Iron Dome dari Israel. Hal itu disampaikan oleh Kementerian Pertahanan AS, sebagaimana dilaporkan oleh BBC News, Kamis (7/2/2019).

Pihak AS menyatakan bahwa sistem Iron Dome dengan rudal tipe radar dan interseptor itu akan digunakan untuk kepentingan pertahanan jangka panjang.

Rudal yang diproduksi oleh Rafael Advanced Defence System itu, dapat mendeteksi proyektil jarak dekat dengan radar, kemudian menganalisis data tentang kemungkinan zona terdampak. Setelahnya, sistem akan menganalisis perlu-tidaknya berkoordinasi dengan unit penembakan rudal.

 

Salah seorang pejabat militer AS, Kolonel Patrick Seibe, menyatakan pada Rabu 6 februari 2019, akan terlebih dahulu melakukan uji coba Iron Dome.

"Meskipun Iron Dome telah dioperasikan oleh Angkatan Udara Israel sejak 2011 dan terbukti dengan serangan yang efektif, perlu dicatat bahwa tentara AS akan melakukan analisis terhadap kemampuannya dalam perlindungan kebakaran tidak langsung dalam jangka yang panjang atau Indirect Fire Protection Capability Increment (IFPC).

Simak video berikut:

 

2 dari 2 halaman

Pencapaian Besar Israel

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kiri) disambut oleh Presiden Brasil Jair Bolsonaro (kanan) dalam kunjungannya ke Rio de Janeiro, 28 Desember 2018 (AP/Leo Correa)
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kiri) disambut oleh Presiden Brasil Jair Bolsonaro (kanan) dalam kunjungannya ke Rio de Janeiro, 28 Desember 2018 (AP/Leo Correa)

Terkait dengan keputusan Amerika Serikat untuk mengekspor senjata dari Israel, pemimpin negara yang beribu kota di Tel Aviv itu sangat bangga. Ia mengatakan bahwa pembelian rudal murni karena kebutuhan mendesak AS dalam bidang pertahanan.

Meskipun masih akan diuji coba oleh armada militer AS, Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Israel, optimis senjatanya memiliki tingkat kesuksesan 90 persen. Selain itu, rudalnya juga dapat ditransportasikan dengan mudah, serta bekerja di berbagai kondisi cuaca.

Netanyahu menambahkan bahwa sistem penghalau rudal canggih itu dapat melindungi daerah berukuran sedang --ia menyebutnya sewilayah "kota", dari ancaman udara. Iron Dome juga terbukti telah dapat melindungi negaranya dari serangan Palestina di jalur Gaza.

Netanyahu menambahkan bahwa pembelian senjata dapat mengeratkan hubungan aliansi AS - Israel dalam bidang keamanan.

"Ini adalah sebuah manifestasi dari semakin eratnya aliansi dengan Amerika Serikat, dan sebuah bukti meningkatnya status Israel di dunia," tutur Netanyahu.

Perlu diketahui bahwa selain mengimpor, AS juga sudah lama mendukung penciptaan sistem rudal Israel; salah satunya dengan mensuplai beberapa komponen yang dibutuhkan.

Lanjutkan Membaca ↓