Kenakan Kaus Nazi, Anggota Girl Band BNK48 Minta Maaf ke Israel

Oleh Siti Khotimah pada 29 Jan 2019, 08:02 WIB
Diperbarui 29 Jan 2019, 08:02 WIB
CEO BNK48 meminta maaf dan memberikan karangan bunga kepada Kedutaan Besar Israel di Thailand (AFP Photo)
Perbesar
CEO BNK48 meminta maaf dan memberikan karangan bunga kepada Kedutaan Besar Israel di Thailand (AFP Photo)

Liputan6.com, Bangkok - Pichayapa Namsai, salah satu personel grup band perempuan BNK48, menjadi viral pasca mengenakan kaus bersimbol Nazi pada Sabtu, 26 Januari 2019. BNK48 adalah sebuah grup band perempuan ternama di Thailand, dan merupakan sadara ketiga dari AKB48 Jepang, setelah JKT48 yang berbasis di Jakarta, dan SNH48 yang berbasis di Shanghai.

Namsai meminta maaf dan menyesal atas tindakannya, setelah salah satu pejabat Kedutaan Besar Israel memberikan kritikan secara tidak langsung. Ia bersama CEO grup band BNK48 mendatangi kantor kedutaan Israel untuk meminta maaf secara langsung.

Many Thais, CEO BNK48, mengatakan bahwa mereka telah melakukan kesalahan, karena kurang memperdulikan sejarah Nazi dalam Perang Dunia II. Demikian dikutip dari BBC News pada Senin (28/1/2019).

Sebelumnya, Smadar Shapira, salah satu pejabat Kedutaan Besar Israel di Thailand memberikan komentar terhadap gambar yang telah viral.

"Penyanyi band menggunakan simbol Nazi telah menyakiti perasaan jutaan orang di dunia, yang saudaranya telah diubunuh oleh Nazi," ucap Shapira.

Namsai juga melakukan permohonan maaf dalam sebuah konser yang diadakan pada Sabtu lalu. Ia mengatakan bahwa ia akan berusaha keras untuk memiliki pengetahuan yang lebih luas.

Pihak Kedutaan Besar Israel menanggapi dengan baik. Sebagai tindak lanjut atas kejadian ini, Namsai akan mengikuti sebuah seminar yang bertujuan meningkatkan kepedulian terhadap tragedi Holocaust.

"Duta Besar merangkum, Saya paham jika hal itu adalah perbuatan yang terjadi karena kurangnya pengetahuan dan kurangnya kepedulian, dan saya senang mereka telah meminta maaf dan setuju untuk melaksanakan bersama sebuah aktivitas pendidikan di masa yang akan datang," twit Smadar Saphira di akun Twitter miliknya.

Perlu diketahui bahwa Nazi telah membunuh jutaan kaum Yahudi di Eropa, pada Perang Dunia II. Peristiwa yang disebut Holocaust tersebut dilakukan karena anggapan Nazi bahwa dirinya merupakan ras unggul, sedangkan Yahudi adalah ras inferior yang mengancam masyarakat Jerman. Selama era Holocaust tersebut, sejumlah kelompok lain juga turut dibantai, beberapa di antaranya adalah bangsa Gipsy dan orang berkulit hitam.

Simak video pilihan berikut:

2 dari 2 halaman

Bukan Kali Pertama

Adolf Hitler memberikan salam Nazi (AFP Photo)
Perbesar
Adolf Hitler memberikan salam Nazi (AFP Photo)

Pemakaian baju dengan simbol Nazi bukanlah kali pertama terjadi di Thailand. Pada 2016 silam, mahasiswa dari Silpakorn University mempraktikkan salam Nazi, dengan salah satu siswa mengenakan kostum Adolf Hitler.

Salam Nazi yang dimaksud adalah praktik memberikan isyarat penyambutan di Jerman Nazi, dilakukan dengan gerakan seperti aba-aba hormat.

Sebelumnya lagi, pada 2013 lalu, mahasiswa Chulalangkorn University melukis sebuah lukisan yang memperlihatkan Hitler tengah bersama dengan Batman, salah satu figur pahlawan dalam komik Amerika.

Selain di Thailand, baru-baru ini juga terjadi hal serupa di Amerika Serikat. Seorang profesor disebut mensejajarkan seorang pejabat pendidikan dengan Nazi, karena ia memberikan hormat Nazi setelah berteriak dengan bahasa Jerman. Hal itu berlangsung lebih dari 10 menit pada pertemuan akademik universitas.

Di Taiwan juga pernah terjadi tindakan serupa. Sebuah sekolah dilaporkan bermain peran sebagai tokoh Nazi dalam sebuah parade natal, di mana seorang anggota parlemen India yang menghadiri acara tersebut mengenakan kostum Adolf Hitler.

Tokoh Nazi tidaklah begitu terkenal di India. Sementara sosok Adolf Hitler populer sebagai tokoh yang digemari karena autobiografinya yang terkenal, berjudul Mein Kampf.

Lanjutkan Membaca ↓