5 Bukti Bahwa Tragedi Tenggelamnya Titanic Sangat Mengerikan

Oleh Teddy Tri Setio Berty pada 24 Jan 2019, 19:40 WIB
Titanic

Liputan6.com, New York - Tepat lewat tengah malam pada 15 April 1912, dua kapal layar melihat sinyal darurat dari Titanic, yang terancam tenggelam setelah menabrak gunung es di bagian utara samudera Atlantik.

Kapal layar terdekat, California, hanya berjarak kurang dari 20 kilometer -- dan terlihat oleh pandangan mata, abai untuk segera mengirimkan bantuan.

Titanic tercatat sebagai salah satu kecelakaan paling tragis di dunia. Kisahnya bahkan diangkat dalam film yang laku keras di pasaran.

Setiap korban Titanic punya cerita masing-masing. Sejumlah kisah ini dianggap menjadi bukti betapa mengerikannya kecelakaan kapal itu. Dikutip dari laman Listverse.com, Kamis (24/1/2019) berikut lima kisahnya:

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

2 of 6

1. Sisa Sepatu Jenazah

William Thomas Stead
Jurnalis investigasi Inggris, William Thomas Stead, menulis cerita fiktif tentang tenggelamnya kapal penumpang raksasa, 26 tahun sebelum Titanic memulai pelayarannya. (The Vintage)

Pada tahun 2004, mengemuka sebuah foto sepasang sepatu yang tergeletak di dasar laut di lokasi tenggelamnya Titanic.

Pada peringatan 100 tahun tenggelamnya Titanic, foto itu dirilis ke publik. Sepatu itu begitu berdekatan sehingga ahli menyebut tubuh jenazah telah habis dan menyisakan sepatunya saja.

Peneliti menyebut, satu-satunya hal yang tersisa dari penumpang yang tidak selamat adalah pakaian yang mereka kenakan dan barang-barang pribadi, terutama sepatu.

3 of 6

2. Kapal Terbelah Dua

Lego Titanic
Replika ini memakan waktu 700 jam untuk membangunnya. (Titanic Museum)

Ketika sebuah tim peneliti yang dipimpin oleh Robert Ballard akhirnya menemukan bangkai kapal pada tahun 1985, hal pertama yang dicari adalah pemberitaan bahwa kapal terbelah dua.

Setelah 73 tahun tenggelam, itu semua akhirnya terjawab. Kapal itu ditemukan dalam dua bagian.

4 of 6

3. Kunci yang Diklaim Bisa Selamatkan Titanic

RMS Carpathia, kapal penyelamat korban Titanic (Wikipedia/Public Domain)
RMS Carpathia, kapal penyelamat korban Titanic (Wikipedia/Public Domain)

Pada tahun 2007, 95 tahun setelah tenggelam, ada sebuah kunci yang disiapkan dalam acara pelelangan. Penampakannya biasa saja, tak terlihat ada yang khusus.

Namun, kunci ini diklaim sebagai benda yang sebenarnya bisa menyelamatkan Titanic dari kecelakaan. Itu adalah kunci dari sebuah loker yang menyimpan teropong -- alat yang berpotensi menyelamatkan Titanic.

Teropong sangat penting dalam mendeteksi ancaman bagi pelaut pada hari itu. Petugas pemegang kunci, David Blair, telah dihapus dari daftar kru sebelum Titanic berlayar.

Sehingga tak jelas siapa sebenarnya yang bertugas memegang kunci itu. Apabila loker itu lebih cepat dibuka dan teropong digunakan, maka kemungkinan kecelakaan lebih kecil.

5 of 6

4. Biola dan Kisah Cinta

sekoci titanic
Sekoci titanic yang selamat/fromoldbooks.org

Wallace Hartley memimpin orkestra yang terdiri dari 8 musisi. Mereka tak beranjak, tetap memainkan musik-musik penyemangat bagi para penumpang Titanic yang panik di antara hidup dan mati, sesaat setelah kapal itu menabrak gunung es.

Nearer, My God, To Thee konon jadi lagu terakhir mereka, sebelum kapal termewah dan terbesar pada zamannya karam di lautan beku di Atlantik.

Ketika jasad Wallace diangkat dari laut 10 hari kemudian, tas biolanya masih menempel di tubuhnya. Benda itu yang membuatnya bisa tetap mengambang.

Wallace adalah pimpinan band di atas kapal RMS Mauretania, yang bersandar di Liverpool pada 8 April 1912.

6 of 6

5. Jam Saku Jadi Saksi Waktu Kejadian

Sekoci terakhir Titanic
Sekoci terakhir Titanic yang ditemukan sebulan kemudian/HAIdridge/BNPS via daylimail.co.uk

Ada sekitar 13 pasangan yang sedang berbulan madu saat Titanic berlayar. Salah satunya adalah John Chapman yang berusia 37 tahun dan pengantin barunya, Lizzie (29). Keduanya sedang dalam perjalanan menuju kehidupan baru di Amerika Serikat setelah menikah.

Setelah kapal menabrak es dan banyak orang dievakuasi, Lizzie ditempatkan di dalam sebuah sekoci. Namun, ia tak mau naik sekoci lantaran sang suami tak diperbolehkan masuk.

Padahal, John Chapman sudah berusaha memaksa sang istri untuk tetap berada dalam sekoci. Namun, Lizzie menolak. "Aku juga tidak akan pergi," ujar Lizzie.

Lizzie akhirnya keluar dari dalam sekoci dan keduanya tenggelam beberapa saat kemudian setelah tabrakan kapal. Jam saku milik Chapman berhenti tepat pada saat mereka jatuh ke Atlantik yang dingin.

Tepat pukul 01.45 pagi pada 15 April 1912. Jam tangan itu ditemukan bersama dengan tubuh Chapman, tetapi sayangnya, tubuh Lizzie tidak pernah ditemukan.

Lanjutkan Membaca ↓