Ini 4 Jenis Beras yang Bikin Angka Harapan Hidup Bertambah Panjang

Oleh Happy Ferdian Syah Utomo pada 19 Jan 2019, 20:40 WIB
Diperbarui 25 Sep 2019, 19:02 WIB
Beras

Liputan6.com, Jakarta - Beras adalah makanan pokok bagi miliaran penghuni Bumi, dan telah ada sejak beribu-ribu tahun silam. Bagi banyak budaya, butir karbohidrat sederhana ini melambangkan makanan, kemakmuran, keindahan, dan bahkan kesuburan.

Dan menurut ahli gizi, asupan beras, yang ditanak menjadi nasi, dapat memberikan campuran nutrisi unggul yang dibutuhkan oleh tubuh aktif untuk menghasilkan performa terbaik.

Namun, sebagaimana dikutip dari Bodybuilding.com pada Sabtu (19/1/2019), popularitas beras kini mulai disangsikan akibat beberapa prasangka, seperti karbohidrat berlebih misalnya, yang berujung pada kambing hitam atas obesitas.

Padahal, beras juga memiliki beberapa varietas yang tidak kalah sehat dibandingkan makanan bebas gluten. Sebagian besar memang langka, namun bukan berarti tidak dapat dicari.

Berikut adalah empat jenis beras dengan kandungan gizi paling sehat, di mana konon mampu meningkatkan angka harapan hidup.

 

Simak video pilihan berikut: 

 

2 of 5

1. Beras Merah

Baca Ini Sebelum Sajikan Beras Merah untuk MPASI (Pizabay)
Baca Ini Sebelum Sajikan Beras Merah untuk MPASI (Pizabay)

Warna merah kecoklatan pada beras merah sejatinya berasal dari lapisan dedak yang masih menempel, di mana mengandung beragam kandungan gizi, termasuk vitamin B, fosfor, dan magnesium.

Serat makanan yang disediakan oleh beras merah --sekitar 5 gram dalam setiap cangkir yang dimasak-- dapat membantu menekan rasa lapar berlebih, dengan cara memperlambat proses pencernaan.

Nasi merah akan terasa lebih enak jika disantap bersama dengan adonan air kelapa, di mana membuatnya terasa sedikit gurih dan memberikan tekstur lembab pada setiap butir kesatnya.

3 of 5

2. Beras Liar

Gabah terbaik yang akan digunakan sebagai bibit unggul. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)
Gabah terbaik yang akan digunakan sebagai bibit unggul. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)

Bentuknya hampir serupa beras merah, namun tumbuh secara alami di tengah hutan subtropis Amerika. Batang tanaman ini berbentuk layaknya ilalang, namun dengan isian butir beras yang ramping dan panjang.

Kini, beras liar telah banyak dibudidayakan, dan diekspor hingga mancanegara, termasuk kawasan Asia. Varietas ini memiliki sejumlah nutrisi baik, seperti fosfor, seng, dan vitamin penguat testosteron, magnesium, serta vitamin B.

Nasi liar memiliki tekstur kenyal dan cita rasa berasap (smokey), namun terasa sedikit pedas di bagian akhir, sehingga cocok disandingkan dengan daging panggang atau salad.

Proses memasaknya cukup lama, sekitar 60 menit, guna menguraikan tekstur gliten pada seluruh butir berasnya.

4 of 5

3. Beras Berkecambah

Potret Semangat Petani Padi Myanmar
Seorang petani Myanmar merapikan padi ke dalam tumpukan setelah mengeringkannya di bawah sinar matahari saat ia memanen padi di sawah di Naypyitaw, Myanmar, (9/11). (AP Photo / Aung Shine Oo)

Sebuah studi ilmiah yang dimuat di Journal of Functional Foods menemukan bahwa beras yang berkecambah menyebabkan peningkatan kadar asam gamma-aminobutyric (GABA), suatu senyawa yang dapat mendukung suasana hati dan kesehatan jantung manusia.

Makanan yang tumbuh seperti nasi lebih mudah dicerna dan lebih cepat dimasak karena kulit luarnya yang keras melunak selama proses tumbuh.

5 of 5

4. Beras Hitam

Manfaat Susu Beras Hitam Untuk Halau Kanker
Beras hitam memiliki kadar nutrisi yang sama dengan beras merah namun memiliki antioksidan yang lebih tinggi.(Pixabay)

Varietas yang mencolok ini dibudidayakan di China, dan memiliki rasa manis, dengan sedikit aroma kacang dan tekstur kenyal.

Penelitian baru-baru ini menemukan bahwa lapisan dedak beras hitam mengandung anthocyanin, yang merupakan jenis antioksidan serupa dalam beri gelap seperti blueberry, di mana berfungsi sebagai penangkal radikal bebas.

Perlu diperhatikan bahwa beras hitam berbeda dengan tampilan sejenis pada ketan, di mana bisa jelas terlihat dari segi tekstur dan rasa. Beras hitam lebih lembek dibnandingkan ketan, dan rasanya juga tidak terasa keras di lambung.

Lanjutkan Membaca ↓