Dongkrak Jumlah Wisatawan, Taiwan Buka Kantor Parwakilan Pariwisata di Jakarta

Oleh Teddy Tri Setio Berty pada 17 Jan 2019, 13:30 WIB
Taiwan Visitor Association merupakan asosiasi tertua di negara tersebut yang menaungi semua industri pariwisata (Liputan6.com/Teddy Tri Setio Berty)

Liputan6.com, Jakarta - Sebagai negara dengan jumlah penduduk yang terbilang besar, Indonesia menjadi sasaran promosi wisata bagi Taiwan. Lewat program New Southbound Policy (kebijakan ke arah selatan), pemerintah Taiwan terus mendorong jumlah wisatawan yang datang ke Negeri Formosa tersebut.

Demi meningkatkan angka kunjungan wisatawan, Taiwan Visitor Association membuka kantor perwakilan pertamanya di Jakarta, Indonesia pada Kamis (17/1).

Taiwan Visitor Association merupakan asosiasi tertua di negara tersebut yang menaungi semua industri pariwisata. Asosiasi yang didirikan pada tahun 1956 itu menaungi semua industri Taiwan, seperti pariwisata, industri kerajinan tangan, tempat rekreasi, wisata makanan dan lainnya.

Diharapkan, pembukaan kantor perwakilan ini mampu memperkuat hubungan antara kedua negara, terutama dalam pertukaran dan pengembangan wisata Indonesia - Taiwan.

Suasana peresmian kantor Taiwan Visitor Association di Jakarta, Kamis (17/1/2019) (Liputan6.com/Teddy Tri Setio Berty)

Dalam acara pembukaan, hadir pula Kepala Taipei Economic Trade Office (TETO) John Chen yang menyatakan bahwa Taiwan adalah negara yang indah dan kaya akan budaya.

"Fungsi utama dari Taiwan Visitor Association (TVA) adalah mempromisikan budaya guna memperkuat hubungan kedua negara. Saya berharap angka kunjungan wisatawan Indonesia ke Taiwan akan terus bertambah," ujar John Chen saat ditemui usai acara pembukaan.

"Saya juga berharap, apa yang kita kerjakan membuahkan hasil. Saya punya target yang besar. Semoga angkanya bisa dua hingga kali lipat dari target sebelumnya," tambah John Chen.

Berdasarkan data tahun 2018, jumlah turis Indonesia yang berkunjung ke Taiwan mencapai 190 ribu orang. Angka ini menunjukkan bahwa Indonesia sangat penting. Ke depannya Taiwan Visitor Association akan berusaha untuk menambah jumlah kunjungan.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

2 of 2

Mengenal Suku Tsou, Warga Asli Taiwan

Suku Tsou adalah penduduk lokal di bukit Alishan yang terletak di kabupaten Chiayi, Taiwan (Liputan6.com/Teddy Tri Setio Berty)
Suku Tsou adalah penduduk lokal di bukit Alishan yang terletak di kabupaten Chiayi, Taiwan (Liputan6.com/Teddy Tri Setio Berty)

Jika Anda berkunjung ke Taiwan, maka sempatkan untuk mengunjungi Alishan -- sebuah desa yang terletak di bagian selatan.

Di sana, ada penduduk asli bernama suku Tsou yang sangat mewakili budaya Negeri Formosa tersebut.

Suku Tsou adalah penduduk lokal di bukit Alishan yang terletak di kabupaten Chiayi, Taiwan. Wisatawan dapat menyaksikan penampilan mereka di Yuyupas -- sebuah panggung penampilan yang jadi lokasi unjuk bakat mereka.

Suku Tsou yang juga dijuluki permata bagi warga Taiwan dikenal sebagai pendulang minat turis mancanegara. Sebab, tak hanya ramah pada pengunjung, mereka yang didominasi kaum muda ini punya banyak talenta.

Terbukti dari penampilan tarian dan nyanyian lagu daerah yang begitu apik. Menurut Mooh, seorang penari pria di Yuyupas, setiap hari ada 400 wisatawan lokal dan mancanegara yang hilir mudik secara bergantian.

Pakaian suku Tsou yang tinggal di Alishan, Taiwan (Liputan6.com/Teddy Tri Setio Berty)

"Setiap hari ada 400 orang yang datang. Jika hari libur tiba, maka jumlah bisa bertambah," ujar Mooh.

"Saya penduduk asli Alishan. Sudah 5 tahun saya bekerja sebagai penari," tambahnya.

Bagi Mooh, bekerja di Yuyupas bukan hanya sekedar untuk menari saja. Berpakaian ala suku Tsou ini dianggapnya sebagai cara melestarikan budaya.

"Meski terlahir dari keluarga tentara, saya tetap merasa senang ketika bekerja di Yuyupas," ujar pria berusia 26 tahun tersebut.

Legenda menyebut bahwa ada sekelompok orang yang tiba di Pulau Taiwan. Sekelompok orang itu lantas ingin meloloskan diri dari kawasan Alishan dan Pulau Taiwan lewat jalur laut.

Tetapi langkah itu gagal. Sebab, ada sejumlah ikan raksasa yang menghalangi jalan mereka.

Lalu, Tuhan mengirimkan burung raksasa yang kemudian menjelma jadi wanita cantik. Pada bagian kaki burung tersebut, terdapat pola garis hitam, biru dan merah -- yang kemudian jadi warna utama pada pakaian suku Tsou.

Untuk menikmati suasana liburan di Yuyupas, pengunjung harus membeli tiket seharga NT 300 atau setara dengan 136 ribu (NT 1 = Rp 480).

Dengan harga tersebut, Anda dapat melihat hamparan kebun teh, penampilan tari dan menyanyi serta suasana alam tempat tinggal suku Tsou. Namun, harga itu belum termasuk biaya makan siang.

Dikenal Cantik dan Ganteng

Saat memasuki area Yuyupas, tak sedikit pengunjung yang terkesima dengan paras para muda-mudi yang berasal dari Suku Tsou.

Sebab, prianya begitu ganteng dan wanitanya begitu cantik. Jadi tak heran jika banyak dari mereka yang sukses merantau di kota.

"Orang Tsou memang dikenal ganteng dan cantik. Kini jumlah penari tak sebanyak dahulu, sebab banyak dari mereka yang merantau ke kota dan ingin jadi artis," ujar Lu Shan Bao seorang pemandu wisata.

"Di antaranya penyanyi dan aktris Taiwan Tang Lanhua," tambah Lu.

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by