Meski Bikin Merinding, Belatung Ternyata Bisa Menyembuhkan Luka

Oleh Happy Ferdian Syah UtomoElin Yunita Kristanti pada 15 Jan 2019, 04:00 WIB

Diperbarui 16 Jan 2019, 21:15 WIB

Ilustrasi belatung

Liputan6.com, London - Kebanyakan orang begidik saat melihat atau membayangkan kerumunan belatung. Apalagi jika larva lalat itu keluar dari organik yang membusuk. Entah itu bangkai hewan, sayur dan buah, atau bahkan jasad manusia yang terurai.

Namun, siapa sangka, hewan bikin bulu kuduk berdiri itu ternyata banyak gunanya. Misalnya, belatung yang ditemukan dalam jasad manusia bisa membantu ahli forensik dan penyelidik menguak waktu kematian korban.

Dan, ternyata, belatung punya kemampuan menyembuhkan. Seperti dikutip dari situs sains LiveScience, Senin (14/1/2019) dalam upaya untuk menyembuhkan serdadu yang terluka di medan perang, pemerintah Inggris akan mengirimkan belatung ke Suriah, Yaman, dan Sudan Selatan, demikian dilaporkan Telegraph.

Belatung, dari beberapa jenis lalat, diyakini bisa memakan daging-daging yang membusuk (gangrene) pada luka yang memungkinkan jaringan yang sehat untuk memulihkan diri. Hewan-hewan itu juga akan menyebarkan air liurnya yang mengandung antibakteri.

Perawatan mengerikan ini mungkin terdengar tidak biasa. Namun, sejatinya belatung telah digunakan dalam pengobatan pada zaman kuno.

Misalnya, masyarakat Aborigin di Australia menggunakan belatung untuk membersihkan luka. Dan, selama Perang Dunia I, para tentara yang menyerang dan bertahan di parit menggunakan hewan tersebut untuk merawat cedera yang dialami.

Terapi tersebut bisa membantu mereka yang memiliki luka bernanah tetap bebas dari infeksi. Proyek senilai US$ 250 ribu tersebut juga mungkin bisa membantu orang yang mengalami cedera bisa menjaga anggota badan mereka. Sebab, infeksi sekunder dari cedera dan operasi dapat mengarah pada amputasi.

"Mereka yang hidup di tengah konflik dan krisis kemanusiaan harus sekarat akibat luka yang sebenarnya dapat dengan mudah disembuhkan dengan akses yang tepat ke perawatan," kata Menteri Urusan Pembangunan Internasional Inggris, Penny Mordaun kepada Telegraph.

Untuk mewujudkan proyek tersebut, Inggris akan mengerahkan rumah sakit lapangan untuk membiakkan belatung di lokasi target. Setelah dikeluarkan, telur-telur lalat akan disterilkan dan diinkubasi selama dua hari.

Ketika belatungp-belatung itu dalam kondisi prima, makhluk-makhluk itu bisa diletakkan langsung pada luka atau ditempatkan di BioBag -- yang kemudian dipakai untuk membungkus luka.

Belatung yang telah disterilkan akan sangat berharga di tempat-tempat yang memiliki perawatan medis dasar atau terbatas.

Bahwa larva lalat itu bisa memakan jaringan yang rusak atau mati diungkap dalam laporan Journal of Plastic Surgery. Belatung konon bahkan dapat membersihkan luka lebih cepat daripada yang bisa dilakukan ahli bedah. 

 

2 of 2

Hanya Sekali Pakai

Ilustrasi belatung (AFP)
Ilustrasi belatung (AFP)

Namun, untuk mencegah penyebaran penyakit, belatung-belatung itu tak bisa digunakan dua kali. Hanya sekali pakai.

Para peneliti menganjurkan agar larva dibuang dalam wadah klinis setelah digunakan. Jika ada yang melarikan diri ke alam liar, itu seharusnya tidak menjadi masalah. Sebab, belatung menjalani proses sterilisasi alami ketika mereka menjelma menjadi lalat.

Jika rencana tersebut terwujud, rumah sakit lapangan akan membiakkan belatung dalam waktu satu tahun, menyediakan cukup larva lapar untuk mengobati 250 luka per hari, demikian menurut Frank Stadler, seorang peneliti di Griffith University di Australia.

Universitas tersebut memberikan masukan ilmuan dalam proyek mengubah belatung menjadi obat.

Pada 2021, tim ilmuwan bahkan berharap bisa membuat starter kit belatung, yang memungkinkan masyarakat di daerah terpencil membiakkan larva bermanfaat itu sendiri.

 

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait