Senator AS dari Partai Republik Desak Trump Setop Government Shutdown

Oleh Rizki Akbar Hasan pada 14 Jan 2019, 14:00 WIB
Donald Trump mengunjungi American Cemetery of Suresnes di luar kota Paris dalam rangka peringatan berakhirnya Perang Dunia I (AFP)

Liputan6.com, Washington DC - Politisi senior Partai Republik Amerika Serikat yang juga merupakan Senator AS, mendesak Presiden Donald Trump untuk menghentikan sementara penutupan pemerintahan atau government shutdown untuk tiga pekan ke depan.

Senator Lindsey Graham, yang juga orang dekat Trump, mengatakan bahwa penghentian sementara penutupan pemerintahan dapat memungkinkan kelanjutan negosiasi antara Partai Republik dan Partai Demokrat di Kongres, guna menyelesaikan pertentangan perihal pemberian persetujuan atas anggaran pembangunan tembok di perbatasan AS - Meksiko yang diajukan oleh presiden.

Graham, pada 13 Januari 2019, mendesak presiden untuk sementara membuka kembali pemerintah agar perundingan dimulai lagi. Dia mengatakan jika pembicaraan masih gagal untuk menyetujui pendanaan, Gedung Putih kemudian dapat mengumumkan keadaan darurat nasional.

"Sebelum dia mengambil keputusan pada opsi legislatif, dan saya pikir kita hampir dekat ke sana, saya akan mendesak mereka untuk membuka pemerintahan untuk waktu yang singkat, seperti tiga pekan --sebelum dia mengambil keputusan-- untuk melihat apakah kita bisa mendapatkan kesepakatan," Senator Graham mengatakan kepada Fox News Sunday, seperti dikutip dari BBC, Senin (14/1/2019).

Graham menjelaskan bahwa Trump telah mengatakan, "Mari kita buat kesepakatan, lalu buka pemerintah."

Shutdown sekarang telah menjadi yang terpanjang dalam sejarah AS. Itu telah menyebabkan ratusan ribu pekerja publik tidak digaji dan kantor pemerintah ditutup.

Penutupan pemerintahan dipicu oleh keputusan Presiden Donald Trump menolak anggaran yang diusulkan oleh Kongres karena tidak mencakup US$ 5,7 miliar untuk pembangunan tembok di sepanjang perbatasan Meksiko --janji kampanye utama Trump sejak Pilpres 2016.

Demokrat telah menolak permintaan Trump untuk pendanaan tembok dan mengatakan mereka tidak akan bernegosiasi lebih lanjut sampai pemerintah dibuka kembali.

Donald Trump telah mengancam akan mengumumkan keadaan darurat nasional guna menyalip Kongres dan mendapatkan uang yang diinginkannya untuk membangun tembok.

 

Simak video pilihan berikut:

2 of 2

Tekanan terhadap Trump Meningkat

Presiden Amerika Serikat ke-45 Donald Trump (AP/Nicholas Kamm)
Presiden Amerika Serikat ke-45 Donald Trump (AP/Nicholas Kamm)

Para koresponden mengatakan bahwa tekanan tengah meningkat pada Trump ketika perselisihan berlanjut, dengan jajak pendapat menunjukkan lebih banyak orang Amerika menyalahkannya atas penutupan itu ketimbang mereka menyalahkan Demokrat.

Tetapi pada Minggu 13 Januari 2019, Trump terus menyalahkan lawan-lawannya atas kebuntuan itu.

"Aku di Gedung Putih, menunggu. Demokrat ada di mana-mana kecuali Washington DC ketika orang menunggu gaji mereka. Mereka bersenang-senang dan bahkan tidak berbicara!" dia mentweet.

Beberapa senior Demokrat melakukan perjalanan ke Puerto Rico selama akhir pekan untuk retret musim dingin yang juga termasuk kunjungan ke pertunjukan musikal untuk penggalangan dana di Hamilton.

Drew Hammill, wakil kepala staf untuk Ketua House of Representatives dari fraksi Demokrat Nancy Pelosi, menanggapi dengan mencuit: "Ibu Pelosi telah berada di DC sepanjang akhir pekan bekerja dari Capitol (gedung kongres)."

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by