5 Orang Ini Menikah dengan Hewan, Salah Satunya Remaja Bali dengan Sapi

Oleh Teddy Tri Setio Berty pada 14 Jan 2019, 19:40 WIB
Diperbarui 15 Jan 2019, 18:14 WIB
Sapi

Liputan6.com, Jakarta - Ada miliaran umat manusia di muka bumi. Semuanya tinggal dan hidup di negara, kota dan desanya masing-masing. Tentunya, mereka memiliki adat tersediri.

Terkadang, adat dan norma di setiap tempat berbeda-beda. Sehingga unik dan bahkan menarik jika kita cermati.

Selain unik dan menarik, ada pula sejumlah ada yang aneh. Salah satunya menikah dengan hewan. Beberapa orang ini ada yang memang jatuh cinta dengan hewan.

Namun, ada pula yang sengaja dinikahkan karena sebuah adat hingga kepercayaan mereka pada peramal. Seperti dikutip dari laman oddee.com, Senin (14/1/2019) berikut 5 orang yang menikah dengan hewan:

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

2 of 6

1. Menikah dengan Kuda Poni

kuda poni ini selamatkan diri di atap (photo: AsiaWire/Metro.co.uk)
kuda poni ini selamatkan diri di atap (photo: AsiaWire/Metro.co.uk)

Pada tahun 1992, Mark Matthews menikahi kuda poni miliknya yang bernama Pixel. Karena tindakannya ini, Matthews menjadi pemberitaan dan sempat diundang oleh stasiun televisi untuk di wawancarai.

Dalam sebuah program bincang-bincang, Matthews menjelaskan soal hubungan yang telah ia bangun bersama sang hewan peliharaan.

Namun, acara ini diputuskan oleh sang produser untuk tak ditayangkan. Sebab, kisah ini diyakini akan memberi dampak buruk pada penonton jika disiarkan.

3 of 6

2. Remaja Bali Menikahi Sapi

Sapi
Ilustrasi sapi (iStockPhoto)

Ngurah Alit, seorang remaja Bali berusia 18 tahun, ditangkap saat melakukan hubungan intim dengan seekor sapi.

Remaja itu mengaku jika ia tergoda dengan sapi yang tak dijelaskan jantan atau betina tersebut.

Hingga akhirnya pada Juni 2010, Alit dipaksa untuk menikahi hewan tersebut dalam sebuah upacara dan ritual setempat.

Hal ini dilakukan oleh warga sekitar untuk membersihkan desa dari tindakan tidak terpuji pria yang melakukan hubungan seks dengan hewan.

Setelah itu, Alit ditenggelamkan ke laut. Namun, tenggelam dan bentuk simbolis untuk dibersihkan dari roh-roh jahat.

4 of 6

3. Wanita Jutawan Menikahi Dolfin

Ilustrasi Lumba-Lumba
Ilustrasi Lumba-Lumba

Pada Desember 2005, Sharon Tendler, seorang jutawan Inggris eksentrik berusia 41 tahun, menikahi cinta dalam hidupnya -- seekor lumba-lumba bernama Cindy di sebuah resor Israel.

Sharon Tendler bertemu Cindy 15 tahun sebelumnya ketika dia pertama kali mengunjungi resor. Tendler menyukai lumba-lumba dan membiasakan bepergian ke Israel dua atau tiga kali setahun dan menghabiskan waktu bersama kekasih bawah lautnya.

Setelah asmara yang panjang selama bertahun-tahun, Tendler memutuskan untuk memulai jalan yang sangat tidak biasa untuk mengikat simpul dengan lumba-lumba kesayangannya.

Pada tanggal 28 Desember, pengantin wanita yang gembira, mengenakan gaun putih, berjalan menuruni dermaga di hadapan ratusan pengunjung dan berlutut di hadapan pengantin prianya, yang menunggu di air.

5 of 6

4. Menikahi Anjing untuk Menyingkirkan Kutukan

Ilustrasi anjing pelacak (AFP)
Ilustrasi anjing pelacak (AFP)

Seorang remaja India bernama Selva Kumar (18) merajam dan memukul dua ekor anjing hingga tewas. Bahkan, ia sengaja menggantung bangkai hewan itu di pohon.

Tak lama setelah kejadian itu, Kumar menderita lumpuh pada kaki dan tangan. Bahkan, ia harus kehilangan kemampuan mendengarnya.

15 tahun kemudian, ia sudah tak mampu bertahan hidup. Ia berusaha menghilangkan segala penyakitnya dengan mengunjungi peramal.

"Apa obat penyakitnya?", tanya Kumar.

"Menikah dengan anjing," ujar sang peramal.

Hingga akhirnya pada November 2007, ia menikah dengan seekor anjing betina berusa 10 tahun bernama Selvi. Namun tak dijelaskan apakah penyakit yang ia anggap kutukan itu sembuh.

6 of 6

5. Menikah dengan Kodok

Ilustrasi kodok
Pacific Tree Frog (webdev01v.burke.washington.edu/Heidi Rockney)

Pada Januari 2009, dalam ritual aneh, dua gadis berusia tujuh tahun dari desa Pallipudupet yang terpencil di India menikah dengan katak.

Upacara itu dilakukan "untuk mencegah berjangkitnya penyakit misterius di desa.

Gadis-gadis itu, Vigneswari dan Masiakanni, mengenakan pakaian pengantin tradisional -- saree emas dan perhiasan emas. Mereka menikahi "pangeran" katak dalam upacara terpisah dan rumit di dua kuil yang berbeda di hadapan ratusan penduduk desa.

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait