AS Akan Buat Teknologi Virtual untuk Latihan Tentara di Medan Perang

Oleh Liputan6.com pada 14 Jan 2019, 08:30 WIB
Diperbarui 14 Jan 2019, 09:15 WIB
Tentara Amerika Serikat di Afghanistan pada Juni 2017 (File / AP PHOTO)

Liputan6.com, Washington DC - Para periset di University of Southern California telah mengusahakan pembuatan model-model lanskap tiga dimensi untuk melatih tentara Amerika Serikat dalam menggunakan realitas virtual (virtual reality) dan realitas tertambah (augmented reality) dalam program latihan mereka.

Tentara yang akan dikirim ke medan tempur bisa berlatih dengan menggunakan perangkat virtual dan augmented reality untuk membiasakan diri dengan keadaan yang sesungguhnya di lapangan.

Hal itu dimungkinkan dengan proyek yang disebut Open World Terrain, kata Ryan McAlinden, kepala bagian simulasi pada University of Southern California.

"Tujuannya adalah menciptakan gambar tiga dimensi tentang tempat manapun di dunia ini dengan menggunakan sebanyak mungkin sumber data," kata McAlinden seperti dikutip dari VOA Indonesia, Senin (14/1/2019).

Menggunakan drone untuk mengumpulkan foto-foto, komputer bisa mengolahnya menjadi gambar-gambar tiga dimensi yang menunjukkan keadaan yang sesungguhnya di lapangan.

"Tujuannya adalah memungkinkan sebuah unit militer, seperti regu atau pleton, untuk melakukan hal ini dengan mudah, dengan menggunakan peralatan yang bisa dibawa dalam tas punggung. Komandan regu atau pleton itu bisa melihat kawasan operasi mereka dalam bentuk tiga dimensi sebelum memulai operasi yang sesungguhnya," jelas McAlinden.

Pasukan Komando Marinir Amerika Serikat kini telah menggunakan teknologi ini untuk latihan, guna menentukan rute perjalanan yang akan ditempuh, tempat-tempat persembunyian dan tempat terbaik untuk memasang senjata-senjata berat.

Kata Ryan McAlinden lagi, teknologi tiga dimensi memungkinkan komandan tentara untuk melihat keadaan di lapangan dari berbagai sudut dan ketinggian, suatu hal yang tidak bisa dilakukan hanya dengan menggunakan kamera biasa.

Para periset kini sedang mengusahakan pembuatan teknologi ini untuk digunakan oleh Angkatan Darat Amerika Serikat, supaya tentara yang dikirim ke medan tempur bisa mengetahui apa yang akan mereka hadapi.

 

Simak video pilihan berikut:

2 dari 2 halaman

Rencana Penambahan Robot di Militer AS...

20170316-Latihan Perang di Hutan Tentara Amerika Serikat-AP
Tentara dari Combat Team Divisi Infanteri 1 Stryker Brigade Angkatan Darat AS menyusuri sungai dalam pelatihan perang hutan di Hawaii, 1 Maret 2017. Tentara Angkatan Darat melakukan kursus pelatihan hutan untuk fokus pada Asia dan Pasifik. (AP/Daniel Lin)

Angkatan Darat Amerika Serikat berencana untuk menambah robotnya. Tidak untuk bertempur --paling tidak belum saatnya-- namun robot ini akan membantu personel di medan tempur.

Robot-robot ini tidak akan dipersenjatai, namun perusahaan yang memproduksi mereka telah terlibat dalam pertempuran yang lain.

Kontrak senilai hampir setengah miliar dolar menjadi taruhan guna pengadaan robot seukuran tas ransel yang dapat menjinakkan bom dan membantu menentukan letak posisi musuh. Kompetisi untuk memproduksi robot jenis ini telah sampai ke Kongres dan pengadilan federal.

Proyek ini dan yang serupa dengannya suatu hari diharapkan dapat membantu pasukan untuk "memeriksa sudut-sudut yang tidak terlihat, melihat apa yang ada di tepian bukit di depan dan membuat robot tersebut menanggung risiko atau ditembaki oleh musuh," ujar Paul Scharre, seorang pakar teknologi militer di Center for a New American Security, seperti dikutip dari VOA Indonesia, Jumat (4/1/2019). Baca selengkapnya...

Lanjutkan Membaca ↓