Ivanka Trump Jadi Kandidat Kuat Isi Posisi Presiden Bank Dunia

Oleh Teddy Tri Setio Berty pada 12 Jan 2019, 12:13 WIB
Ivanka Trump

Liputan6.com, Washington DC - Mantan Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB Nikki Haley dan putri Presiden Donald Trump, Ivanka Trump menjadi kandidat kuat dari AS untuk menduduki kursi pemimpin Bank Dunia.

Saat ini, jabatan tersebut tengah kosong, setelah sebelumnya Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim yang mengundurkan diri sebelum habis masa jabatannya.

Dikutip dari laman South China Morning Post, Sabtu (12/1/2019) Kim secara mendadak mengumumkan soal pengunduran dirinya, pada Senin, 7 Januari lalu. 

Padahal, sisa masa jabatan Kim terhitung masih lebih dari 3 tahun.

Selain Ivanka Trump dan Haley ada nama wakil menteri keuangan David Malpass dan Mark Green, kepala badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat atau USAID.

Pada tahun 2017 Ivanka Trump dilaporkan telah mendorong penciptaan dana sebesar satu miliar dolar yang didukung Arab Saudi untuk membantu perkembangan wiraswasta bagi perempuan.

Sesuai dengan peraturan yang tidak tertulis, Amerika Serikat sebagai pemegang saham terbesar selalu memilih kepala bank dunia sejak pembentukannya setelah Perang Dunia II.

Bank Dunia mengatakan, pada Kamis, 10 Januari kemarin akan mulai menerima pencalonan kepalanya yang baru bulan depan dan akan menentukan pengganti Kim pertengahan April mendatang.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

Pemakaman Massal Christchurch
2 of 2

Pernyataan Jim Yong Kim

Ivanka Trump
Ivanka Trump tiba menghadiri konferensi pers pertemuan antara PM Jepang Shinzo Abe dan Presiden AS Donald Trump di Rose Garden, Gedung Putih, Washington (7/6). Ivanka tampil cantik mengenakan gaun Oscar de la Renta seharga $ 2.390. (AFP Photo/Mandel Ngan)

"Merupakan kehormatan besar melayani sebagai presiden lembaga yang luar biasa ini, penuh dengan orang-orang bersemangat yang berdedikasi dalam misi mengakhiri kemiskinan ekstrem," kata Kim dalam sebuah pernyataan.

Kim, yang mengambil alih kepemimpinan pemberi pinjaman global pada 2012, akan bergabung dengan perusahaan yang belum disebutkan namanya yang berfokus pada investasi di negara-negara berkembang.

CEO Bank Dunia Kristalina Georgieva akan menjabat sebagai presiden sementara setelah Kim mundur pada 1 Februari, menurut pernyataan Bank Dunia.

Lanjutkan Membaca ↓