Geger Vaksin Polio Kedaluwarsa di China, 145 Anak Dilaporkan Terdampak

Oleh Happy Ferdian Syah Utomo pada 12 Jan 2019, 07:31 WIB
Diperbarui 12 Jan 2019, 08:16 WIB
Bendera China

Liputan6.com, Jinshu - Masyarakat China kembali digegerkan oleh kasus penyalahguaan obat publik. Belum lama ini, seratusan anak usia balita di Kota Jihun, Provinsi Jiangsu, terkontaminasi vaksin polio yang kedaluwarsa.

Tiga pejabat kesehatan setempat dikabarkan telah diberhentikan secara tidak hormat sejak kasus tersebut terungkap awal pekan ini, lapor media pemerintah, sebagaimana dikutip dari The Straits Times pada Jumat (11/1/2019).

Orangtua salah satu korban mengatakan bahwa sebagian besar vakin polio yang diberikan secara oral kepada anak-anak balita di fasilitas kesehatan pemerintah setempat, diketahui telah kedaluwarsa hampir satu bulan dari tanggal yang dicantumkan, yakni pada 11 Desember 2018.

Sejak temuan itu, otoritas Jinhu menemukan bahwa 145 anak telah menerima vaksin kedaluwarsa itu pada periode 11 Desember 2018 hingga 7 Januari 2019, lapor stasiun televisi CCTV, mengutip sumber pemerintah China.

Namun, menurut pejabat kesehatan setempat, vaksin yang sudah kedaluwarsa memang mengurangi kemanjuran, tetapi seharusnya tidak menyebabkan efek kesehatan yang merugikan. 

Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa anak yang diberikan vaksin kedaluwarsa "tidak mungkin sakit", tetapi bisa jadi karena faktor lain seperti kondisi imunisasi yang tidak memadai.

Stasiun televisi CCTV mengatakan beberapa orang tua melaporkan reaksi negatif pada anak-anak, termasuk muntah dan kantuk, tetapi tidak jelas apakah ini hanya reaksi alergi normal, atau bukan, terhadap vaksin tersebut.

Selain kasus vaksin kedaluwarsa, China diketahui beberapa kali mengalami skandal terkait keamana pangan dan obat-obatan. Salah satu yang paling diingat adalah ketika ratusan anak dilaporkan keracunan oleh susu formula pada 2008 silam. 

 

Simak video pilihan berikut: 

 

2 of 2

Tidak Dapat Meredam Ketakutan Warga

Jarum suntik
Ilustrasi jarum suntik. (Sumber Pixabay)

China mengumumkan sidak nasional terhadap industri vaksin negara itu tahun lalu, setelah muncul laporan bahwa produsen besar vaksin rabies setempat telah membuat catatan palsu.

Otoritas setempat menyatakan bahwa vaksin rabies bermasalah itu sudah ditarik secara keseluruhan, namun tidak dapat meredam ketakutan masyarakat akan keamanan makanan dan obat-obatan yang dijual bebas di pasaran.

Sementara itu, selain tiga pejabat kesehatan kabupaten Jinhu yang dipecat, lima staf lokal lainnya sedang diselidiki, kata pemerintah daerah.

Vaksin dipesan secara tersegel oleh pemerintah pusat, yang kemudian didistribusikan ke daerah. Namun, departemen kesehatan setempat diketahui tidak melakukan inspeksi mendalam terkait keamanannya.

Vaksin polio disediakan gratis oleh pemerintah untuk anak-anak berusia antara dua bulan hingga empat tahun.

Belum ada laporan tentang bagainana distribusi vaksin terkait di wilayah lain di China, namun kementerian kesehatan Tiongkok telah memastikan kejadian itu tidak terulang.

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait