7 Orang Tewas Akibat Hujan Salju Lebat di Pegunungan Alpen, Wisatawan Terdampar

Oleh Tanti Yulianingsih pada 11 Jan 2019, 16:16 WIB
Ilustrasi longsor salju (iStock)

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah bagian Eropa tengah dilanda hujan salju lebat yang melumpuhkan perjalanan dan industri pariwisata. Sebanyak tujuh orang tewas akibat peristiwa alam tersebut.

Hujan salju lebat dan angin kencang diproyeksikan akan berlanjut di Austria dan bagian selatan Jerman hingga setidaknya hari Jumat 11 Januari 2019, membawa tambahan 50 cm salju selama 24 jam ke bagian-bagian Pegunungan Alpen yang telah terlihat ditutupi gumpalan putih setebal 300 cm dalam sepekan, demikian seperti dikutip dari The Strait Times, Jumat (11/1/2019).

Beberapa area telah menyatakan keadaan darurat karena beberapa jalan, layanan kereta api dan resor ski ditutup.

Ratusan turis dan penduduk terputus di Austria karena risiko potensi longsoran yang luar biasa tinggi. Cuaca sangat buruk bahkan mengakibatkan helikopter yang biasanya dikerahkan untuk memantau longsoran tak bisa beroperasi.

Kondisi cuaca pada hari Jumat dapat memungkinkan kru untuk membersihkan beberapa jalan.

Di utara perbatasan Austria, di negara bagian Bavaria, Jerman, cuaca buruk mengakibatkan banyak sekolah ditutup dan layanan kereta di banyak jalur dibatalkan.

Sejauh ini peringatan longsor aktif di sebagian besar wilayah Alpine di negara bagian itu, dan Kota Miesbach menyatakan keadaan darurat pada hari Senin.

Salju yang turun terus-menerus dan jalan-jalan yang membeku dilaporkan menyebabkan 35 km jalan raya di Baden-Wurttemberg berhenti total hingga Kamis pagi, memaksa ratusan pengemudi truk dan mobil menghabiskan malam di jalan itu.

Di Distrik Jachenau, pemadam kebakaran menjaga toko bahan makanan lokal karena truk komersial tidak dapat mencapai daerah tersebut, menurut Oliver Platzer, juru bicara Kementerian Dalam Negeri Bavaria.

Davos, Swiss, tempat banyak pemimpin dunia dan bisnis berkumpul untuk pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia pada akhir bulan, dilaporkan memiliki timbunan salju setinggi hampir 63 cm.

Sementara jumlah salju yang turun dalam beberapa pekan terakhir sangat bervariasi dari satu daerah ke daerah lain, tak biasanya banyak turun salju yang jatuh selama periode tersebut, menurut Thomas Wostal, juru bicara Kantor Meteorologi Pusat Austria.

"Dalam hal jumlah salju selama 10 hari, secara statistik ini hanya terjadi setiap 30 hingga 100 tahun, tergantung wilayahnya," kata Wostal.

Beberapa stasiun ski di wilayah Styria, Austria Hulu dan Hilir juga harus ditutup, karena takut akan longsoran salju, pohon-pohon tumbang akibat tertimpa salju yang tebal, atau memutus jaringan listrik.

Hohentauern, sebuah desa di bagian tengah negara itu, telah terisolasi sejak Sabtu lalu. Sekitar 270 pengunjung, termasuk sekitar 60 anak-anak, sedang menunggu salah satu dari dua jalan masuk yang menuju ke desa untuk dibuka kembali.

"Desa itu aman dan kami menjaga jalanan tetap bersih," kata Franz Haas, pemilik hotel di Hohentauern. "Anak-anak menikmati jalan-jalan di luar ruangan, bermain kereta luncur dan membuat manusia salju."

Karena lebih sedikit wisatawan daripada biasanya yang tinggal di desa, dan karena ada pertanian di dekatnya, tidak ada yang kekurangan makanan, kata Haas, dan ada cukup gas untuk memanaskan kabin serta hotel setidaknya selama dua minggu lagi.

 

Saksikan juga video berikut ini:

Dua Warga Palestina Tewas Ditembak Tentara Israel
2 of 2

Siaga Tinggi Longsor

Salju Tebal Selimuti Jerman
Bajak salju membersihkan Jalan Raya A9 di Garching, Jerman, Rabu (9/1). Hujan salju lebat menyelimuti jalanan di Jerman. (Matthias Balk/dpa/AFP)

Sebagian besar wilayah di Eropa berada pada tingkat siaga longsor tertinggi, setelah tujuh pemain ski dan pendaki salju dilaporkan tewas sejak Sabtu 5 Januari lalu. Ditambah dua pendaki dikabarkan hilang.

Sebagian besar korban tewas dalam longsoran salju, tetapi layanan darurat mengatakan dua dari mereka tewas ketika jatuh ke dalam salju tebal dan tak bisa bernapas.

Ratusan tentara dan petugas pemadam kebakaran telah bekerja bersama karyawan dan relawan publik lainnya untuk membersihkan jalan dan atap yang tertimbun salju.

Brigadir Anton Waldner, komandan militer untuk wilayah Salzburg, mengatakan kepada AFP bahwa hujan salju yang luar biasa tahun ini telah membuat anak buahnya menghadapi "situasi sulit". Ketika tentara berusaha membersihkan salju dari atap sebuah sekolah di kota Lungoetz dengan ketinggian 2 meter.

"Pasukan melakukan tujuh operasi semacam itu dan 300 orang dalam keadaan siaga," kata Waldner.

Sementara itu sektor pariwisata negara ini juga merasakan dingin tak biasa.

"Kami menerima 50 persen penurunan jumlah pemesanan jangka pendek," ujar Kepala Pariwisata di Kamar Dagang Austria, Petra Nocker-Schwarzenbacher. "Semua orang memperhatikan cuaca," imbuhnya.

Lanjutkan Membaca ↓