Buntut Teror Drone, Bandara di Inggris Dipasangi Teknologi Keamanan Setingkat Militer

Oleh Happy Ferdian Syah Utomo pada 11 Jan 2019, 12:01 WIB
20160412-pesawat terbang

Liputan6.com, London - Semua bandara utama di Inggris kini akan segera memiliki perangkat keamanan anti-drone setingkat militer, kata pemerintah setempat dalam sebuah pernyataan resmi.

Penetapan kebijakan itu diambil ketika militer diminta untuk membantu menyelidiki penampakan drone yang menyebabkan bandara tersibuk di Inggris, Heathrow, berhenti beroperasi selama sekitar satu jam pada Selasa 8 Januari.

Selain itu, sebagaimana dikutip dari BBC pada Jumat (11/1/2019), penampakan drone juga sempat membuat lumpuh Bandara Internasional Gatwick di London selama hampir 36 jam, menjelang libur perayaan Natal lalu.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Inggris Gavin Williamson mengatakan bahwa "tidak dibenarkan" untuk meminta angkatan udara setempat, Royal Air Force, dalam menanggapi insiden serupa di masa depan.

Kini, Williamson berubah pikiran, dengan mengatakan bahwa semua bandara komersial di Inggris perlu berinvestasi dalam teknologi anti-drone.

Para menteri yang berkepentingan di isu terkait, juga memastikan bahwa mereka akan mengupayakan pengadaan teknologi serupa untuk dipasang di infrastruktur penting lainnya seperti penjara, pembangkit listrik dan situs militern Kerajaan Inggris.

Berbicara pada kunjungan ke basis RAF di distrik Marham, Norfolk, Menhan Williamson mengatakan: "Saya pikir semua orang akan mengharapkan seluruh bandara memiliki deteksi ini, dan efek pencegahan di masa depan. Ini adalah hal yang logis bagi mereka untuk berinvestasi (di dalamnya)".

Angka resmi pemerintah Inggris dalam setahun terakhir, menunjukkan bahwa terjadi 120 kecelakaan antara drone dan pesawat, di mana hal itu meningkat dua kali lipat dari enam insiden yang dicatat pada 2014.

 

Simak video pilihan beirkut: 

 

2 of 2

Wewenang Lebih bagi Polisi

Ilustrasi Bendera Inggris
Ilustrasi (iStock)

Sebuah sistem yang bisa mendeteksi, melacak, dan menahan laju drone telah dipasang di atap Terminal Selatan di Bandara Internasional Gatwick.

Pekan lalu, otoritas Gatwick mengatakan bahwa mereka telah menghabiskan 5 juta pound sterling (setara Rp 89 miliar) untuk mencegah serangan drone di masa depan.

Begitu pun Heathrow, yang merupakan bandara tersibuk di Inggris, akan membeli sistem serupa dalam waktu dekat.

Juga, pada pekan ini, polisi Inggris akan diberikan kekuatan baru untuk mengatasi penggunaan drone secara ilegal. Wewenang itu mencakup perintah mendaratkan drone yang dinilai menggangu, dan mengharuskan pengguna untuk menunjukkan dokumen kepemilikan yang sah, serta bukti lisensi ketat dari pihak berwenang.

Selain itu, polisi juga berhak menyelidiki lebih jauh tentang catatan penggunaan drone terkait, termasuk data elektronik yang tersimpan di dalam perangkat tersebut.

Jika ditemukan pelanggaran serius terkait penggunaan drone, maka polisi berhak menyita dan menjatuhkan sanksi hukuman pidana.

Lanjutkan Membaca ↓