Menteri Retno Marsudi Ingatkan Seluruh Diplomat untuk Netral Hadapi Pemilu 2019

Oleh Teddy Tri Setio Berty pada 10 Jan 2019, 09:00 WIB
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi di DiploFest, Bandung 19 Desember 2018 (Afra Augesti / Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengingatkan seluruh diplomat Indonesia agar tetap netral jalani pemilu yang akan diselenggarakan secara serentak pada 17 April 2019 mendatang. Dalam pidato tahunannya sebagai menteri, Retno menyampaikan pesan jelang ataupun selama pemilu berlangsung para diplomat harus tetap profesional.

"Memasuki tahun politik saya ingin tegaskan bahwa seluruh diplomat Indonesia harus bersifat netral. Dan terus menjunjung tinggi profesionalitas dalam pekerjaan," ujar Retno Marsudi di Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Rabu (9/1/2019).

Di hadapan para duta besar negara sahabat dan tamu undangan lainnya, Retno mengatakan pihaknya telah memerintahkan seluruh diplomat agar menyukseskan pemilu. Sebab, ujar Retno Marsudi, setiap Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di luar negeri berhak menentukan pilihan dan mendapat pelayanan baik saat penyelenggaraan Pemilu.

"Setiap warga Indonesia ternasuk WNI berhak dalam menentukan masa depan Indonesia," tukasnya.

Sementara itu jika di Indonesia hari pemungutan dijadwalkan pada 17 April 2019. Maka, Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengambil kebijakan untuk pemungutan suara di luar negeri lebih awal atau dengan early voting, yaitu sejak 8-14 April. Meski dilakukan lebih awal, penghitungan suara tetap berlangsung 17 April. Kebijakan itu memungkinkan untuk meningkatkan partisipasi WNI di luar negeri untuk datang ke TPS.

KPU juga menggunakan tiga metode untuk WNI di luar negeri, yaitu datang langsung ke TPS yang dibangun di kantor perwakilan Indonesia di negara setempat, kotak suara keliling, dan menggunakan pos.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini: