Senator AS hingga Angelina Jolie, Ini Para Bakal Calon Presiden AS 2020?

Oleh Liputan6.com pada 02 Jan 2019, 07:00 WIB
Bendera Amerika Serikat (AP PHOTO)

Liputan6.com, Washington DC - Senator Amerika Serikat dari negara bagian Massachusetts, Elizabeth Warren membentuk komisi penjajakan untuk pemilihan presiden AS pada 2020.

Anggota Senat itu, pada Senin 31 Desember 2018, menjadi yang pertama, dalam apa yang diperkirakan daftar panjang Senator partai Demokrat yang pada 2019 akan mengumumkan pencalonan diri dalam pemilihan presiden, demikian seperti dikutip dari VOA Indonesia, Selasa (2/1/2019).

Komisi penjajakan akan memungkinkannya menggalang dana dan mengisi posisi staf sebelum secara resmi memulai pencalonannya awal tahun depan.

Warren menyebut diri sebagai reformis ekonomi dan pejuang anti-Wall Street. Pendukungnya mendorongnya mencalonkan diri untuk 2016, tetapi pada saat itu ia menolak.

Senator AS dari Partai Demokrat, Elizabeth Warren, bakal calon Presiden AS 2020 (AP PHOTO)

Warren akan menghadapi daftar panjang calon dari Partai Demokrat Amerika Serikat.

Senator lain yang diperkirakan mencalonkan diri adalah: Cory Booker dari New Jersey, Kamala Harris dari California, Sherrod Brown dari Ohio, Amy Klobuchar dari Minnesota, Kirsten Gillibrand dari New York, dan Bernie Sanders dari Vermont.

Mantan wakil presiden Joe Biden juga sedang mempertimbangkan mencalonkan diri menjadi bakal calon presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat.

 

Simak video pilihan berikut:

2 of 2

Angelina Jolie Jadi Capres?

Angelina Jolie
Angelina Jolie (Luka GONZALES / AFP)

Angelina Jolie beberapa kali mengungkapkan keinginannya terjun ke dunia politik. Tak hanya itu saja, mantan istri Brad Pitt itu bahkan ingin maju menjadi presiden Amerika Serikat.

Seperti ditulis The Telegraph, Angelina Jolie yang juga aktif sebagai juru kampanye kemanusiaan PBB itu mengatakan akan pergi ke mana dia dibutuhkan saat ditanya apakah dia tertarik memikirkan karir politik, dengan memasuki persaingan untuk nominasi presiden dari Partai Demokrat.

Dia mengindikasikan dia memiliki syarat yang dibutuhkan untuk terjun ke politik- tidak ada 'kerangka dalam lemari' (rahasia), dagu yang tangguh dan berpikiran terbuka - tetapi mengatakan dia juga senang dengan perannya saat ini sebagai Utusan Khusus PBB yang memberinya kesempatan untuk bekerja dengan orang-orang yang membutuhkan serta pemerintah dan militer.

"Jadi untuk saat ini, saya akan tetap diam," ia menyimpulkan ketika ditanya tentang ambisi politiknya saat jadi tamu program BBC Radio Four's Today.

Utusan khusus lembaga pengungsi PBB, aktris Angelina Jolie menyapa warga saat mengunjungi Kamp Pengungsi Suriah Zaatari di Mafraq, Yordania, Minggu (28/1). Jolie turut mengajak dua buah hatinya, Zahara (13) dan Shiloh (11). (Khalil MAZRAAWI/AFP)

"Jika Anda bertanya kepada saya 20 tahun yang lalu, saya akan tertawa. Saya benar-benar tidak tahu. Saya selalu mengatakan saya akan pergi ke tempat yang dibutuhkan," katanya.

“Saya tidak tahu apakah saya cocok untuk politik tetapi saya juga bercanda bahwa saya tidak tahu apakah ada kerangka yang tersisa di lemari saya. Saya cukup terbuka dan di luar sana. Itu bagus. Jujur saya akan melakukan apa pun yang menurut saya benar-benar bisa membuat perubahan," ujar Angelina Jolie.

Ditanya tentang bangkitnya nasionalisme yang membuat Donald Trump mengejar kebijakan "Amerika Pertama" yang agresif, ia membuat perbedaan antara patriotisme dan nasionalisme sempit.

"Saya seorang patriot tetapi saya juga seorang internasionalis dan saya mencintai dan menghargai orang lain dan negara lain," katanya.

"Menjadi seorang patriot berarti sangat bangga dengan negara Anda dan bahkan negara Anda terlebih dahulu, tetapi Anda tidak berpikir negara Anda lebih baik daripada yang lain."

Utusan khusus lembaga pengungsi PBB, aktris Angelina Jolie mengadakan konferensi pers saat berkunjung ke Kamp Pengungsi Zaatari di Mafraq, Yordania, Minggu (28/1). Konflik Suriah sudah berlangsung sekitar delapan tahun terakhir. (Khalil MAZRAAWI/AFP)

Ini kontras dengan nasionalisme sempit di mana orang didorong untuk percaya bahwa hanya masalah mereka yang harus dikhawatirkan, bukan masalah global.

Selain karier filmnya, Jolie telah dikenal karena upaya kemanusiannya, yang membuahkan Penghargaan Kemanusiaan Jean Hersholt dan Ordo St Michael dan St George (DCMG).

Dia telah mempromosikan sejumlah gerakan termasuk konservasi, pendidikan, dan hak-hak perempuan, dan paling terkenal karena pembelaannya atas nama pengungsi sebagai Utusan Khusus untuk Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR).

Sebagai tokoh publik, Jolie telah disebut sebagai salah satu orang paling berpengaruh di industri hiburan Amerika.

Selama beberapa tahun, ia digambarkan sebagai wanita paling cantik di dunia oleh berbagai media, dan kehidupan pribadinya adalah subjek publikasi luas.

Bercerai dari aktor Jonny Lee Miller dan Billy Bob Thornton, ia berpisah dari suami ketiganya, aktor Brad Pitt, pada September 2016. Mereka memiliki enam anak bersama, tiga di antaranya diadopsi dari negara lain.

Lanjutkan Membaca ↓