Australia Gelar Razia Narkoba di Laut Arab, Sita Hampir 1 Ton Heroin

Oleh Rizki Akbar Hasan pada 30 Des 2018, 14:01 WIB
AL Australia menyita dan memusnahkan hampir 1 ton heroin di Laut Arab (sumber: Kemenhan Australia)

Liputan6.com, Canberra - Angkatan Laut Australia telah menyita dan menghancurkan hampir satu ton narkoba jenis heroin senilai hampir $ 300 juta (berkisar Rp 3 triliun) selama operasi di Timur Tengah dalam beberapa hari terakhir pekan ini.

Australia adalah bagian dari koalisi Amerika Serikat yang memerangi penyelundupan narkoba dan perdagangan senjata di wilayah tersebut.

Kapal HMAS Ballarat bergabung dengan Operasi MANITOU bulan lalu dan telah menargetkan kapal-kapal yang mencurigakan di Laut Arab.

Awak kapal mencegat dua kapal penangkap ikan, pada 21 Desember dan 23 Desember, demikian seperti dikutip dari ABC.net.au, Minggu (30/12/2018).

Mereka menyita 165 kilogram heroin selama operasi pertama dan 766 kg selama operasi kedua.

Narkoba itu telah dibuang ke laut oleh militer Australia.

 

Simak video pilihan berikut:

2 of 2

Upaya 32 Negara

AL Australia menyita dan memusnahkan hampir 1 ton heroin di Laut Arab. Narkoba itu diduga milik jaringan peredaran internasional. (sumber Kemenhan Australia)
AL Australia menyita dan memusnahkan hampir 1 ton heroin di Laut Arab. Narkoba itu diduga milik jaringan peredaran internasional. (sumber Kemenhan Australia)

Kapal perang kelas Anzac yang digunakan AL Australia dalam operasi itu juga bergabung dengan upaya 32 negara pada bulan November dan itu adalah razia pertama yang dilakukan oleh kru.

Komandan Pasukan Australia di Timur Tengah, Jaimie Hatcher, mengatakan ini adalah awal yang menjanjikan untuk penempatannya.

"Operasi ini akan berdampak pada arus distribusi narkoba di seluruh dunia dan penggunaan uang narkoba untuk mendanai organisasi ekstrimis," kata Laksamana Muda Hatcher.

Sejak bergabung dengan Operasi MANITOU di tahun 2014, Angkatan Laut Australia telah menyita 7 ton heroin dan 38 ton ganja senilai lebih dari $ 5 miliar (atau setara Rp 50 triliun).

Lanjutkan Membaca ↓