Remaja Austria Terjebak di Corong Asap Saat Jadi Sinterklas

pada 29 Des 2018, 11:00 WIB
Diperbarui 29 Des 2018, 11:00 WIB
Ilustrasi cerobong asap (Pixabay)
Perbesar
Ilustrasi cerobong asap (Pixabay)

Wina - Remaja usia 14 tahun terjebak dalam cerobong asap di Linz, Austria. Tetangga pun memanggil bantuan setelah mendengar tangisan minta tolong sang remaja.

Setelah 3 jam terjebak dalam cerobong asap, petugas pemadam kebakaran pun berhasil mengeluarkan sang remaja, demikian dikutip dari DW Indonesia, Sabtu (29/12/2018).

Untungnya, suara teriakan minta tolong sang remaja terdengar oleh tetangganya, Muharrem (49).

"Saya menonton TV lebih lama dari biasanya dan akan segera tidur lalu tiba-tiba saya mendengar suara tangisan dan teriakan keras meminta bantuan sekitar pukul 03.30 waktu setempat," ujarnya pada harian Österreichn di Austria.

Pertama-tama Muharrem memanggil polisi. Sebelum polisi tiba, ia pun memanjat loteng untuk melihat sumber suara. Muharrem pun menempelkan telinga pada cerobong asap dan dari sisi lain ia mendengar suara seseorang yang terjebak di dalamnya.

"Saya bilang jangan takut dan saya akan mencari bantuan," jelasnya.

Memanjat Atap Rumah

Saat petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi kejadian, mereka pun membongkar cerobong asap dan segera memberi pertolongan.

Setelah tiga jam di dalam cerobong asap, sang remaja mengalami sedikit hipotermia dan luka ringan, menurut kantor berita DPA.

Remaja asal Ceko ini mengatakan bahwa ia sengaja memanjat atap rumah dan masuk ke dalam cerobong dari atas.

Alasannya, ingin mendapatkan pemandangan indah Austria dari atap rumah dan ingin mencoba jadi Sinterklas. Setelah memanjat ke cerobong, anak lelaki ini pun terjebak di dalam cerobong dan tidak bisa keluar hingga petugas pemadam kebakaran tiba.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tag Terkait

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya