Kalahkan Hillary Clinton, Michelle Obama Jadi Wanita Paling Dikagumi di Dunia

Oleh Liputan6.com pada 29 Des 2018, 10:00 WIB
Diperbarui 29 Des 2018, 10:00 WIB
Michelle Obama

Liputan6.com, Honolulu - Michelle Obama dinyatakan sebagai wanita yang paling dikagumi di dunia di mata orang Amerika, menurut jajak pendapat dari Gallup poll berdasarkan laporan VOA Indonesia yang dikutip pada Sabtu (29/12/2018).

Ia bahkan dinilai mampu mengalahkan pesona Hillary Clinton, yang pernah mendapat "gelar" itu dalam 17 tahun dan kini menempati urutan kedua setelah istri Barack Obama tersebut.

Michelle Obama mengalahkan miliarder media Oprah Winfrey, yang berada di posisi kedua. Diikuti oleh Hillary Clinton pada nomor tiga, dan Ibu Negara Amerika Serikat saat ini Melania Trump.

Sementara itu, Ratu Inggris Elizabeth II menempati peringkat kelima, disusul Kanselir Jerman, Angela Merkel.

Di satu sisi, mantan Presiden Barack Obama adalah yang pertama dalam daftar orang yang paling dikagumi selama 11 tahun berturut-turut, mengalahkan penerusnya, Presiden Donald Trump, yang berada di urutan kedua untuk tahun keempat berturut-turut.

Sedangkan mantan presiden George W. Bush menempati posisi ketiga dan Paus Fransiskus berada di peringkat keempat.

Survei yang dilakukan awal bulan ini, meminta responden Amerika untuk menyebutkan nama wanita dan pria yang ada di dunia, yang paling mereka kagumi. Michelle Obama dan suaminya, Barack Obama, adalah pasangan yang keluar sebagai pemenangnya.

 

Saksikan video pilihan berikut ini:

2 dari 2 halaman

Rilis Memoar Pribadinya pada November 2018

Michelle Obama
Michelle Obama saat sampaikan pidato terakhirnya sebagai Ibu Negara AS (AP)

Sebelumnya, Michelle Obama telah merilis memoarnya pada 13 November 2018. Memoar mantan ibu negara Amerika Serikat ini digadang-gadang menjadi salah satu buku paling dinanti dalam beberapa tahun terakhir.

Istri dari Barack Obama itu mengunggah sebuah status melalui akun Twitter pribadinya, Minggu, 25 Februari 2018. Ibu dua anak tersebut mengatakan, buku memoarnya, yang berjudul Becoming,  terbit seminggu setelah pemilu.

"Menulis Becoming adalah pengalaman pribadi yang mendalam," tulis akunya dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari VOA Indonesia, Senin 26 Februari 2018.

"Pengalaman ini membuat saya, merefleksikan dengan jujur garis hidup saya yang tak terduga. Dalam buku ini, saya membicarakan tentang siapa saya dan bagaimana seorang gadis kecil dari South Side Chicago mampu mengemukakan suaranya dan menyebarkan energi positif untuk memberdayakan orang lain. Saya berharap perjalanan saya menginspirasi para pembaca untuk menemukan keberanian, untuk menjadi apa pun yang mereka inginkan. Saya tidak sabar membagikan cerita saya," lanjut Michelle Obama.

Dia dan sang suami, pada tahun 2017 telah menyetujui kesepakatan dengan Penguin Random House untuk buku memoar keduanya. Kesepakatan itu diperkirakan bernilai US$ 30 juta.

Buku Becoming akan dirilis di Amerika Serikat melalui Crown Publishing Group, divisi Penguin Random House yang telah menerbitkan buku-buku kedua pasangan tersebut.

Karya Michelle itu diterbitkan dalam 24 bahasa secara serentak, mulai dari bahasa Swedia hingga Arab.

Lanjutkan Membaca ↓