Ada Keretakan di Opal Tower Sydney, 3.000 Orang Dievakuasi

Oleh Tanti Yulianingsih pada 27 Des 2018, 14:06 WIB
Evakuasi di warga di sekitar Opal Tower, Sydney, Australia yang terdapat keretakan pada bangunannya. (AFP)

Liputan6.com, Sydney - Ratusan orang telah diberitahu untuk bergegas meninggalkan blok sebuah apartemen di Sydney untuk kedua kalinya. Langkah itu dilakukan setelah muncul retakan di dinding pada Senin 24 Desember 2018.

Banyak orang di Opal Tower berlantai 38 kembali keluar gedung setelah alarm pertama kali menyala ketika suara keras terdengar dan ditemukan celah.

BBC yang dikutip pada Kamis (27/12/2018) melaporkan, perusahaan yang membangun Opal Tower, Icon, mengatakan bangunan itu masih pada struktunya dan upaya relokasi hanyalah tindakan pencegahan. Langkah tersebut dilakukan guna memungkinkan para insinyur dan penyelidik untuk bekerja sepanjang waktu.

Menurut Icon, sejauh ini tak ada warga sekitar yang berada dalam bahaya. Hanya saja upaya sterilisasi di sebuah tower Sydney itu dilakukan agar perbaikan bisa dilakukan secepat mungkin tanpa gangguan lebih lanjut untuk penduduk.

Pihak berwenang sebelumnya mengatakan 51 dari 392 unit di Opal Tower terkena dampak. Sementara gedung yang baru selesai dibangun di Sydney Olympic Park dinyatakan aman bagi mayoritas penduduk untuk kembali dihuni.

"Sebanyak 3.000 orang diungsikan pada Senin 24 Desember, setelah dinding pendukung internal di lantai 10 gedung mengalami masalah", menurut polisi.

Icon mengkonfirmasi bahwa panel beton cetakan retak di Opal Tower Sydney.

Sebuah tim insinyur dari Icon dan pengembang gedung, Ecove telah menganalisis gedung yang baru selesai awal tahun ini.

Pada Rabu 26 Desember, pemerintah New South Wales mengatakan pihaknya juga sedang menyelidiki integritas struktural gedung dan menara-menara perumahan di sekitarnya.

Outlet berita lokal telah menerbitkan foto-foto kerusakan bangunan, menunjukkan plester longgar dan dinding runtuh. Namun, pengembang bangunan di Sydney itu, Ecove, mengklaim telah mempertahankan "kualitas tinggi" gedung itu, yang katanya menggunakan standar di atas industri.

Icon mengatakan warga mungkin harus tinggal di luar rumah hingga 10 hari. Semua akomodasi akan disediakan oleh perusahaan pembangun.

 

Saksikan juga video berikut ini:

2 of 2

Piramida Pun Retak...

Situs arkeologi Teopanzolco, terletak 70 kilometer di selatan Mexico City.
Situs arkeologi Teopanzolco, terletak 70 kilometer di selatan Mexico City (Wikipedia/CC BY-SA 3.0 / Zoran Lazic)

Sementara itu belum lama ini piramida kuno di situs arkeologi Teopanzolco, yang terletak 70 kilometer di selatan Mexico City juga dilaporkan mengalami keretakan. Gempa dengan kekuatan 7,1 skala Richter mengguncang Meksiko tengah pada 19 September 2017 dan menewaskan 200 orang yang menjadi penyebabnya.

Gempa bumi dikenal karena dengan kekuatannya destruktif, namun, kala itu para arkeolog justru mendapatkan keuntungan. Sebab, guncangan tersebut menguak kuil rahasia di dalam piramida yang tak terdeteksi selama ratusan tahun.

Seperti dikutip dari situs sains LiveScience, Sabtu 14 Juli 2018, saat gempa, tremor yang timbul memicu runtuhnya sebagian struktur tengah piramida, yang berdampak pada dua kuil di piramida yang sudah diketahui oleh para arkeolog sebelumnya -- satu kuil dibangun untuk dewa hujan Tlaloc, dan lainnya untuk dewa perang Huitzilopochtli.

Gempa merusak bagian lantai di antara dua kuil, Tlaloc dan Huitzilopochtli. Saat memindai lokasi yang rusak dengan radar, para arkeolog menemukan kuil tersembunyi yang letaknya 2 meter di bawah lantai. 

Para arkeolog dari National Institute of Anthropology and History (INAH) Meksiko mengatakan pada BBC News bahwa kuil 'rahasia' tersebut bahkan berusia lebih tua dari bangunan piramida. 

Kuil itu diperkirakan dibangun pada 1150 oleh orang-orang Aztec dari kebudayaan Tlahuica. Ukurannya mencapai 6 meter x 4 meter. Ada pecahan tembikar dan pembakar dupa di dalamnya.

Secara arsitektur, kuil yang baru ditemukan itu sangat mirip dengan dua lokasi pemujaan lain di dalam piramida. Dindingnya diplester, ada bangku, fasad yang dibangun dari batu yang memanjang, runtuhan pilar yang diyakini mendukung atap kuil. 

Rincian struktur di kuil itu menarik minat para ilmuwan. Dianggap menunjukkan bahwa gaya arsitektur Tlahuica mungkin mempengaruhi struktur yang dibangun berabad-abad kemudian oleh orang-orang Mexica, demikian menurut Barbara Konieczna, seorang arkeolog dari Morelos Center INAH. 

Kuil rahasia tersebut adalah bangunan tertua di dalam piramida. Menurut para arkeolog, hal tersebut menggarisbawahi pentingnya situs Teopanzolco untuk merekonstruksi sejarah budaya kuno di Meksiko. 

 

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait