Donald Trump Akan ke Turki Tahun 2019, Perbaiki Hubungan dengan Erdogan?

Oleh Liputan6.com pada 26 Des 2018, 08:31 WIB
Diperbarui 26 Des 2018, 08:31 WIB
Presiden Amerika Serikat ke-45 Donald Trump (AP/Nicholas Kamm)
Perbesar
Presiden Amerika Serikat ke-45 Donald Trump (AP/Nicholas Kamm)

Liputan6.com, Washington DC - Seorang pejabat Turki mengatakan, Presiden Amerika Donald Trump telah menerima undangan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan untuk melawat ke negara yang berada di antara benua Asia dan Eropa itu.

Dikutip dari laman VOA Indonesia, Rabu (26/12/2018) juru bicara kepresidenan Turki, Ibrahim Kalin menyampaikan hal ini kepada wartawan setelah rapat kabinet hari Senin (24/12).

Ditambahkan bahwa Donald Trump ingin melawat pada tahun 2019 mendatang, tetapi belum ada tanggal pasti yang ditetapkan.

Kalin mengatakan, Erdogan menyampaikan undangan itu ketika berbicara melalui telepon akhir pekan lalu tentang penarikan pasukan Amerika dari Suriah.

Trump hari Minggu (23/12) mencuit di Twitter bahwa ia melakukan pembicaraan yang "lama dan produktif" dengan Erdogan, di mana keduanya membahas tentang "koordinasi penarikan personil militer Amerika secara perlahan dan terencana."

Keputusan mengejutkan Donald Trump untuk menarik mundur pasukan dari Suriah juga diumumkan minggu lalu setelah pembicaraan telepon dengan Erdogan.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

2 dari 2 halaman

Sepakat Koordinasi Penarikan Militer AS dari Suriah

Angkat Bicara, Pejabat Dunia Kecam Kebijakan Trump Soal Yerusalem
Perbesar
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memberi keterangan saat menggelar pertemuan di Ankara, Turki (5/12). Karena kebijakan Trump soal Yerusalem, Erdogan akan memutus semua hubungan diplomatik dengan Israel. (Yasin Bulbul / Pool via AP)

Donald Trump mengatakan dia dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berbicara tentang penarikan militer AS dari Suriah "dalam percakapan telepon yang lama dan produktif" pada Minggu (23/12).

Trump tidak memberikan rincian mengenai percakapannya. Dalam akun Twitter-nya, Trump menjelaskan bahwa ia dan Erdogan membahas tentang ISIS, perdagangan, dan apa yang disebutnya "penarikan tentara AS dari wilayah itu secara perlahan dan sangat terkoordinasi."

Sementara itu, pihak Erdogan mengatakan dalam pernyataan, dia dan Trump sepakat untuk "memastikan koordinasi antara para pejabat militer, diplomatik, dan lainnya untuk menghindari kekosongan kekuasaan yang bisa menyebabkan penyalahgunaan dari fase penarikan dan transisi di Suriah."

Erdogan mengatakan bahwa Turki menunda sebuah operasi terhadap pasukan Kurdi di Suriah pasca keputusan Trump itu.

Trump telah menyatakan ISIS dikalahkan dan mengatakan sudah waktunya bagi para anggota koalisi anti-ISIS untuk ambil sikap dan memberantas kantong-kantong ISIS yang tersisa.

Lanjutkan Membaca ↓