Raja Salman Resmikan Paviliun Indonesia dalam Festival Janadriyah

Oleh Rizki Akbar Hasan pada 22 Des 2018, 09:31 WIB
Diperbarui 22 Des 2018, 09:31 WIB
Raja Salman dan Menko PMK RI Puan Maharani dalam Festival Janadriyah di Riyadh (20/12) (sumber: KBRI Riyadh)
Perbesar
Raja Salman dan Menko PMK RI Puan Maharani dalam Festival Janadriyah di Riyadh (20/12) (sumber: KBRI Riyadh)

Liputan6.com, Riyadh - Pelayan Dua Masjid Suci, Raja Salman Bin Abdulaziz Al Saud meresmikan Paviliun Indonesia dalam Festival Janadriyah ke-33 di Riyadh, Arab Saudi, Kamis 20 Desember 2018, demikian seperti rilis dari KBRI Riyadh yang dimuat Liputan6.com, Sabtu (22/12/2018).

Indonesia didaulat menjadi Tamu Kehormatan dalam Festival Budaya terbesar di Timur Tengah tersebut. Peresmian ditandai dengan kunjungan Raja Salman beserta rombongan ke Paviliun Indonesia. Kedatangan Raja Salman yang didampingi Menteri Garda Nasional, Pangeran Khalid bin Abdulaziz bin Ayyaf Al Muqrin, disambut meriah dengan iringan musik Kesenian Rampak Gendhang.

Raja Salman disambut Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, Puan Maharani didampingi Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Arab Saudi merangkap Wakil Tetap untuk Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), Agus Maftuh Abegebriel.

Raja Salman mengelilingi Paviliun Indonesia seluas 2.000 meter persegi menggunakan kendaraan golf. Kunjungan diawali dengan menyaksikan kapal Phinisi yang menjadi focus of interest Paviliun Indonesia.

Selanjutnya rombongan Raja Salman mendapat penjelasan dari Duta Besar Agus mengenai pameran sejarah hubungan kedua negara, khususnya sejak kunjungan masyarakat Indonesia untuk berhaji pada masa kolonial, sampai dengan saling kunjung pemimpin dua negara, termasuk kunjungan Raja Faisal ke Indonesia pada tahun 1970.

Raja Salman juga diberikan penjelasan ringkas mengenai situasi Indonesia sebagai sebuah negara kepulauan dengan beragam kekayaan budaya Indonesia. Raja Salman selanjutnya menuju area 3D Raja Ampat, di mana sebanyak 40 siswa Sekolah Indonesia Riyadh (SIR) menyambut dengan nyanyian Al Salman sambil melambaikan bendera Indonesia dan Arab Saudi.

Raja Salman tampak antusias menikmati penampilan para siswa SIR sambil membalas dengan lambaian tangan.

Rombongan Raja Salman terus berkeliling ke seluruh sudut pameran sebelum meninggalkan Paviliun Indonesia. Peresmian Paviliun Indonesia menjadi salah satu rangkaian acara pembukaan Festivall Janadriyah. Sebelumnya, Raja Salman bersama dengan pejabat tinggi undangan dari negara sahabat turut menyaksikan lomba balap unta yang merupakan tradisi panjang dalam kebudayaan Arab Saudi.

Selain Menteri Puan sebagai wakil Pemerintah Indonesia yang menjadi Tamu Kehormatan Festival Janadriyah, beberapa pejabat tinggi negara sahabat yang hadir antara lain Putra Mahkota Kuwait, Sheikh Nawaf Al-Ahmad Al-Jaber Al-Sabah; Wakil Pribadi Raja Bahrain, Sheikh Abdullah bin Hamad Al Khalifa; Menteri Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Uni Emirat Arab, Sheikh Abdullah bin Zayed Al Nahyan, dan Penasihat Sultan Oman, Shihab bin Tariq Al Saeed.

 

Simak video pilihan berikut:

 

2 dari 2 halaman

Penutupan Festival Janadriyah

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani, tiba di Riyadh, Rabu (19/12/2018) (Istimewa)
Perbesar
Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani, tiba di Riyadh, Rabu (19/12/2018) (Istimewa)

Rangkaian acara pembukaan Festival Janadriyah ditutup dengan acara puncak pertunjukan operet berjudul "Exemplify, O Nation", menghadirkan penyanyi kenamaan di dunia Arab.

Dalam acara terakhir, Menteri Puan menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada Pemerintah Arab Saudi, khususnya Raja Salman, atas terplihnya Indonesia sebagai Tamu Kehormatan.

"Festival Janadriyah adalah hadiah terbaik bagi pemerintah dan rakyat Indonesia, untuk merayakan masa keemasan hubungan bilateral antara kedua negara. Masa keemasan Saunesia, Saudi Arabia dan Indonesia, khususnya setelah kunjungan bersejarah Raja Salman bin Abdulaziz ke Indonesia pada tahun 2017, yang memberikan momentum politik yang kuat bagi hubungan bilateral," tutur Menko Puan.

Menteri Puan juga menekankan pentingnya kerja sama kebudayaan di antara negara-negara di dunia.

"Kerja sama kebudayan adalah alat terbaik untuk saling mengenal satu sama lain. Kerja sama kebudayaan bisa diimplementasikan melalui pertukaran kebudaayaan, saling mengenal pondasi masing-masing bangsa, misalnya bahasa, adat kebiasaan dan tradisi budaya. Saya berharap, melalui Festival Janadriyah ini, rakyat Arab Saudi dapat mempunyai pemahaman yang lebih baik mengenai Indonesia, tidak hanya kebudayaannya, namun juga perkembangan sosial dan kemajuan ekonominya," tutup Menko Puan.

Lanjutkan Membaca ↓