Sekjen PBB Serukan Penyelidikan yang Kredibel atas Pembunuhan Jamal Khashoggi

Oleh Rizki Akbar Hasan pada 17 Des 2018, 12:00 WIB
Diperbarui 17 Des 2018, 12:00 WIB
Foto Jamal Khashoggi, wartawan Arab Saudi yang dibunuh di Istanbul (AP/Jacquelyn Martin)
Perbesar
Foto Jamal Khashoggi, wartawan Arab Saudi yang dibunuh di Istanbul (AP/Jacquelyn Martin)

Liputan6.com, Doha - Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, telah menyerukan penyelidikan "kredibel" terhadap pembunuhan jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi yang tewas di Konsulat Saudi di Istanbul.

"Sangat penting untuk memiliki penyelidikan yang kredibel dan menghukum mereka yang bersalah," kata Guterres pada Doha Forum di Qatar pada Minggu 16 Desember 2018, seperti dikutip dari Al Jazeera, Senin (17/12/2018).

Guterres mengatakan dia tidak memiliki informasi mengenai kasus tersebut, kecuali apa yang telah dilaporkan di media.

Seruan Guterres datang beberapa pekan setelah Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu, membicarakan kemungkinan investigasi PBB atas pembunuhan yang telah memicu kemarahan global tersebut.

Khashoggi, seorang kolumnis The Washington Post, dibunuh pada 2 Oktober 2018 oleh sekelompok figur Saudi, tidak lama setelah ia memasuki konsulat Saudi di Istanbul.

Riyadh telah mengakui bahwa belasan warga negaranya berkontribusi atas pembunuhan Jamal Khashoggi, mendeskripsikannya sebagai sebuah operasi peringkusan yang "berjalan keliru" dan berujung pada kematian jurnalis.

Namun, Negeri Petrodollar selalu menegaskan ketidakbersalahan Putra Mahkota Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman, dengan memberikan dalih bahwa dia tidak mengetahui atau bahkan memberikan perintah terhadap belasan tersangka untuk melaksanakan 'operasi' terhadap Jamal Khashoggi.

Arab Saudi juga telah berulang kali menolak tuntutan Turki untuk mengekstradisi tersangka ke Negeri Ottoman agar dapat diproses hukum di sana.

Pembunuhan itu telah merusak reputasi internasional Riyadh di mata negara-negara Barat. Amerika Serikat, Prancis, dan Kanada, telah menjatuhkan sanksi terhadap hampir 20 warga Saudi, sebagai buntut atas pembunuhan itu.

 

Simak video pilihan berikut:

 

2 dari 2 halaman

Turki: Eropa Menutup Mata Atas Pembunuhan Khashoggi

Jamal Khashoggi, sosok wartawan Arab Saudi yang tewas di konsulat negaranya di Istanbul, Turki, 2 Oktober 2018 (AP)
Perbesar
Jamal Khashoggi, sosok wartawan Arab Saudi yang tewas di konsulat negaranya di Istanbul, Turki, 2 Oktober 2018 (AP)

Banyak negara Eropa mengabaikan pembunuhan wartawan Saudi Jamal Khashoggi dan "menutup mata mereka" terhadap kebebasan pers, Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan pada Minggu 16 Desember 2018.

Mengomentari pembunuhan Khashoggi di Doha Forum, Cavusoglu mengatakan, sementara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bersikeras bahwa penyelidikan akan mencapai kesimpulan, para pemimpin Eropa tetap menutup mata.

"Presiden Erdogan sejak awal berkomitmen menyelesaikan kasus ini, dan untuk mencapai hasil penyelidikan," katanya. "(Tapi) banyak negara Eropa yang mempromosikan kebebasan media, kebebasan berekspresi, dan menutup mata mereka."

Dia juga mengatakan Direktur CIA Gina Haspel telah mengunjungi Ankara dan sekarang terserah kepada Amerika Serikat dan Uni Eropa untuk mengambil tindakan lebih lanjut.

"Mereka juga mendengarkan rekaman suara ... sekarang terserah mereka. Saya yakin mereka memiliki lebih banyak informasi. Mereka memiliki semua kecerdasan, mereka memiliki semua rincian," kata Cavusoglu.

Lanjutkan Membaca ↓