Gara-Gara Toilet, Bocah Ini Laporkan Ayahnya ke Polisi

Oleh Happy Ferdian Syah Utomo pada 14 Des 2018, 08:31 WIB
Diperbarui 14 Des 2018, 08:31 WIB
Toilet jongkok

Liputan6.com, New Delhi - Seorang bocah perempuan India berusia tujuh tahun melaporkan ayahnya ke polisi karena melanggar janji untuk membuatkan toilet.

Hanifa Zaara, nama gadis cilik tersebut, mengatakan kepada polisi dalam surat yang ditulis dengan tangan, bahwa ayahnya telah "menipu" dia dan karenanya harus ditangkap. Dia mengatakan bahwa dia "malu" karena terus menerus buang air besar di luar ruang.

Hanifa yang tinggal bersama orang tuanya di Ambur, sebuah kota di negara bagian Tamil Nadu, tidak pernah memiliki toilet di rumahnya, demikian sebagaimana dikutip dari BBC pada Kamis (13/12/2018).

Dia mengatakan kepada BBC Tamil bahwa beberapa orang di lingkungannya memang memiliki fasilitas toilet. Jadi dia meminta ayahnya untuk membangun fasilitas serupa di rumah mereka.

"Saya merasa malu untuk pergi keluar, dan saya merasa buruk ketika orang-orang melihat saya (sedang buang air besar)," kata Hanifa.

Bocah cilik tersebut juga mengaku bahwa dia termotivasi memiliki toilet, setelah belajar tentang masalah-masalah kesehatan di sekolah.

Dalam suratnya kepada polisi, dia menulis bahwa ayahnya berjanji membuatkan toilet jika dia berhasil meraih peringkat bagus di sekolah.

"Saya berhasil meraih ranking teratas di kelas saya sejak taman kanak-kanak," tulisnya.

"Saya sekarang di kelas dua, dan dia (ayahnya) terus mengatakan akan menepati janjinya, tapi belum juga dilakukan. Ini adalah bentuk kecurangan, jadi tolong tangkap dia," lanjutnya.

Jika tidak ditangkap, Hanifa meminta polisi untuk memaksa ayahnya membuat surat pernyataan bertanda tangan, yang harus menjelaskan kapan toilet akan dibangun.

 

Simak video pilihan berikut:

2 dari 3 halaman

Kronologi Laporan Sang Bocah

Festival Hindu Holi
Anak-anak India bermain dengan kelopak bunga di sebuah acara untuk merayakan festival Hindu Holi untuk anak-anak cerebral palsy yang diselenggarakan oleh Yayasan Trishla di Allahabad (25/2). (AFP Photo/Sanjay Kanojia)

Sementara itu, ayah kandungnya, Ehsanullah, mengaku kepada polisi bahwa dia mulai membangun toilet, tapi tidak memiliki cukup uang untuk menyelesaikannya. Dia saat ini sedang menganggur.

"Saya meminta Hanifah memberi lebih banyak waktu, tetapi dia berhenti berbicara dengan saya karena saya tidak bisa memenuhi janji," tambahnya.

Tapi Hanifah tidak simpatik. "Berapa lama saya bisa terus menanyakan hal yang sama? Dia terus memberi saya alasan yang sama tentang tidak punya cukup uang. Jadi saya pergi ke polisi."

Pada Senin 3 Desember, dia pergi ke kantor polisi di dekat sekolahnya, bersama ibunya, Mehareen.

"Dia datang membawa tas berisi piala dan sertifikat, dan dia mengaturnya di meja saya," kata petugas polisi A Valarmathi. "Lalu dia berkata, bisakah Anda memberi saya toilet?"

Valamarthi mengatakan dia menelepon Ehsanullah, yang bergegas ke kantor polisi, khawatir bahwa istri dan putrinya berada dalam bahaya.

Sang ayah mengaku terkejut mengetahui alasan dia dipanggil.

Setelah membaca surat lengkap yang ditulis Hanifa, dia mengatakan sepertinya buah hatinya itu telah belajar cara menulis surat resmi secara otodidak.

Ehsanullah sering membantu penduduk desa mengisi dokumen dan menulis surat kepada pejabat lokal dan anggota parlemen. Kemungkinan Hanifah meniru dari hal tersebut.

"Saya tidak pernah berpikir ini akan menjadi bumerang," ujar Elsanullah.

Hanifah tidak berbicara dengan ayahnya selama 10 hari terakhir, tetapi polisi berhasil menengahi keduanya, yang berujung saling jabat tangan.

3 dari 3 halaman

Banyak Orang India Tidak Punya Akses Toilet

Bendera India
Bendera India (iStock)

Banyak orang India tidak memiliki akses ke toilet dan hampir 500 juta penduduknya buang air besar di tempat terbuka, lapor UNICEF belum lama ini.

Bahkan di mana toilet telah dibangun, masih menurut UNICEF, banyak orang masih enggan untuk menggunakannya.

Upaya Hanifa telah memenangkan simpati dan dukungan dari polisi.

"Keluhannya sangat jujur, jadi kami mencoba menyelesaikan masalah ini," kata Valamarthi.

Dia kemudian mengingatkan para pejabat distrik, yang kini berencana mengumpulkan dana untuk membangun lebih dari 500 toilet di lingkungan tempat tinggal Hanifa.

"Kami sangat senang melihat keluhannya. Kami mengadakan penyuluhan di sekolah-sekolah, untuk mendorong siswa meminta orang tua mereka membangun toilet di rumah," kata Parthasarathy, komisaris polisi setempat.

Polisi juga mengatakan mereka ingin menjadikan Hanifa sebagai duta lokal dari Swachh Bharat Abhiyan, yakni kampanye nasional tentang kebersihan masyarakat India.

Kampanye itu menargetkan setiap rumah di India memiliki toilet pada 2019.

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait