Cuaca Buruk Picu Angin Kencang, Salju, dan Kebakaran di Australia Timur

Oleh Happy Ferdian Syah Utomo pada 23 Nov 2018, 12:34 WIB
Diperbarui 23 Nov 2018, 12:34 WIB
Langit di wilayah timur dan tenggata Australia berubah menjadi oranye akibat cuaca buruk, yang membawa debu dari pedalaman (AFP/Greg Wood)

Liputan6.com, Sydney - Wilayah pesisir timur Australia dikabarkan tengah dihantam sebuah gangguan cuaca masif, yang membuat langit di beberapa wilayah negara bagian New South Wales dan Victoria diselimuti debu.

Cuaca buruk juga diketahui menyebabkan munculnya beberapa titik api di kedua negara bagian tersebut, yang berisiko meluas dengan cepat ke arah pemukiman warga.

Dikutip dari The Guardian pada Jumat (23/11/2018), anomali cuaca tersebut turut memicu hembusan angin yang kencang di Kota Sydney dan Brisbane.

Selain itu, cuaca buruk juga dilaporkan membuat area pegunungan di wilayah timur Australia mengalami penurunan suhu yang ekstrem. Hal itu mengakibatkan kondisi serupa musim dingin dengan suhu di beberapa titik berada di bawah nol derajat Celsius, termasuk turunnya salju di puncak-puncak gunung.

Badan Meteorologi Australia pada hari Jumat mengeluarkan peringatan cuaca buruk karena angin yang merusak di bagian tenggara negara itu, yang membentang dari perbatasan Victoria hingga Hunter, atau wilayah yang berada di utara Sydney.

Hembusan angin akibat cuaca buruk dilaporkan mencapai kecepatan 90 kilometer per jam, dengan kemungkinan badai salju di kawasan Pagunungan Alpen Australia.

Banyak penerbangan ditunda dan dibatalkan di bandara Sydney dan Melbourne akibat tingkat visibilitas yang buruk sejak hari Kamis.

 

Simak video pilihan berikut: 

 

2 dari 2 halaman

Angin Kencang Picu Kebakaran

Badai tropis siklon Joyce disebut akan menghantam pantai barat Australia pada Jumat Petang (AP)
Badai tropis siklon Joyce disebut akan menghantam pantai barat Australia pada Jumat Petang (AP)

Angin yang berhembus lebih kuat di wilayah Hunter dikhawatirkan memicu kebakaran di pemukiman warga di dekat bandara kota Newcastle, yang berdampingan dengan area hutan nasional.

Peringatan semakin diperketat tatkala kebakaran dilaporkan terjadi di Taman Nasional Campvale, sesaat setelah Matahari terbit pada hari Jumat. Saat ini, laju kebakaran dilaporkan mengarah ke jalur nasional Rookes Road di Kota Salt Ash.

Hal itu membuat Dinas Pemadam Kebakaran Pedesaan di New South Wales meningkatkan peringatan waspada ke titik siaga puncak, yang berarti api melaju dengan sangat cepat.

Warga diminta untuk tetap tinggal di rumah, dengan beberapa jalan masuk dan keluar dari beberapa area pemukimam ditutup, guna melancarkan upaya pemadamam untuk menahan laju api.

Upaya pemadamam juga dilakukan melalui udara, dengan mengerahkan empat tanker besar yang diangkut oleh pesawat Garda Nasional, secara berkala sejak Kamis malam.

Lebih dari 200 petugas pemadam kebakaran menghabiskan malam itu berjuang melawan kobaran api, yang telah membakar lebih dari 1.300 hektar lahan.

Lanjutkan Membaca ↓