Akhirnya Raja Salman Bicara Soal Pembunuhan Jamal Khashoggi, Tapi Tidak Menyinggung Pelakunya

Oleh Happy Ferdian Syah Utomo pada 20 Nov 2018, 10:03 WIB
Diperbarui 20 Nov 2018, 10:03 WIB
Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud
Perbesar
Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud. (Saudi Press Agency, via AP)

Liputan6.com, Riyadh - Raja Salman dari Arab Saudi menyampaikan semangat kepada petugas peradilan negara itu, karena tekanan asing atas pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi terus berkembang.

Dalam pernyataan publik pertamanya sejak Khashoggi terbunuh di Istanbul bulan lalu, Raja Salman mengatakan negaranya "tidak akan pernah menyimpang" dari melayani keadilan.

Namun, dalam pidato tahunannya kepada penasihat Dewan Syura, Raja Salman tidak langsung merujuk siapa pelaku pembunuhan kolumnis The Washington Post itu.

"Kerajaan (Arab Saudi) didirikan pada prinsip-prinsip keadilan dan kesetaraan Islam, dan kami bangga dengan upaya peradilan dan penuntutan publik," kata Raja Salman (82) dalam pidato hari Senin kepada Dewan Syura, sebagaimana dikutip dari BBC pada Selasa (20/11/2018).

"Kami memastikan bahwa negara ini tidak akan pernah menyimpang dari penerapan hukum Tuhan dan ... melayani keadilan," tambahnya.

Raja juga mengkritik Iran, saingan utama Arab Saudi di Teluk: "Masyarakat internasional harus bekerja untuk mengakhiri program nuklir Iran dan menghentikan kegiatannya yang mengancam keamanan dan stabilitas."

Prioritas lain yang disebutkan dalam pidato tersebut, termasuk stabilitas pasar minyak dan dukungan untuk upaya PBB dalam mengakhiri konflik di Yaman.

Di lain pihak, Arab Saudi tetap membantah klaim bahwa Putra Mahkota Mohammed bin Salman terlibat dalam pembunuhan Jamal Khashoggi.

Pemerintah Riyadh mengatakan Khashoggi tewas akibat operasi jahat yang dipimpin oleh seorang perwira intelijen.

Jamal Khashoggi, seorang kritikus terkemuka ke pemerintah Saudi, tewas setelah memasuki konsulat negaranya di Istanbul untuk mengurus dokumen pernikahan, pada 2 Oktober.

CIA telah melaporkan kesimpulan bahwa MBS --nama populer Mohammed bin Salman-- berada di balik pembunuhan itu. Tetapi,Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump belum berkomentar ataupun mendukung hasil tersebut.

 

Simak video pilihan berikut: 

 

2 dari 2 halaman

11 Orang DItuduh Terlibat Pembunuhan Khashoggi

Jamal Khashoggi
Perbesar
Jamal Khashoggi (AFP Photo/Str)

Pekan lalu, jaksa penuntut umum Saudi menyalahkan pembunuhan Jamal Khashoggi pada seorang perwira intelijen, yang tidak disebutkan namanya, dan diduga bertugas membujuk jurnalis tersebut untuk kembali ke Riyadh.

Sebanyak 11 orang telah dituduh atas pembunuhan itu, dan jaksa mempertimbangkan hukuman mati untuk lima di antaranya.

Kasus mereka telah dirujuk ke pengadilan, sementara penyelidikan ke 10 orang lainnya yang diduga terlibat pembunuhan Khashoggi, masih berlangsung.

Sementara itu, meski CIA tidak memiliki bukti langsung yang menghubungkan MBS dengan pembunuhan Jamal Khashoggo, namun para pejabat dilaporkan percaya bahwa itu tidak mungkin terjadi tanpa persetujuannya.

Tetapi pada akhir pekan lalu, kementerian luar negeri mengatakan pemerintah AS belum mencapai kesimpulan akhir tentang pembunuhan itu, dengan masih banyak "pertanyaan yang belum terjawab".

Lanjutkan Membaca ↓