Otoritas Selidiki Penampakan Aneh Diduga UFO di Langit Irlandia

Oleh Afra Augesti pada 14 Nov 2018, 15:02 WIB
Diperbarui 14 Nov 2018, 15:02 WIB
Ilustrasi humanoid dan UFO
Perbesar
Ilustrasi humanoid dan UFO (iStock)

Liputan6.com, Dublin - Irish Aviation Authority atau Otoritas Penerbangan Irlandia sedang menyelidiki laporan terkait penampakan diduga UFO, yang disampaikan oleh pilot dari dua maskapai komersial Inggris.

Kedua awak pesawat yang masing-masing bekerja di British Airways dan Virgin Atlantic tersebut mengaku melihat kilatan cahaya yang melesat di langit, saat mereka menerbangkan si burung besi di atas Irlandia.

Pada Jumat pagi, 9 November 2018, sekitar pukul 06.47 waktu setempat, pilot pesawat British Airways dengan nomor penerbangan BA94, tiba-tiba menghubungi air traffic control (ATC) atau kontrol lalu lintas udara di Bandara Shannon (Irlandia).

Ia mengatakan bahwa dirinya melihat sebuah objek bergerak dengan sinar yang amat terang, melewati pesawat Boeing 787 yang dikendalikannya, yang sedang melayang di atas Irlandia.

Bahkan benda tersebut muncul dan bergerak di sepanjang sisi pesawat, sebelum akhirnya berbelok ke arah utara dengan gesit.

"Benda itu bergerak sangat cepat setelah muncul di sisi kiri pesawat dan kemudian berbelok ke utara. Sebuah cahaya yang sangat benderang, yang mampu menghilang dengan kecepatan sangat tinggi," kata pilot yang tidak diketahui namanya tersebut, seperti dikutip dari The Guardian, Rabu (14/11/2018).

Sang pilot sempat dikejutkan dengan keberadaan benda misterius tersebut dan mengiranya akan terjadi tabrakan. Namun, kenyataannya tidak demikian.

Pilot yang membawa pesawat dari Montreal (Kanada) ke Bandara Heathrow (Inggris) itu kemudian bertanya kepada petugas ATC, terkait kemungkinan adanya latihan militer yang dilakukan di lepas pantai barat Irlandia.

Menurut rekaman percakapan yang diterbitkan oleh Airlive, sebuah situs untuk para penggemar kedirgantaraan, petugas ATC memberitahu si pilot bahwa tidak ada latihan militer di wilayah udara tersebut.

"Tidak ada (pesawat militer) di radar primer atau sekunder," kata petugas, menurut laporan tersebut.

Selain itu, pesawat lain yang juga terbang di kawasan serupa, mengklaim telah mengalami kejadian yang sama: melihat penampakan yang dipercaya sebagai UFO.

Seorang pilot Virgin Atlantic dengan nomor penerbangan VS76, yang berangkat dari Orlando (Florida, Amerika Serikat) ke Manchester (Inggris), menggambarkan benda itu sebagai "meteor atau objek lain yang memasuki atmosfer Bumi.

"Ada beberapa objek yang mengikuti lintasan serupa dan mereka tampak sangat terang. Saya senang karena mengetahui bahwa bukan hanya saya yang melihatnya," ujar si pilot maskapai yang berbasis di Crawley, Inggris.

Sementara itu, seorang juru bicara Otoritas Penerbangan Irlandia mengatakan kepada Irish Times bahwa mereka sedang menyelidiki insiden itu dan akan mengajukan laporan.

Kedua pesawat itu terbang di wilayah udara tingkat tinggi, yakni antara 28.500 kaki dan 42.000 kaki.

"Semua laporan akan diselidiki untuk memroses jalannya penyelidikan," ucapnya.

Ia menambahkan sembari menegaskan bahwa tidak mungkin ada alien dan UFO yang datang dari planet lain ke Bumi.

 

Saksikan video pilihan berikut ini:

2 dari 2 halaman

Geger Benda Misterius di Pantai AS, Sampah Antariksa atau Serpihan UFO?

Ilustrasi UFO
Perbesar
Ilustrasi UFO (AFP)

Kehadiran benda asing yang belum pernah dilihat oleh manusia, rupanya cukup mampu menarik mata publik. Orang-orang kerap dibuat penasaran olehnya.

Sebelumnya, sebuah benda misterius muncul di pesisir Pulau Seabrook, Negara Bagian South Carolina Amerika Serikat pada Kamis 5 Oktober 2018.

Hingga kini, belum ada laporan dari pihak berwenang tentang identifikasi benda itu, yang disebut oleh sebagian orang sebagai sampah antariksa atau bahkan serpihan UFO.

The Lowcountry Marine Mammal Network adalah yang pertama kali menemukan keberadaan benda misterius itu. Organisasi tersebut kemudian memposting foto temuan mereka ke Facebook, dengan memberi keterangan bertuliskan "objek misterius yang hanyut ke daratan".

Objek itu berdiameter cukup besar dan berbentuk silinder, dengan tinggi yang melebihi rata-rata manusia dewasa, demikian seperti dikutip dari The Charlotte Observer, 7 Oktober 2018.

Pada foto tersebut terlihat objek yang seperti terbuat dari beton, tetapi para petugas The Lowcountry Marine Mammal Network mengatakan bahwa tampilan benda itu menipu.

"Sentuh saja dan benda itu terasa seperti busa lembut," kata pihak The Lowcountry Marine Mammal Network, yang menambahkan bahwa objek itu kemudian dengan cepat dibawa pergi oleh otoritas AS.

The Lowcountry Marine Mammal Network meminta bantuan organisasi lain, seperti Kiawah Conservancy, dan para netizen dalam mengidentifikasi objek itu. Dan, berbagai orang telah berspekulasi dengan memberikan jawaban seperti: "bagian-bagian dari pesawat alien atau UFO" hingga "bekas selongsong amunisi rudal pemerintah yang tersapu dari Samudra Atlantik."

"Saya melihatnya pagi ini," kata Jennifer Passantino di halaman Facebook Kiawah Conservancy. "Saya berasumsi itu pelampung, tetapi bisa juga serpihan pesawat alien angkasa luar."

Asumsi yang paling populer adalah bahwa objek tersebut adalah bagian dari roket NASA, pesawat ulang-alik atau "kapsul re-entry" --yang digunakan oleh astronot International Space Station (ISS) untuk kembali ke Bumi

"Tampak seperti bagian dari pesawat ulang-alik Challenger yang meledak sekitar tiga puluh tahun yang lalu. Atau terlihat seperti ujung roket bagi saya," tulis Jim Elrod di halaman Facebook The Lowcountry Marine Mammal Network.

Pesawat ulang-alik Challenger melakukan misi terbang terakhirnya pada 28 Januari 1986 --hingga akhirnya dipensiunkan oleh Badan Antariksa AS (NASA).

"Cobalah untuk membakar sampelnya untuk melihat apakah itu meleleh."

Di samping itu, netizen lain mengatakan, "Anda mungkin bisa segera menghubungi NASA," ujar Barry Dearborn di posting Facebook. "Ini bisa menjadi bagian dari tangki bahan bakar pesawat ulang-alik Challenger."

Namun, Todd Mason tidak setuju, mencatat bagian mana pun dari pesawat ulang-alik Challenger, "telah lama berada di dalam laut" --mengingat terakhir kali pesawat itu melakukan misi terbang, yakni pada tahun 1986 atau 32 tahun yang lalu.

"Sedangkan benda ini baru saja muncul," kata Mason.

Pada Juni 2018, The Charlotte Observer melaporkan penemuan objek misterius serupa --terbuat dari logam-- yang mendarat di tepi pantai di Corolla, Negara Bagian North Carolina, usai tersapu dari Atlantik. Fungsi dan asal-usul benda misterius itu, yang juga diduga sebagai serpihan UFOoleh warganet, belum pernah diungkap ke publik sejak diamankan oleh otoritas AS.

Lanjutkan Membaca ↓