Mahasiswa Indonesia Sambut Kedatangan Megawati di Kampus Fujian Tiongkok

Oleh Liputan6.com pada 05 Nov 2018, 11:31 WIB
Diperbarui 05 Nov 2018, 11:31 WIB
megawati
Perbesar
Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri menerima gelar doktor kehormatan dalam bidang Diplomasi Ekonomi dari Fujian Normal University Tiongkok, Senin (5/11/2018). (Ist)

Liputan6.com, Fuzhou - Belasan mahasiswa asal Indonesia menyambut kedatangan Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, di Kampus Fujian Normal University (FNU), Fuzhou, Senin (5/11/2018).

Megawati hadir di kampus itu untuk mengikuti penganugerahan gelar doktor kehormatan bidang ekonomi. Ketika sang presiden RI kelima hendak memasuki ruang aula acara, dari jauh sudah terdengar lagu 'Kebyar Kebyar' yang dipopulerkan Alm. Gombloh.

Ternyata lirik 'Indonesia, merah darahku, putih tulangku' dinyanyikan para mahasiswa asal Indonesia di sana. Mereka berbaris rapi sambil memegang serta melambai-lambaikan bendera merah putih kecil. Para mahasiswa itu menyambut kedatangan Megawati dan rombongan pimpinan kampus.

Kejutan tak hanya sampai di situ. Di dalam ruang aula, Megawati bersama ratusan peserta acara, disuguhi sajian tari dan lagu oleh para mahasiswa Indonesia itu. Mereka menyanyikan sebuah lagu disertai tarian, memadukan lagu 'Apuse' dan 'Yamko Rambe Yamko'. 

Sepanjang acara penyambutan itu, Megawati tampak tersenyum bahagia. Dalam rombongannya, Megawati ditemani keluarga, sejumlah mantan menteri dan sahabat dekatnya. Termasuk juga sejumlah petinggi DPP PDIP. Di antaranya adalah Putra dan Menantunya Prananda Prabowo dan Nancy Hendriaty Shrindani,  Budi Gunawan, Hendropriyono, Ketua DPP PDIP Rokhmin Dahuri, dan Anggota DPR Herman Hery.

Kali ini adalah gelar honoris causa kedelapan untuk Megawati. Sebelumnya, Megawati sudah menerima tujuh gelar doktor kehormatan dari Universitas Waseda Tokyo di Jepang (2001); Moscow State Institute of International Relation di Rusia (2003); Korea Maritime and Ocean University di Korea Selatan (2015); Universitas Padjadjaran Bandung (2016); Universitas Negeri Padang (2017); dan Mokpo National University di Korea Selatan (2017), Doktor Honoris Causa bidang politik pemerintahan dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (2018).

 

* Jurnalis SCTV Reza Ramadhansyah melaporkan dari Fuzhou untuk Liputan6.com

 

Simak video pilihan berikut:

2 dari 2 halaman

Megawati Terima Gelar Doktor Kehormatan ke-8 dari FNU

megawati
Perbesar
Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri menerima gelar doktor kehormatan dalam bidang Diplomasi Ekonomi dari Fujian Normal University Tiongkok, Senin (5/11/2018). (Ist)

Presiden ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri menerima gelar Doktor Kehormatan (Honoris Causa) dalam Diplomasi Ekonomi dari Fujian Normal University (FNU), Fuzhou, Tiongkok pada Senin 5 November 2018.

Ini sekaligus akan menjadi gelar ke-8 Honoris Causa (HC) bagi Megawati.

Megawati yang juga merupakan Ketua Umum PDI Perjuangan dijadwalkan memberikan orasi ilmiah pada Senin 5 November pagi waktu lokal di hadapan Presiden Fujian Normal University, Profesor Doktor Wang Changping, Para Guru Besar, Senat, Dewan Fujian Normal University, Duta Besar Indonesia untuk Republik Rakyat Tiongkok, Djauhari Oratmangun, Gubernur Provinsi Fujian, Tang Dengjie, serta Masyarakat Akademisi Fujian Normal University.

"Kita tentunya merasa senang, bangga, dan memberikan apresiasi karena Ibu Megawati Soekarnoputri menerima gelar kehormatan dalam bidang Diplomasi Ekonomi dari Fujian Normal University yang merupakan salah satu universitas paling bergengsi di Tiongkok," ujar Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, Minggu 4 November 2018.

"Gelar Kehormatan dari Fujian Normal University ini menjadi gelar HC ke-8 untuk Ibu Megawati," lanjut Hasto.

Selanjutnya, kata Hasto, Megawati dijadwalkan menuju Seoul, Korea Selatan untuk menjadi salah satu keynote speaker pada The KOR-ASIA Forum, Rabu, 7 November 2018 dengan tema Perdamaian di Semenanjung Korea, Peluang Asia untuk Kemajuan.

"Kehadiran Ibu Megawati mengingat peran Megawati yang selama ini aktif mendorong perdamaian di Semenanjung Korea," pungkas Hasto.

Lanjutkan Membaca ↓